GROBOGAN – Viral di Medsos! Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi Dua
Warga Desa Mlowokarangtalun, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dikejutkan oleh aksi seorang pria yang merusak dan membelah sejumlah barang di rumahnya sendiri. Video kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet.
Aksi Terekam dan Viral di Media Sosial
Rekaman yang diunggah akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Minggu (15/2/2026) memperlihatkan seorang pria memotong meja kayu menggunakan gergaji mesin hingga terbelah dua. Selain memotong meja, pria tersebut juga melepas sebagian genteng rumahnya.
Akibatnya, atap rumah terlihat terbuka di satu sisi. Aksi tersebut berlangsung di halaman rumah dan disaksikan beberapa warga sekitar.
Tak butuh waktu lama, video itu menyebar ke berbagai platform dan memicu perbincangan publik. Banyak warganet mempertanyakan alasan di balik tindakan ekstrem tersebut.
Diduga Dipicu Perselingkuhan
Berdasarkan keterangan yang beredar, pria tersebut nekat melakukan aksi itu setelah mengetahui dugaan perselingkuhan sang istri. Kabar itu juga dibenarkan oleh pihak pemerintah desa.
Penjabat Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, memastikan kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (13/2/2026) pagi. Ia menyebut persoalan rumah tangga menjadi pemicu utama tindakan tersebut.
“Benar, kejadiannya tadi pagi seperti itu,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi.
Mediasi Berakhir Tanpa Kesepakatan
Selanjutnya, pemerintah desa berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi. Dalam proses mediasi, sang suami menyatakan kesediaannya memaafkan dengan syarat sang istri tidak mengulangi perbuatannya.
Namun demikian, sang istri memilih untuk tidak melanjutkan hidup bersama. Sikap tersebut membuat proses mediasi tidak mencapai kesepakatan.
“Suaminya sudah memaafkan asal tidak diulangi. Tapi istrinya sudah tidak mau tinggal bersama lagi,” jelas Wahyu.
Harapan Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Hingga kini, kedua belah pihak belum menemukan titik temu. Pemerintah desa berharap pasangan tersebut dapat menyelesaikan persoalan secara baik-baik tanpa memperkeruh situasi di lingkungan sekitar.
Sementara itu, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan jalur yang bijak, bukan dengan tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.(*)








