SAROLANGUN,JS- Sebanyak 188 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dalam prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sarolangun, Senin, 22 Juni 2026.
Bupati Sarolangun, Hurmin, memimpin langsung prosesi tersebut sekaligus memberikan arahan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru diangkat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta kemampuan adaptasi teknologi di era birokrasi digital saat ini.
Momentum pengangkatan PNS Formasi 2024 ini menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik modern, transformasi digital pemerintahan, hingga pengawasan ketat terhadap praktik korupsi dan pungutan liar di lingkungan birokrasi.
Ribuan Pelamar Gugur, 188 ASN Ini Jadi yang Terbaik
Bupati Hurmin menyampaikan bahwa seluruh ASN yang menerima SK merupakan individu pilihan yang berhasil melewati proses seleksi ketat dari ribuan peserta Calon ASN Tahun 2024.
Ia menilai keberhasilan tersebut bukan hanya soal keberuntungan, melainkan hasil dari kompetensi, kualitas, dan dedikasi yang telah dibuktikan selama tahapan seleksi nasional berlangsung.
“Saudara sekalian merupakan orang-orang terbaik yang berhasil melewati persaingan luar biasa ketat. Karena itu, syukuri amanah ini dengan kerja nyata, disiplin, dan tanggung jawab penuh,” tegas Hurmin di hadapan ratusan peserta.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun sendiri terus memperkuat kualitas SDM aparatur guna meningkatkan pelayanan publik, mempercepat transformasi birokrasi digital, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.
Rincian Formasi PNS Sarolangun Tahun 2024
Dari total 188 PNS yang menerima SK pengangkatan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun membagi formasi ke dalam beberapa kategori strategis.
Berikut rinciannya:
- 2 orang formasi khusus lulusan cumlaude
- 1 orang formasi khusus penyandang disabilitas
- 47 tenaga kesehatan
- 138 tenaga teknis
Komposisi tersebut menunjukkan fokus pemerintah daerah terhadap penguatan layanan kesehatan serta peningkatan kualitas sektor teknis pemerintahan.
Selain pengangkatan PNS formasi umum, prosesi sumpah dan janji jabatan juga melibatkan lulusan sekolah kedinasan dari berbagai institusi nasional ternama.
Lulusan STAN, STTD, dan IPDN Perkuat Birokrasi Sarolangun
Pemerintah Kabupaten Sarolangun turut menghadirkan para lulusan sekolah kedinasan yang siap memperkuat sistem birokrasi daerah.
Mereka berasal dari:
- Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD)
- Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Bupati Hurmin menilai perpaduan tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan lulusan sekolah kedinasan menjadi modal besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, birokrasi modern membutuhkan ASN yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu bekerja cepat, adaptif, dan profesional.
“Kolaborasi kompetensi ini sangat penting untuk memperkuat roda pemerintahan dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Sarolangun,” ujarnya.
Bupati Hurmin Beri Lima Pesan Penting untuk ASN Baru
Dalam arahannya, Bupati Hurmin menyampaikan lima poin utama yang wajib menjadi pedoman seluruh ASN baru selama menjalankan tugas negara.
- Pegang Teguh Sumpah Jabatan
Hurmin mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar seremoni administratif.
Menurutnya, sumpah ASN merupakan janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dalam setiap tindakan dan keputusan selama menjadi aparatur negara.
Ia meminta seluruh ASN menjaga amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas kepada negara.
- ASN Harus Menjadi Pelayan Masyarakat
Bupati Hurmin juga meminta seluruh ASN meninggalkan pola pikir lama yang ingin dilayani masyarakat.
Sebaliknya, ASN wajib hadir sebagai pelayan publik yang mampu memberikan layanan cepat, tepat, ramah, dan profesional.
Ia menegaskan bahwa budaya menunda pekerjaan tidak boleh lagi muncul di lingkungan pemerintahan modern.
“Jangan persulit masyarakat. ASN harus hadir sebagai solusi, bukan menjadi bagian dari masalah pelayanan publik,” katanya.
ASN Dilarang Korupsi, Gratifikasi, dan Pungli
Pesan paling tegas dalam kegiatan tersebut muncul saat Bupati Hurmin membahas integritas ASN.
Ia mengingatkan seluruh pegawai agar menjauhi praktik korupsi, pungutan liar, gratifikasi, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.
Menurutnya, sekali seorang ASN kehilangan integritas, maka kehormatan pribadi dan keluarga ikut tercoreng.
Peringatan ini menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi birokrasi dan reformasi pelayanan pemerintah daerah.
“Jangan pernah menggadaikan integritas demi kepentingan sesaat. Karier bisa hancur, nama baik keluarga ikut rusak,” tegasnya.
ASN Wajib Netral dari Politik Praktis
Selain soal integritas, Hurmin juga menyoroti pentingnya netralitas ASN menjelang dinamika politik yang terus berkembang.
Ia meminta seluruh pegawai menjaga marwah korps ASN dan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis yang dapat merusak profesionalisme aparatur negara.
Netralitas ASN sendiri menjadi salah satu isu nasional yang terus mendapat pengawasan ketat dari pemerintah pusat maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Era Digital Menuntut ASN Kuasai Teknologi
Transformasi digital pemerintahan menjadi perhatian khusus dalam pengarahan Bupati Sarolangun.
Hurmin meminta seluruh ASN, terutama tenaga teknis dan tenaga kesehatan, terus meningkatkan kemampuan teknologi dan tidak alergi terhadap perubahan sistem kerja digital.
Ia menilai kemampuan adaptasi teknologi sangat menentukan kualitas pelayanan publik modern.
Pemanfaatan aplikasi pelayanan online, sistem administrasi digital, hingga integrasi data pemerintahan kini menjadi kebutuhan utama birokrasi Indonesia.
“ASN harus mampu berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi agar pelayanan publik semakin efektif dan efisien,” ujarnya.
BKPSDM: 187 ASN Hadir Langsung, Satu Ikuti Daring
Kepala BKPSDM Kabupaten Sarolangun, Linda Novita Hirawaty, melaporkan bahwa dari total 188 penerima SK PNS Formasi Tahun 2024, sebanyak 187 orang hadir langsung di lokasi acara.
Sementara satu peserta lainnya mengikuti prosesi secara daring karena sedang menjalankan tugas kedinasan di Sungai Gelam, Provinsi Jambi.
Secara keseluruhan, jumlah peserta pengambilan sumpah dan janji jabatan mencapai 196 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari:
- 188 PNS Formasi Tahun 2024
- 1 lulusan STTD
- 3 lulusan STAN
- 1 lulusan IPDN
- formasi kedinasan lainnya
ASN Baru Diharapkan Jadi Motor Perubahan
Di akhir kegiatan, Bupati Hurmin menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Kabupaten Sarolangun dan seluruh pihak yang telah menyukseskan proses pengangkatan ASN Formasi Tahun 2024.
Ia berharap seluruh ASN yang baru menerima SK mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Selain meningkatkan kompetensi diri, mereka juga diminta terus menjaga integritas, memperkuat disiplin kerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Status sebagai PNS bukan hanya soal hak dan gaji yang dijamin negara, tetapi juga tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tutup Hurmin.(*)









