Calon Pelanggan Harap Bersabar! Perumda Tirta Khayangan Sungai Penuh Belum Bisa Tambah Sambungan Baru

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perumda Tirta Khayangan Sungai Penuh

Perumda Tirta Khayangan Sungai Penuh

SUNGAIPENUH,JS- Kebutuhan air bersih di Kota Sungai Penuh terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan bertambahnya rumah tangga yang membutuhkan layanan perpipaan.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dapat diikuti oleh kemampuan produksi Perumda Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh.

Perusahaan daerah tersebut saat ini menghadapi persoalan serius pada sisi kapasitas produksi. Jumlah pelanggan sudah mencapai sekitar 17.800 sambungan, sedangkan kemampuan produksi air bersih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan secara ideal.

Direktur Utama Perumda Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh, Edi Al Farisi, menjelaskan bahwa pelanggan yang sudah terdaftar membutuhkan pasokan air sekitar 215 liter per detik.

Di sisi lain, kapasitas produksi yang tersedia saat ini hanya berada di angka sekitar 170 liter per detik.

Kondisi tersebut menciptakan selisih kapasitas sekitar 45 liter per detik.

Karena itu, Perumda Tirta Khayangan belum dapat membuka sambungan pelanggan baru dalam jumlah besar. Perusahaan harus menghitung kemampuan sumber air dan instalasi sebelum menerima permintaan tambahan dari masyarakat.

Kapasitas Produksi Air Masih di Bawah Kebutuhan Pelanggan

Persoalan utama Perumda Tirta Khayangan bukan semata-mata jumlah calon pelanggan yang terus bertambah.

Masalah yang lebih mendasar berada pada kemampuan perusahaan dalam menyediakan pasokan air secara berkelanjutan.

Dengan jumlah pelanggan sekitar 17.800 sambungan, kebutuhan mencapai 215 liter per detik. Sementara itu, produksi yang tersedia baru sekitar 170 liter per detik.

Artinya, kebutuhan pelanggan saat ini saja sudah lebih tinggi daripada kemampuan produksi.

Situasi tersebut membuat perusahaan harus mengambil langkah hati-hati.

Edi Al Farisi menegaskan bahwa Perumda Tirta Khayangan tidak ingin mengejar pertumbuhan pelanggan tanpa mempertimbangkan kualitas pelayanan.

“Dengan kondisi kapasitas saat ini, kita harus berhati-hati dalam menambah pelanggan baru. Jangan sampai penambahan pelanggan justru mengganggu pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada,” ujar Edi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penambahan pelanggan baru membutuhkan kesiapan infrastruktur.

Jika perusahaan langsung menerima banyak sambungan tanpa tambahan kapasitas produksi, tekanan terhadap sistem distribusi dapat meningkat. Pada akhirnya, kondisi itu dapat memengaruhi kontinuitas aliran air kepada pelanggan lama.

Mengapa Calon Pelanggan Harus Menunggu?

Bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan Perumda Tirta Khayangan, keterbatasan kapasitas tentu menjadi perhatian.

Permintaan sambungan rumah tangga biasanya muncul seiring pembangunan rumah baru, pertumbuhan kawasan permukiman, hingga kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan sumber air yang lebih praktis.

Akan tetapi, perusahaan tidak bisa hanya melihat jumlah permintaan.

Perumda juga harus memastikan ketersediaan air baku, kemampuan instalasi pengolahan, kapasitas jaringan distribusi, serta tekanan air pada jaringan pelanggan.

Dengan demikian, keputusan untuk menambah pelanggan tidak hanya berkaitan dengan pemasangan pipa menuju rumah.

Sistem water utility membutuhkan keseimbangan antara sumber air, proses pengolahan, kapasitas produksi, jaringan perpipaan, reservoir, hingga distribusi ke pelanggan.

Karena itu, masyarakat yang mengajukan sambungan baru perlu memahami bahwa keterbatasan kapasitas produksi menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Calon Pelanggan Menunggu Kepastian Sambungan Baru

Kondisi ini juga menjadi perhatian masyarakat yang berharap segera memperoleh layanan air perpipaan.

[Nama calon pelanggan], salah seorang calon pelanggan Perumda Tirta Khayangan, mengatakan dirinya berharap penambahan kapasitas segera terealisasi sehingga masyarakat yang belum mendapatkan sambungan dapat memperoleh kepastian layanan.

“Kami tentu berharap kapasitas air bertambah sehingga masyarakat yang belum memiliki sambungan bisa segera mendapatkan pelayanan. Kalau infrastrukturnya sudah siap, tentu kami ingin segera menjadi pelanggan,” ujarnya.

Catatan redaksi: kutipan calon pelanggan di atas perlu diganti dengan nama dan pernyataan narasumber yang benar-benar diwawancarai sebelum artikel dipublikasikan.

Harapan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan clean water service yang stabil dan berkelanjutan.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, akses air bersih juga memiliki kaitan dengan kebersihan lingkungan, aktivitas ekonomi, fasilitas pendidikan, tempat usaha, dan berbagai kebutuhan publik lainnya.

Baca Juga :  Penataan Tanjung Bajure Dimulai, Pemkot Sungai Penuh Dorong Pasar Lebih Tertib dan Transparan

Pemerintah Siapkan Instalasi Pengolahan Air Baru

Untuk mengatasi persoalan kapasitas tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama pemerintah pusat menyiapkan pembangunan instalasi pengolahan air bersih baru.

Instalasi tersebut memiliki kapasitas sekitar 50 liter per detik.

Tambahan produksi ini menjadi salah satu solusi strategis untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih di Kota Sungai Penuh.

Jika kapasitas tambahan dapat beroperasi sesuai rencana, Perumda Tirta Khayangan akan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan pelayanan.

Penambahan kapasitas juga dapat membantu perusahaan mengurangi tekanan terhadap produksi yang sudah berjalan.

Dengan begitu, perusahaan memiliki peluang untuk membuka sambungan baru secara bertahap berdasarkan kemampuan jaringan.

Tambahan 50 Liter per Detik Jadi Harapan Baru

Tambahan kapasitas 50 liter per detik memiliki arti penting bagi pelayanan air bersih.

Kapasitas produksi yang lebih besar dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk melayani kebutuhan pelanggan baru sekaligus menjaga pasokan pelanggan lama.

Namun, tambahan kapasitas tersebut tidak serta-merta berarti seluruh calon pelanggan langsung memperoleh sambungan.

Perusahaan tetap perlu melakukan perhitungan teknis.

Perumda harus melihat kemampuan jaringan, lokasi calon pelanggan, ketersediaan air baku, kebutuhan setiap kawasan, serta kemampuan sistem distribusi.

Karena itu, peningkatan pelayanan kemungkinan berjalan secara bertahap.

Pendekatan tersebut penting agar pertumbuhan pelanggan tidak menimbulkan persoalan baru pada sisi distribusi.

Target Perluasan Pelayanan Harus Diikuti Infrastruktur

Pertumbuhan pelanggan Perumda Tirta Khayangan pada dasarnya menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air perpipaan.

Namun, pertumbuhan tersebut juga memberikan tantangan baru.

Semakin banyak pelanggan, semakin besar pula kebutuhan produksi.

Karena itu, perusahaan membutuhkan strategi pengembangan infrastruktur dalam jangka panjang.

Selain membangun instalasi pengolahan air baru, penguatan jaringan distribusi juga menjadi bagian penting.

Pipa distribusi harus mampu mengalirkan air dengan tekanan yang memadai. Reservoir juga harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan pola konsumsi masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan water infrastructure tidak berhenti pada pembangunan instalasi produksi.

Seluruh sistem harus berkembang secara terintegrasi.

Pelanggan Lama Tetap Menjadi Prioritas

Perumda Tirta Khayangan juga harus menjaga kepentingan pelanggan yang sudah memperoleh layanan.

Jumlah sekitar 17.800 pelanggan menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki basis pelanggan yang cukup besar.

Karena kebutuhan pelanggan saat ini mencapai sekitar 215 liter per detik, perusahaan perlu memastikan pasokan tetap berjalan dengan baik sebelum memperluas jaringan.

Keputusan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Pelanggan tentu tidak hanya membutuhkan sambungan air. Mereka juga membutuhkan aliran yang stabil, kualitas air yang memenuhi ketentuan, serta pelayanan pengaduan yang responsif.

Oleh sebab itu, ekspansi pelanggan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas produksi dan kualitas distribusi.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat yang Belum Menjadi Pelanggan?

Bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan, keterbatasan kapasitas dapat membuat proses memperoleh layanan berjalan lebih lambat.

Calon pelanggan mungkin harus menunggu sampai perusahaan memiliki kapasitas produksi dan distribusi yang mencukupi.

Kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya pembangunan infrastruktur air bersih secara berkelanjutan.

Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika mereka mengajukan sambungan baru, sistem mampu menyediakan pasokan yang memadai.

Karena itu, pembangunan instalasi baru dengan kapasitas sekitar 50 liter per detik menjadi salah satu langkah yang dinantikan.

Kebutuhan Air Bersih Akan Terus Meningkat

Kota Sungai Penuh terus berkembang. Pertumbuhan permukiman dan aktivitas masyarakat ikut meningkatkan kebutuhan terhadap air bersih.

Dalam jangka panjang, kebutuhan produksi kemungkinan ikut meningkat.

Perumda Tirta Khayangan karena itu membutuhkan perencanaan kapasitas yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan beberapa tahun ke depan.

Perencanaan clean water supply harus memperhitungkan pertumbuhan jumlah pelanggan, perkembangan kawasan permukiman, kebutuhan fasilitas umum, serta potensi pertumbuhan ekonomi.

Tanpa perencanaan tersebut, persoalan kapasitas dapat kembali muncul ketika jumlah pelanggan meningkat.

Baca Juga :  TP PKK Kota Sungai Penuh Optimistis Raih Juara Provinsi Jambi 2026, Rumah Dilan dan UMKM Jadi Sorotan Tim Penilai

Instalasi Baru Berpotensi Membuka Peluang Pelanggan Baru

Pembangunan instalasi baru memberikan peluang bagi Perumda Tirta Khayangan untuk meningkatkan cakupan layanan.

Dengan tambahan 50 liter per detik, perusahaan dapat memiliki kapasitas tambahan untuk melayani sebagian permintaan baru.

Namun, perusahaan tetap perlu menerapkan prioritas.

Kawasan yang paling membutuhkan layanan dapat memperoleh perhatian terlebih dahulu. Setelah itu, perluasan dapat mengikuti kemampuan produksi dan jaringan distribusi.

Strategi tersebut dapat membantu perusahaan memperluas pelayanan tanpa mengorbankan pelanggan lama.

Perumda Perlu Menjaga Kualitas dan Kontinuitas Air

Kapasitas produksi bukan satu-satunya indikator keberhasilan layanan air bersih.

Perumda juga perlu menjaga kualitas air, kontinuitas distribusi, tekanan jaringan, serta kecepatan penanganan gangguan.

Ketika jumlah pelanggan bertambah, seluruh aspek tersebut ikut menghadapi tekanan.

Karena itu, tambahan kapasitas harus berjalan bersama peningkatan infrastruktur lainnya.

Dengan sistem yang lebih kuat, Perumda Tirta Khayangan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat yang menunggu sambungan baru.

Masyarakat Menunggu Realisasi Kapasitas Tambahan

Saat ini, sekitar 17.800 pelanggan sudah bergantung pada layanan Perumda Tirta Khayangan.

Kebutuhan mereka mencapai sekitar 215 liter per detik, sedangkan produksi baru sekitar 170 liter per detik.

Angka tersebut memperlihatkan tantangan besar yang harus perusahaan selesaikan sebelum membuka layanan pelanggan baru secara masif.

Pembangunan instalasi dengan kapasitas sekitar 50 liter per detik menjadi salah satu harapan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Jika pembangunan dan pengoperasian berjalan sesuai rencana, Perumda memiliki peluang memperluas pelayanan secara lebih aman.

Namun, perusahaan tetap harus menghitung kemampuan sistem secara menyeluruh sebelum menambah sambungan baru.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan lebih banyak sambungan air. Mereka membutuhkan layanan air bersih yang stabil, aman, dan berkelanjutan.

Karena itu, peningkatan kapasitas produksi menjadi kunci bagi masa depan pelayanan air bersih di Kota Sungai Penuh.

Kesimpulan

Perumda Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh belum dapat menambah pelanggan baru dalam jumlah besar karena kapasitas produksi saat ini masih berada di bawah kebutuhan pelanggan.

Dengan sekitar 17.800 pelanggan, kebutuhan air mencapai 215 liter per detik, sementara kapasitas produksi baru sekitar 170 liter per detik.

Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama pemerintah pusat menyiapkan instalasi pengolahan air baru berkapasitas sekitar 50 liter per detik.

Tambahan kapasitas tersebut dapat membuka peluang perluasan layanan. Namun, Perumda tetap perlu memastikan kesiapan jaringan dan menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan lama.

Bagi masyarakat yang masih menunggu sambungan baru, peningkatan kapasitas produksi menjadi faktor penting yang dapat menentukan kapan perluasan pelayanan berjalan lebih luas.(*)

Berita Terkait

Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, ISPU 104 Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada
Bupati Hurmin Temui Mensos Gus Ipul, Bahas Penguatan Bansos dan Perlindungan Sosial untuk Warga Sarolangun
Musim Kemarau Bawa Rezeki Bagi Nelayan, Harga Udang Mantis di Tanjab Timur Tembus Rp100 Ribu per Ekor
Kerinci Raih Terbaik II Program 3 Juta Rumah Regional Sumatera, Bonus 250 Unit Bedah Rumah untuk Warga
Kabar Terbaru Seleksi CPNS Sungai Penuh 2026, Ini Penjelasan BKPSDM Usai Berkoordinasi dengan Kemenpan RB
Diterima Langsung Walikota Alfin, Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemerintah Pusat 2026, Dapat Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar untuk Akses Pendidikan
Tol Jambi-Rengat Dikebut, Pembebasan Lahan Ditargetkan Tuntas Desember 2026, Konstruksi Mulai 2027
Perubahan KUA-PPAS Sungai Penuh 2026 Dibahas, Pendapatan Daerah Naik Rp5 Miliar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, ISPU 104 Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Calon Pelanggan Harap Bersabar! Perumda Tirta Khayangan Sungai Penuh Belum Bisa Tambah Sambungan Baru

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Bupati Hurmin Temui Mensos Gus Ipul, Bahas Penguatan Bansos dan Perlindungan Sosial untuk Warga Sarolangun

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Musim Kemarau Bawa Rezeki Bagi Nelayan, Harga Udang Mantis di Tanjab Timur Tembus Rp100 Ribu per Ekor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerinci Raih Terbaik II Program 3 Juta Rumah Regional Sumatera, Bonus 250 Unit Bedah Rumah untuk Warga

Berita Terbaru