Viral di Medsos Honorer Pamer Gaji Pertama Rp144 Ribu

Berharap Perhatian Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral dimedsos postingan gaji pertama Honorer cuma Rp 144 ribu. (Instagram/qrrtayn25)

Viral dimedsos postingan gaji pertama Honorer cuma Rp 144 ribu. (Instagram/qrrtayn25)

JAKARTA,JS- Isu kesejahteraan guru honorer kembali mencuat di tengah masyarakat. Rendahnya gaji yang diterima tenaga pendidik non-ASN masih menjadi persoalan serius, terutama karena jumlahnya jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Selain nominal yang kecil, banyak guru honorer juga menghadapi ketidakpastian sistem pembayaran. Dalam praktiknya, sekolah kerap merapel gaji selama dua hingga tiga bulan, sehingga para guru harus menunggu lebih lama untuk menerima hak mereka.

Kondisi tersebut kembali ramai dibicarakan setelah sebuah unggahan di media sosial viral dan memantik empati publik.

Unggahan Gaji Rp144 Ribu Viral di Instagram

Pada Senin (2/2/2026), akun Instagram @qrrtayn25 mengunggah video yang memperlihatkan momen saat dirinya membuka amplop gaji sebagai guru honorer untuk bulan Januari 2026.

Dalam keterangan video, ia menuliskan, “Gaji pertama jadi pendidik di tahun 2026.”

Selanjutnya, video tersebut memperlihatkan ia menghitung uang pecahan Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, hingga Rp2.000. Total gaji yang ia terima selama satu bulan mengajar hanya Rp144.000.

Tak butuh waktu lama, unggahan itu menyebar luas. Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 151 ribu kali dan memicu diskusi di kolom komentar.

Unggahan Bertujuan Menarik Perhatian Pemerintah

Menanggapi komentar warganet, guru honorer asal Blitar, Jawa Timur itu menegaskan bahwa ia tidak bermaksud mengeluh.

“Biar pemerintah tahu kondisi pendidik di Indonesia. Kalau seperti ini, banyak pendidik akhirnya berani speak up,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia berharap unggahan tersebut bisa menjadi suara bersama agar kebijakan pendidikan berpihak pada keadilan.

“Tujuannya biar ramai dan sampai ke atas, supaya mereka bisa adil kepada rakyatnya,” lanjutnya.

Dukungan dan Empati Mengalir dari Warganet

Alih-alih menuai kritik, unggahan tersebut justru mendapat dukungan luas dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberanian untuk membuka realitas yang selama ini jarang terdengar.

“Memang semiris itu gaji honorer. Biar pada tahu sekecil apa gaji guru honorer,” tulis akun @fit****4**.

Baca Juga :  Viral di Medsos Guru Honorer Menangis Bicara Soal Gaji

Sementara itu, akun @and*i menilai video tersebut sebagai pesan langsung kepada para pengambil kebijakan.

“Video ini dibuat untuk pemangku jabatan, biar tahu dan sadar tentang kesejahteraan para pendidik di Indonesia,” tulisnya.

Tak sedikit pula warganet yang menyoroti dedikasi guru di balik keterbatasan ekonomi.

“Ini bukan soal nominal gaji, tapi soal mencerdaskan generasi. Sehat dan berkah setiap ilmu yang diberikan,” tulis akun @eva****n**.

Baca Juga :  DPR Didorong Bahas Nasib Honorer dan PPPK

Curhatan Guru Honorer Menggema di Gedung DPR

Sebelumnya, keluhan guru honorer juga mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama anggota DPR RI. Seorang guru honorer dari Bekasi menyampaikan langsung kisah hidupnya di hadapan wakil rakyat.

Guru honorer SDN Wanasari 01 Cibitung, Indah Permata Sari, menceritakan sulitnya bertahan hidup sebagai tenaga pendidik honorer saat berbicara di depan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Senin (2/2/2026).

Ia mengungkapkan bahwa namanya belum tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meski telah memenuhi syarat masa kerja.

“Saya belum masuk data pendidikan, Pak. Padahal saya sudah memenuhi masa kerja, tapi proses masuk Dapodik itu sulit sekali,” ujarnya.

Baca Juga :  Aliansi Merah Putih Ajukan Lima Tuntutan Soal Nasib ASN PPPK

Tak Terdata Dapodik, Akses Informasi Terhambat

Akibat tidak tercatat dalam Dapodik, Indah kerap tertinggal informasi penting. Ia bahkan nyaris kehilangan kesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Situasi tersebut membuatnya terus dihantui rasa tidak aman, termasuk kekhawatiran akan dirumahkan sewaktu-waktu.

Harus Bekerja Sambilan Demi Bertahan Hidup

Di sisi lain, penghasilan sebagai guru honorer belum mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, Indah memilih bekerja sambilan setelah pulang mengajar.

“Pulang mengajar, saya jadi antar jemput laundry, Pak,” katanya.

Potret Nyata Kesejahteraan Guru Honorer

Rangkaian kisah guru honorer ini menggambarkan kondisi nyata dunia pendidikan di Indonesia. Di tengah tuntutan mencerdaskan generasi bangsa, banyak tenaga pendidik masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar.

Melalui sorotan publik yang terus menguat, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem kesejahteraan guru honorer secara adil dan berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

PHK PPPK Mengancam! 1,3 Juta Pegawai Terancam Kehilangan Pekerjaan, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul
Biaya Haji 2026 Terancam Naik, Pemerintah Pastikan Jamaah Tak Dibebani!
Cara Mengurus Sertifikat Tanah Wakaf 2026: Panduan Legal Lengkap, Anti Sengketa & Dijamin Aman!
AI Bikin Otak “Hang”? Studi Harvard Ungkap Bahaya Tersembunyi yang Picu AI Brain Fry di Tempat Kerja
Terbaru, 3 Fakta Penting tentang Guru PPPK Paruh Waktu
Nama Anda Terdaftar? Ini Cara Cek Bansos 2026 dan Arti Desil yang Bikin Kaget!
Promo PLN April 2026: Diskon Listrik Rp10.000 via PLN Mobile, Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!
PPPK Aman dari PHK! BKN Tegas: Tak Ada Pemecatan Karena Anggaran, Ini 6 Alasan Resminya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 11:52 WIB

PHK PPPK Mengancam! 1,3 Juta Pegawai Terancam Kehilangan Pekerjaan, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul

Sabtu, 4 April 2026 - 10:00 WIB

Biaya Haji 2026 Terancam Naik, Pemerintah Pastikan Jamaah Tak Dibebani!

Jumat, 3 April 2026 - 16:00 WIB

Cara Mengurus Sertifikat Tanah Wakaf 2026: Panduan Legal Lengkap, Anti Sengketa & Dijamin Aman!

Jumat, 3 April 2026 - 15:00 WIB

AI Bikin Otak “Hang”? Studi Harvard Ungkap Bahaya Tersembunyi yang Picu AI Brain Fry di Tempat Kerja

Jumat, 3 April 2026 - 13:00 WIB

Terbaru, 3 Fakta Penting tentang Guru PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru