Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan RI, Amran Sulaiman.

Mentan RI, Amran Sulaiman.

BISNIS,JS– Kementerian Pertanian (Kementan) melihat peluang hilirisasi kelapa Indonesia semakin terbuka karena permintaan global terus meningkat, terutama dari China. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa kelapa termasuk komoditas strategis yang mampu memberikan nilai ekonomi tinggi.

Dalam Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat (13/2/2026), Amran menyatakan bahwa mengolah kelapa menjadi produk hilir dapat meningkatkan nilainya hingga 100 kali lipat. “Jika kita hilirisasi kelapa, nilainya bisa naik 100 kali lipat. Ini merupakan peluang besar bagi Indonesia,” ujar Amran.

Baca Juga :  Sekolah Tidak Cukup, Begini Cara Jadi Cerdas Finansial

Pergeseran Konsumsi di China Buka Peluang Besar

Amran menjelaskan, tren konsumsi di China kini bergeser dari susu hewani, seperti susu sapi dan kambing, ke susu nabati berbasis kelapa. Pergeseran ini membuka peluang ekonomi yang sangat besar. “Coconut milk menjadi pilihan baru konsumen di China. Pergeseran ini bisa membawa potensi ekonomi hingga Rp5.000 triliun bagi Indonesia,” kata Amran.

Gambir, Komoditas Unggulan yang Belum Teralih Hilir

Selain kelapa, Amran menyoroti gambir sebagai komoditas strategis lain. Indonesia menguasai sekitar 80% pasar gambir dunia, namun selama ini negara masih mengekspor dalam bentuk bahan baku. Menurut Amran, mengolah gambir menjadi produk hilir bisa meningkatkan nilainya hingga Rp2.000–3.000 triliun. “Hasil penelitian para pakar dan kunjungan ke India serta Jepang menunjukkan potensi nilai hilirisasi gambir sangat besar,” jelasnya.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin BPR Bermasalah, Industri Perbankan Diperkuat

Hilirisasi Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi

Amran menegaskan bahwa percepatan hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dalam skala besar. Ia menargetkan program ini dapat membuka pekerjaan bagi sekitar 5 juta orang. Amran optimistis bahwa langkah ini akan mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Dengan hilirisasi, target pertumbuhan ekonomi 8% bukan lagi mimpi, tetapi bisa terwujud,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
IHSG Anjlok 1,51 Persen, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Selasa, 29 September 2026 - 23:25 WIB

BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank

Berita Terbaru