JAKARTA,JS- Rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk SMA Unggul Garuda belum menarik minat besar dari para calon pendidik. Dari 96 formasi yang dibuka, hanya 490 orang yang mendaftar hingga penutupan pendaftaran.
Padahal, pemerintah menargetkan jumlah pelamar ideal berada di kisaran 1.000 hingga 2.000 orang.
Program rekrutmen ini berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Gaji Lebih Besar dan Fasilitas Lengkap
Meski belum mengumumkan besaran gaji secara rinci, Kemdiktisaintek memastikan pendapatan guru PPPK SMA Unggul Garuda berada di atas rata-rata. Selain gaji pokok, guru akan menerima tunjangan tambahan di luar tunjangan profesi guru (TPG) dan tunjangan melekat.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas penunjang, termasuk rumah dinas dan dukungan lainnya, guna menunjang kinerja guru di sekolah unggulan tersebut.
Namun demikian, berbagai insentif itu belum cukup mendorong lonjakan jumlah pendaftar.
Seleksi Administrasi Tetap Berlanjut
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Ditjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa proses rekrutmen telah memasuki tahap seleksi administrasi.
“Pendaftaran guru PPPK tidak kami perpanjang, meskipun pendaftarnya hanya 490 orang,” ujar Ardi, yang akrab disapa Titin, dalam diskusi Ngopi Bareng Fortadik, Rabu (18/2/2026).
Menurut Titin, keputusan tersebut mempertimbangkan kebutuhan guru yang sangat mendesak. Empat SMA Unggul Garuda akan memulai pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027, sehingga seluruh tahapan harus berjalan sesuai linimasa.
Kebutuhan Mendesak Jadi Pertimbangan Utama
Selanjutnya, Kemdiktisaintek berencana membuka rekrutmen guru ASN tambahan.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menegaskan bahwa pada prinsipnya SMA Unggul Garuda membutuhkan guru berstatus PNS.
“Karena seleksi CPNS baru berlangsung pertengahan tahun dan bersifat nasional, kami membuka rekrutmen PPPK secara institusi,” jelas Najib.
Guru PPPK Dapat Afirmasi Saat CPNS
Untuk pengadaan tahap pertama, Kemdiktisaintek membuka 96 formasi guru PPPK yang akan ditempatkan di empat SMA Unggul Garuda baru. Najib menargetkan para guru terpilih menerima SK PPPK pada 1 Mei 2026.
Meski begitu, para guru tetap harus mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
“Kami membatasi usia pelamar maksimal 32 tahun per 1 Mei 2026 agar mereka masih memenuhi syarat saat seleksi CPNS dan bisa memperoleh afirmasi,” kata Najib.
Jadwal Lengkap Rekrutmen Guru PPPK SMA Unggul Garuda
Sebagai penutup, berikut tahapan rekrutmen guru PPPK SMA Unggul Garuda:
- 2–21 Februari 2026: Seleksi administrasi
- 22–24 Februari 2026: Pengumuman hasil seleksi administrasi
- 31 Maret–4 April 2026: Tes CAT BKN
- 11–13 April 2026: Seleksi kompetensi teknis tambahan
- 5 Mei 2026: Penerbitan SK PPPK
Dengan proses rekrutmen yang tetap berjalan, pemerintah berharap SMA Unggul Garuda dapat beroperasi tepat waktu dan menjadi motor penggerak pendidikan unggulan di Indonesia.(*)









