OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas Jasa Keuangan menegaskan akan memberikan tanda atau notasi khusus bagi 267 yang belum mencapai free float 15%.. (Sumber/Google)

Otoritas Jasa Keuangan menegaskan akan memberikan tanda atau notasi khusus bagi 267 yang belum mencapai free float 15%.. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Otoritas Jasa Keuangan (Otoritas Jasa Keuangan/OJK) akan memberi tanda atau notasi khusus kepada emiten yang belum memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen. Melalui langkah ini, OJK ingin memperkuat transparansi pasar modal dan membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih terinformasi.

Saat ini, free float mencerminkan porsi saham perusahaan terbuka yang dimiliki publik dan dapat diperdagangkan secara bebas di bursa. Saham milik pengendali, direksi, komisaris, serta karyawan tidak masuk dalam perhitungan tersebut.

Baca Juga :  OJK Wanti-Wanti: Jual Beli Rekening Bisa Bawa Masalah Besar

Aturan Free Float Naik Bertahap Selama Dua Tahun

Sebagai bagian dari penguatan struktur pasar, OJK menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. OJK menerapkan kebijakan ini secara bertahap selama dua tahun agar emiten memiliki waktu penyesuaian yang memadai.

Melalui kebijakan ini, OJK menargetkan peningkatan likuiditas saham sekaligus perbaikan tata kelola perusahaan tercatat.

Notasi Khusus Jadi Panduan Tambahan bagi Investor

Selanjutnya, Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa notasi khusus akan berfungsi sebagai informasi tambahan di pasar.

Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut, notasi ini memudahkan investor membedakan saham yang telah memenuhi ketentuan free float dengan saham yang masih berada di bawah ambang batas.

“Melalui notasi ini, investor bisa langsung mengenali struktur kepemilikan publik suatu saham sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Kiki dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (20/2).

“Ini kebijakan baru dan manfaatnya besar, terutama bagi investor ritel di Indonesia,” kata Kiki.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin BPR Bermasalah, Industri Perbankan Diperkuat

OJK Siapkan Masa Transisi dan Exit Policy

Di sisi lain, OJK juga menyiapkan aturan transisi yang mengatur jangka waktu pemenuhan free float. Selain itu, otoritas menyusun mekanisme exit policy bagi emiten yang gagal memenuhi ketentuan hingga batas waktu yang ditetapkan.

Menurut Kiki, skema tersebut akan memberikan kepastian bagi pelaku pasar sekaligus menjaga kualitas emiten di bursa.

“Kami akan menjelaskan secara terbuka mengenai masa transisi dan mekanisme exit policy agar pasar memiliki kepastian,” ujarnya.

267 Emiten Belum Capai Free Float 15 Persen

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia mencatat masih terdapat 267 perusahaan tercatat yang belum memenuhi batas free float 15 persen. Data ini mengacu pada Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Kepemilikan Saham per 31 Desember 2025.

Baca Juga :  OJK ; Pembiayaan KMP Rp 149 Triliun dan MBG RP1.02 Triliun

pasarmodal, OJK, freefloat, emiten, saham, investor, BEI

 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa seluruh emiten tersebut sebenarnya telah memenuhi ketentuan lama sebesar 7,5 persen. Namun, emiten-emiten tersebut masih perlu meningkatkan porsi saham publik agar sesuai dengan aturan terbaru.

“Jika seluruh emiten tersebut menyesuaikan free float hingga 15 persen, pasar perlu menyerap tambahan kapitalisasi sekitar Rp187 triliun,” kata Nyoman dalam keterangan pers, Kamis (19/2).(*)

Berita Terkait

Gaji Besar Tanpa Tes? Hati-hati, Ini Modus Lowongan Kerja Paling Banyak Makan Korban
Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya
TPG Guru PPG 2025 Seret, Info GTK Justru Bermasalah
55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional
Ramai Isu Zakat untuk MBG, Kemenag Akhirnya Buka Suara
Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS
Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya
Harga Emas Hari Ini Melonjak, Cek Rinciannya!
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:00 WIB

Gaji Besar Tanpa Tes? Hati-hati, Ini Modus Lowongan Kerja Paling Banyak Makan Korban

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:00 WIB

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:30 WIB

TPG Guru PPG 2025 Seret, Info GTK Justru Bermasalah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB

55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:00 WIB

Ramai Isu Zakat untuk MBG, Kemenag Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru

Buruan klaim kode redeem PUBG hari ini

Dunia Game

Buruan Klaim, Kode Redeem PUBG Mobile 22 Februari 2026

Minggu, 22 Feb 2026 - 05:00 WIB

Kode redeem kenshin Impact terbaru

Dunia Game

Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa, 10 Kode Redeem Genshin Impact

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:30 WIB

Kode redeem MLBB Hari ini

Dunia Game

Baru Rilis, Kode Redeem Mobile Legends Diburu Pemain

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:00 WIB

Ria Ricis

Selebritis

Rencana Umrah Gagal, Ria Ricis Singgung Soal Travel Bermasalah

Minggu, 22 Feb 2026 - 03:00 WIB