SUNGAIPENUH,JS-
Warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi, menghadapi kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak melayani pembelian seperti biasanya, sehingga pengendara harus mencari lokasi lain atau menunggu kedatangan pasokan.
Situasi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengendara yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan mengangkut hasil pertanian. Sebagian warga bahkan memilih bertahan di SPBU selama berjam-jam demi mendapatkan BBM untuk melanjutkan perjalanan.
Di sejumlah lokasi, warga juga menemukan SPBU yang belum melayani pengisian Pertalite. Papan pemberitahuan di area pengisian menjadi tanda bahwa pengendara harus menunggu pasokan berikutnya atau mencari alternatif lain.
Kondisi ini menambah beban masyarakat yang setiap hari mengandalkan kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun menjalankan usaha.
Sopir Pengangkut Hasil Pertanian Ikut Terdampak
Kesulitan mendapatkan Pertalite tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi menghambat pekerjaan masyarakat. Sopir pengangkut hasil pertanian menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampak langsung karena mereka harus mengantarkan muatan sesuai kebutuhan pelanggan.
Rido, salah seorang sopir, mengaku harus menunggu lama di SPBU agar bisa memperoleh Pertalite. Ia membutuhkan BBM untuk mengangkut hasil pertanian sehingga tidak bisa meninggalkan lokasi pengisian begitu saja.
“Kita membawa hasil pertanian, jadi harus segera diantar. Makanya terpaksa menunggu berjam-jam di SPBU sampai Pertalite datang,” ujar Rido.
Menurut pengalaman tersebut, keterlambatan memperoleh BBM dapat mengganggu jadwal pengiriman. Sopir harus mengatur ulang waktu perjalanan, sementara pekerjaan tetap menuntut penyelesaian secepat mungkin.
Bagi pengemudi yang menggantungkan pendapatan pada jumlah perjalanan, waktu tunggu juga dapat mengurangi kesempatan mereka menyelesaikan pekerjaan dalam sehari. Namun, besarnya dampak terhadap biaya operasional dan pendapatan sopir masih memerlukan data lebih lanjut.
Pasokan Pertalite Disebut Tiba Sore Hari
Di tengah kesulitan tersebut, informasi mengenai waktu kedatangan pasokan menjadi perhatian pengendara. Seorang petugas SPBU di Sungai Penuh menyebut pasokan Pertalite biasanya tiba pada sore hari.
“Jadwal masuk Pertalite pukul 16.00–17.00 WIB. Kita mulai mengisi BBM jam segitu hingga malam,” kata petugas tersebut.
Informasi itu memberi gambaran mengenai waktu yang perlu diperhatikan pengendara ketika mencari Pertalite. Meski demikian, jadwal tersebut tidak serta-merta berlaku untuk seluruh SPBU di Kerinci dan Sungai Penuh karena setiap lokasi dapat memiliki waktu penerimaan pasokan yang berbeda.
Pengendara sebaiknya memastikan informasi langsung kepada SPBU tujuan sebelum berangkat. Langkah ini dapat membantu masyarakat menghindari perjalanan yang tidak perlu, terutama ketika jarak antarlokasi cukup jauh.
Selain itu, masyarakat perlu memperhitungkan kebutuhan BBM sebelum melakukan perjalanan penting. Sopir pengangkut hasil pertanian, pedagang, dan pekerja lapangan dapat menyesuaikan waktu keberangkatan setelah memperoleh informasi mengenai ketersediaan Pertalite.
Pembatasan Pasokan Memicu Antrean
Petugas SPBU tersebut juga menyebut jumlah pasokan Pertalite yang tersedia saat ini mengalami pembatasan. Kondisi itu membuat pelayanan kepada pengendara tidak berjalan selancar biasanya.
“Jumlah pasokan sedikit dibatasi, makanya terjadi antrean panjang,” jelasnya.
Ketika pasokan yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan pengendara dalam waktu bersamaan, antrean berpotensi terus bertambah. Situasi semakin terasa ketika kendaraan datang pada jam yang sama untuk mengisi BBM setelah menyelesaikan pekerjaan atau sebelum melanjutkan perjalanan.
Meski demikian, informasi mengenai pembatasan pasokan tersebut masih berasal dari keterangan seorang petugas SPBU. Belum ada data kuota, volume pengiriman, ataupun penjelasan resmi yang tersedia dalam informasi awal ini untuk memastikan penyebab dan cakupan gangguan distribusi di seluruh wilayah.
Karena itu, masyarakat membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi pasokan Pertalite, termasuk jumlah BBM yang tersedia dan jadwal pengiriman ke masing-masing SPBU.
Warga Berharap Distribusi Kembali Normal
Kesulitan memperoleh Pertalite membuat masyarakat berharap distribusi BBM segera kembali normal. Kepastian pasokan sangat penting bagi pengendara yang menggunakan kendaraan untuk mencari nafkah, mengangkut hasil pertanian, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai jadwal kedatangan BBM agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Informasi yang akurat akan membantu pengendara menghindari antrean panjang dan mengurangi waktu tunggu di SPBU.
Di sisi lain, pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai penyebab keterlambatan atau pembatasan pasokan, sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hingga informasi ini disusun, penyebab utama gangguan pasokan Pertalite di Kerinci dan Sungai Penuh serta perkiraan waktu pemulihan distribusi belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.
Masyarakat kini menunggu kepastian agar aktivitas transportasi dan pengangkutan hasil pertanian tidak terus terganggu. Bagi warga yang setiap hari mengandalkan kendaraan untuk bekerja, ketersediaan Pertalite bukan sekadar persoalan antrean, melainkan juga menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi mereka.(AN)










