Razia di Lampu Merah, Dinsos Kota Jambi Amankan 32 Gepeng

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Kejar-kejaran Dinsos Kota Jambi amankan Gepeng yang keliaran di lampu merah.

Aksi Kejar-kejaran Dinsos Kota Jambi amankan Gepeng yang keliaran di lampu merah.

JAMBI – Dinas Sosial Kota Jambi kembali turun ke jalan untuk menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng), Minggu (1/3/2026). Operasi ini menyasar sejumlah titik strategis kota dan sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara petugas dan para gepeng.

Pertama-tama, petugas mengawali razia di simpang empat lampu merah Pasar Jambi. Kehadiran mobil operasional langsung memicu kepanikan. Sejumlah gelandangan, pengamen, hingga penjual tisu berlarian ke berbagai arah untuk menghindari penertiban.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Terima Kunjungan Kerja Wali Kota Jambi

Beberapa di antaranya bahkan berlari cukup jauh. Akibatnya, petugas tidak berhasil mengamankan seluruh gepeng yang berada di lokasi tersebut.

Gepeng Sudah Hafal Pola Razia

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menjelaskan bahwa kejadian tersebut kerap berulang. Menurutnya, para gepeng sudah mengenali kendaraan dinas petugas.

“Begitu melihat mobil Dinsos, mereka langsung kabur. Larinya cepat sekali, jadi tidak semuanya bisa kami kejar,” ujarnya.

Penyisiran Berlanjut ke Titik Rawan Lain

Selanjutnya, petugas melanjutkan razia ke sejumlah lokasi lain yang kerap menjadi tempat aktivitas mengemis. Salah satu titik yang disisir berada di lampu merah dekat Museum Rakyat Jambi.

Di lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria yang menjajakan tisu kepada pengendara. Petugas kemudian membawanya untuk pendataan dan pembinaan.

Badut dan Anak Kecil Ikut Terjaring

Tak berhenti di situ, petugas juga menemukan seorang pria berkostum badut yang membawa seorang anak perempuan untuk mengemis di persimpangan lampu merah. Temuan ini kembali menyoroti praktik eksploitasi anak di ruang publik.

Sementara itu, di titik berbeda, petugas menjaring seorang ibu bersama empat anak kecil. Keluarga tersebut mengumpulkan barang rongsokan menggunakan gerobak di pinggir jalan.

Baca Juga :  Maulana Ajak Warga Jambi Wujudkan Generasi Sehat

Lima KK dan Puluhan Orang Terdata

Berdasarkan hasil pendataan, Dinas Sosial mencatat lima kepala keluarga (KK) dengan total 13 orang dalam satu kelompok keluarga. Selain itu, petugas juga menambahkan 19 orang lain yang terjaring dalam operasi sebelumnya.

“Totalnya ada 32 orang gelandangan dan pengemis yang kami amankan. Di antaranya terdapat anak-anak,” jelas Yunita.

Pembinaan hingga Pengantaran ke Rumah

Petugas kemudian membawa seluruh gepeng ke kantor Dinas Sosial Kota Jambi. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pendataan sekaligus memberikan pembinaan singkat.

Setelah itu, petugas mengantar mereka kembali ke rumah masing-masing. Namun, dalam proses pengantaran, petugas menemukan sejumlah alamat yang tidak sesuai dengan data KTP.

Untuk kasus tersebut, Dinas Sosial menyerahkan penelusuran lanjutan kepada ketua RT setempat agar data kependudukan dapat diverifikasi.

Baca Juga :  Ramadhan di Jambi: Jangan Bagi Takjil di Jalan, Ini Alasannya

“Sebagian besar merupakan warga Kota Jambi. Namun, satu orang berasal dari Muaro Jambi,” tambah Yunita.

Ramadan Picu Aktivitas Mengemis

Memasuki bulan Ramadan, Yunita mengakui adanya peningkatan aktivitas gepeng di jalanan. Meski begitu, ia menilai lonjakan tersebut belum tergolong signifikan.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang masih memberi uang secara langsung di jalan turut memperkuat praktik mengemis.

“Karena sering diberi, mereka terbiasa. Akhirnya mentalnya selalu meminta,” ujarnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Sosial mengimbau masyarakat agar menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi atau program sosial pemerintah. Cara tersebut dinilai lebih tepat sasaran dan mampu melindungi anak-anak dari eksploitasi.

Ke depan, Dinsos memastikan razia dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan menjaga ketertiban kota sekaligus menekan jumlah gelandangan dan pengemis di ruang publik, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.(*)

Berita Terkait

Kejari Tebo Tahan Kades dan Bendahara Desa Sungai Pandan, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1,16 Miliar Terungkap
DPRD Merangin Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025 Jadi Perda, Dorong Peningkatan PAD dan Tata Kelola Keuangan Daerah
Pengukuran Pakaian Mulai Dilaksanakan, Program Pembagian Seragam Sekolah Gratis Alfin-Azhar Segera Direalisasikan
Gubernur Al Haris Murka! Banyak Kepala OPD Jambi Mangkir dari Rapat DPRD, Ancam Evaluasi dan Job Fit Agustus 2026
Angin Puting Beliung Terjang Desa Tutung Bungkuk Kerinci, Sejumlah Rumah dan Kendaraan Rusak
APBD 2027 Kota Sungai Penuh Mulai Dibahas, Alfin Ungkap Target Ekonomi, PAD hingga Program Prioritas yang Berdampak Langsung untuk Warga
Sekda Alpian Pimpin Upacara Hari Anak Nasional 2026, Tegaskan Perlindungan Anak dan Disiplin ASN di Kota Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care, Investasi Baru Dongkrak Ekonomi Sungai Penuh dan Buka Peluang Kerja
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:01 WIB

Kejari Tebo Tahan Kades dan Bendahara Desa Sungai Pandan, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1,16 Miliar Terungkap

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:01 WIB

Pengukuran Pakaian Mulai Dilaksanakan, Program Pembagian Seragam Sekolah Gratis Alfin-Azhar Segera Direalisasikan

Senin, 27 Juli 2026 - 20:31 WIB

Gubernur Al Haris Murka! Banyak Kepala OPD Jambi Mangkir dari Rapat DPRD, Ancam Evaluasi dan Job Fit Agustus 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 19:00 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Desa Tutung Bungkuk Kerinci, Sejumlah Rumah dan Kendaraan Rusak

Senin, 27 Juli 2026 - 16:08 WIB

APBD 2027 Kota Sungai Penuh Mulai Dibahas, Alfin Ungkap Target Ekonomi, PAD hingga Program Prioritas yang Berdampak Langsung untuk Warga

Berita Terbaru