Bantuan Perikanan 2026 Bocor ke Pesisir, Kerinci Kebagian Segini

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas kelompok nelayan Kabupaten Kerinci, ditengah minimnya nggaran dari DKP Provinsi Jambi.

Aktivitas kelompok nelayan Kabupaten Kerinci, ditengah minimnya nggaran dari DKP Provinsi Jambi.

JAMBI,JS- Bantuan Perikanan 2026 Bocor ke Pesisir, Kerinci Kebagian Segini

Rencana belanja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi (DKP) tahun anggaran 2026 menyorot ketimpangan distribusi bantuan perikanan. Saat dana APBD mengalir deras ke kawasan pesisir, kelompok perikanan di wilayah daratan—terutama Kabupaten Kerinci—justru menerima alokasi paling minim.

Berdasarkan dokumen perencanaan, DKP Jambi menyiapkan puluhan paket bantuan dengan nilai besar. Namun, sebagian besar anggaran tersebut mengarah ke kabupaten pesisir seperti Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Pesisir Mendominasi Anggaran

Kelompok nelayan di wilayah pesisir mendominasi daftar penerima bantuan bernilai tinggi. KN Tawakkal Tanjab Barat menerima Rp 89,9 juta, sementara KN Sinar Fajar dan KN Riski Laut Jaya Lambur di Tanjung Jabung Timur memperoleh bantuan di atas Rp 86 juta. Pola ini mempertegas keberpihakan anggaran DKP Jambi ke kawasan pesisir.

Baca Juga :  KTP Diurus, Masyarakat Kerinci Abaikan Dokumen Penting Ini

Selain itu, sejumlah kelompok nelayan lain di Tanjung Jabung Timur dan Barat juga menikmati bantuan di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 80 juta per paket.

Kerinci Tersisih ke Kategori Terbawah

Sebaliknya, kelompok pembudidaya ikan di Kerinci hanya menerima bantuan bernilai kecil. Seluruh kelompok dari daerah ini masuk kategori bantuan di bawah Rp 30 jutaan.

Rinciannya, Pokdakan Pelangi Pisces di Kabupaten Kerinci memperoleh Rp 30,7 juta. KN Kabupaten Kerinci menerima Rp 26,25 juta. Sementara itu, Kelompok Jumbo Farm hanya mendapat Rp 16,1 juta untuk bantuan alat pengolahan—angka terendah dalam keseluruhan daftar.

Perbandingan ini menunjukkan jarak mencolok antara Kerinci dan wilayah pesisir. Beberapa kelompok nelayan pantai bahkan menerima dana hingga lima kali lipat lebih besar.

Sungai Penuh Bernasib Sama

Kondisi tersebut juga terjadi di Sungai Penuh. Pokdakan Kayangan hanya memperoleh bantuan Rp 30,7 juta, nilai yang masih berada di batas bawah skema bantuan DKP Jambi 2026.

Potensi Besar, Dukungan Kecil

Ironisnya, Kerinci dan Sungai Penuh memiliki potensi perikanan air tawar yang besar dan menjadi sumber penghidupan ribuan warga. Namun, dukungan anggaran belum mencerminkan potensi tersebut.

Baca Juga :  Sepekan Pasca Pembobolan, Apa Kabar ATM Bank Jambi?

Jika DKP Jambi mempertahankan pola belanja seperti ini, ketimpangan pembangunan sektor perikanan berisiko semakin melebar. Wilayah pesisir terus melaju dengan sokongan dana besar, sementara daerah hulu harus bertahan dengan anggaran terbatas.

Hingga kini, DKP Jambi belum memberikan penjelasan resmi terkait dasar penentuan nilai bantuan. Namun, data belanja 2026 sudah berbicara jelas: kelompok perikanan Kerinci kembali berada di posisi paling terpinggirkan dalam distribusi anggaran.

Ari salah seorang angota kelompok nelayan Kerinci menyeyangkan akan minimnya anggaran bantuan bagi para nelayan Kerinci. Menurutnya, saat ini bantuan anggaran bantuan perikanan sangat diharapkan.

“Saat ini semua tahu kondisi danau kerinci sebagai wadah usaha perikanan semakin memprihatinkan, hasil tangkapan ikan makin merosot. Bantuan perikanan tentunya sangat diharapkan untuk pengembangan usaha perikanan ke bidang lainnya,” sebutnya.(*)

Berita Terkait

Kabar Penting untuk ASN! Begini Aturan Anggota Keluarga Tambahan BPJS dengan Iuran 1 Persen
Catat Tanggalnya! Festival Kopi Kerinci 2026 Hadir di Kayu Aro, Kopi Tanah Surga Dibawa ke Panggung Dunia
Karhutla Sarolangun 2026 Makin Mengkhawatirkan, 488 Hektare Lahan Terbakar dan 1.070 Hotspot Terdeteksi
Harga BBM Pertamina di Jambi 10 September 2026: Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik, Cek Daftar Lengkapnya
Atlet Sungai Penuh Panen Medali, Wako Alfin Janjikan Beasiswa dan Penghargaan
Kabut Asap Masih Selimuti Sungai Penuh, Bunda PAUD Minta Guru dan Orang Tua Awasi Kesehatan Anak
ISPU Tanjab Timur 55, Masih Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan dan Imbauan Dinas Kesehatan
Pemkot Sungai Penuh Siapkan Penilaian 360 Derajat untuk PNS dan PPPK, Kinerja ASN Dipantau Lebih Transparan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:30 WIB

Kabar Penting untuk ASN! Begini Aturan Anggota Keluarga Tambahan BPJS dengan Iuran 1 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 10:40 WIB

Catat Tanggalnya! Festival Kopi Kerinci 2026 Hadir di Kayu Aro, Kopi Tanah Surga Dibawa ke Panggung Dunia

Kamis, 10 September 2026 - 22:01 WIB

Karhutla Sarolangun 2026 Makin Mengkhawatirkan, 488 Hektare Lahan Terbakar dan 1.070 Hotspot Terdeteksi

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Atlet Sungai Penuh Panen Medali, Wako Alfin Janjikan Beasiswa dan Penghargaan

Kamis, 10 September 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Sungai Penuh, Bunda PAUD Minta Guru dan Orang Tua Awasi Kesehatan Anak

Berita Terbaru