Kredit Murah 6% dari Koperasi Merah Putih Jadi Solusi!, Tekan Pinjol

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koperasi Merah Putih

Koperasi Merah Putih

JAKARTA,JS- kebijakan kredit murah dari pemerintah kembali jadi sorotan publik! Faktanya, Presiden Prabowo Subianto mendorong bunga pinjaman hanya 6% per tahun melalui Koperasi Desa Merah Putih—jauh lebih rendah dibanding pinjaman mikro saat ini.

Langkah ini langsung menarik perhatian karena dinilai bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat kecil yang selama ini terjebak rentenir dan pinjaman online berbunga tinggi.

Fakta Menarik Tentang Kredit Murah Koperasi Merah Putih

  • Bunga hanya 6% per tahun
    Pemerintah menargetkan bunga kredit koperasi desa jauh lebih rendah dibanding kredit mikro yang saat ini bisa mencapai 24% per tahun.
  • 80.000 koperasi akan dibangun
    Program ini mencakup pembentukan sekitar 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia untuk memperluas akses pembiayaan murah.
  • Solusi lawan rentenir & pinjol
    Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa program ini hadir sebagai alternatif agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.
  • Petani jadi fokus utama
    Petani sering menghadapi kebutuhan mendesak selama masa tanam hingga panen (sekitar 120 hari), sehingga rentan terjerat pinjaman dengan bunga tinggi hingga 1% per hari.
  • Peran koperasi lebih luas
    Selain pembiayaan, koperasi juga akan menyediakan kebutuhan pokok murah dan menyerap hasil produksi masyarakat desa (offtaker).
Baca Juga :  Koperasi Ambil Alih Desa, Ekspansi Alfamart dan Indomaret Terancam

Reaksi Publik / Media

Kebijakan ini langsung memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan pengamat ekonomi.

Banyak netizen di media sosial menyambut positif langkah ini karena dinilai berpihak pada rakyat kecil. Mereka menilai bunga 6% jauh lebih manusiawi dibanding praktik rentenir yang selama ini membebani.

Dalam pernyataannya, Prabowo Subianto juga menyoroti ketimpangan suku bunga yang terjadi saat ini.

“Orang kecil bisa kena bunga sampai 20–24%, sementara pengusaha besar hanya sekitar 9–12%. Ini tidak adil,” tegasnya.

Sementara itu, Ferry Juliantono menyebut kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memutus rantai ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman tidak sehat.

Media nasional pun menyoroti program ini sebagai terobosan besar dalam sistem pembiayaan berbasis koperasi yang belum pernah dilakukan dalam skala sebesar ini.

Baca Juga :  Resmi OJK! Ini 95 Pinjol Legal Maret 2026, Cek Daftar Lengkap Agar Tidak Terjebak Pinjaman Ilegal

Dampak atau Prediksi Selanjutnya

Kebijakan kredit murah ini diprediksi akan membawa dampak besar bagi perekonomian desa.

Selain itu, akses pembiayaan yang lebih ringan berpotensi meningkatkan produktivitas petani dan pelaku usaha mikro. Dengan bunga rendah, masyarakat bisa mengembangkan usaha tanpa tekanan cicilan tinggi.

Hal ini menandakan adanya upaya serius pemerintah dalam menciptakan keadilan ekonomi, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Tidak hanya itu, program ini juga berpotensi menekan pertumbuhan pinjaman online ilegal dan praktik rentenir yang selama ini sulit dikendalikan.

Di sisi lain, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengelolaan koperasi yang profesional dan transparan. Jika berjalan optimal, Koperasi Merah Putih bisa menjadi model ekonomi desa yang bahkan dipelajari oleh negara lain.

Kesimpulan / CTA

Program kredit bunga 6% dari Koperasi Desa Merah Putih menjadi angin segar bagi masyarakat kecil. Dengan akses pembiayaan yang lebih adil, harapan untuk lepas dari jeratan utang berbunga tinggi semakin terbuka lebar.

Bagaimana menurutmu? Apakah kebijakan ini benar-benar bisa membantu rakyat kecil? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tahu!.(*)

Berita Terkait

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Berita Terbaru