Viral! Warga Kerinci dan Sungai Penuh Pilih Merantau ke Malaysia

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sejumlah warga Kerinci dan Sungai Penuh pilih Merantau ke Malaysia

Ilustrasi sejumlah warga Kerinci dan Sungai Penuh pilih Merantau ke Malaysia

KERINCI,JS- Arus perantauan warga dari Kerinci dan Sungai Penuh ke Malaysia kembali meningkat pada 2026. Banyak warga memilih meninggalkan kampung halaman demi mencari penghasilan yang lebih layak. Fenomena ini tidak muncul tanpa alasan. Kondisi lapangan kerja yang terbatas serta selisih kurs ringgit Malaysia terhadap rupiah menjadi faktor utama yang mendorong keputusan tersebut.

Selain itu, tren ini terlihat semakin masif di kalangan usia produktif. Banyak pemuda hingga kepala keluarga mengambil langkah besar demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Lapangan Kerja Terbatas di Kerinci dan Sungai Penuh

Minimnya peluang kerja di Kerinci dan Sungai Penuh menjadi pemicu utama meningkatnya angka perantauan. Banyak lulusan SMA hingga sarjana kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Selain itu, sektor ekonomi lokal masih bergantung pada pertanian dan perdagangan skala kecil. Kondisi ini belum mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kurs Ringgit Jadi Magnet Utama

Perbedaan nilai tukar antara ringgit Malaysia dan rupiah menjadi daya tarik besar bagi warga Kerinci dan Sungai Penuh. Penghasilan di Malaysia terlihat jauh lebih menguntungkan ketika dikonversi ke rupiah.

Sebagai contoh, pekerjaan dengan gaji standar di Malaysia mampu memberikan nilai yang signifikan bagi keluarga di kampung halaman. Banyak perantau mampu mengirim uang secara rutin, bahkan dalam jumlah besar.

Selain itu, stabilitas ekonomi Malaysia membuat penghasilan terasa lebih pasti dibandingkan pekerjaan serabutan di daerah asal.

Malaysia Jadi Tujuan Favorit Warga Kerinci

Malaysia menjadi destinasi utama bagi warga Kerinci dan Sungai Penuh. Faktor kedekatan geografis serta kemiripan budaya mempermudah proses adaptasi.

Selain itu, jaringan perantau yang sudah terbentuk sejak lama semakin memperkuat tren ini. Banyak warga mendapatkan informasi pekerjaan dari keluarga atau teman yang lebih dulu bekerja di Malaysia.

Dengan demikian, proses keberangkatan terasa lebih mudah dan risiko dianggap lebih kecil.

Baca Juga :  Waspada Karhutla! BPBD Kabupaten Kerinci Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan di Musim Kemarau

Efek Domino dari Kisah Sukses Perantau

Cerita sukses para perantau menjadi motivasi kuat bagi warga lainnya. Banyak keluarga di Kerinci dan Sungai Penuh berhasil membangun rumah, membuka usaha, hingga membiayai pendidikan anak dari hasil bekerja di Malaysia.

Selain itu, keberhasilan ini menciptakan efek domino. Semakin banyak orang tertarik mengikuti jejak tersebut karena melihat hasil nyata.

Namun, tidak semua cerita berakhir manis. Beberapa perantau juga menghadapi kesulitan yang jarang terekspos.

Dampak Ekonomi bagi Daerah Asal

Kiriman uang dari Malaysia memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal. Perputaran uang di Kerinci dan Sungai Penuh meningkat berkat remitansi dari para pekerja migran.

Selain itu, banyak keluarga mengalami peningkatan taraf hidup. Mereka mampu memperbaiki rumah, membeli lahan, hingga memulai usaha kecil.

Dengan kata lain, kontribusi perantau sangat terasa dalam menopang ekonomi daerah.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meskipun peluang terlihat besar, risiko tetap mengintai. Beberapa perantau menghadapi masalah seperti dokumen ilegal, penipuan agen, hingga kondisi kerja yang tidak sesuai harapan.

Selain itu, perlindungan tenaga kerja masih menjadi isu penting. Banyak kasus pekerja yang mengalami kesulitan ketika menghadapi masalah di luar negeri.

Oleh karena itu, calon perantau harus memastikan proses keberangkatan dilakukan secara resmi dan legal.

Baca Juga :  Update Terbaru Kontrak PPPK 2027! Tak Ada Seleksi Baru di Sungai Penuh

Peran Pemerintah Daerah Sangat Dibutuhkan

Pemerintah daerah Kerinci dan Sungai Penuh perlu mengambil langkah strategis untuk mengatasi fenomena ini. Penciptaan lapangan kerja lokal menjadi solusi utama yang harus diprioritaskan.

Selain itu, pelatihan keterampilan kerja juga perlu ditingkatkan agar masyarakat memiliki daya saing yang lebih baik.

Dengan demikian, masyarakat tidak selalu bergantung pada pekerjaan di luar negeri.

Komentar Warga Kerinci dan Sungai Penuh

Berikut beberapa suara warga terkait fenomena ini:

“Di sini susah cari kerja tetap. Jadi saya pilih ke Malaysia, gajinya jelas dan bisa kirim uang ke keluarga.” – Rizal, warga Kerinci

“Teman-teman banyak yang sudah di Malaysia. Mereka bilang hasilnya lebih bagus dibanding kerja di kampung.” – Siti, Sungai Penuh

“Kalau ada kerja layak di sini, saya lebih pilih dekat keluarga.” – Andra, 26 tahun

Komentar ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan utama, bukan sekadar keinginan untuk merantau.

FAQ

  1. Mengapa warga Kerinci banyak merantau ke Malaysia?

Karena lapangan kerja terbatas dan gaji di Malaysia lebih tinggi.

  1. Apakah kurs ringgit memengaruhi keputusan merantau?

Ya, selisih kurs membuat penghasilan lebih besar saat dikirim ke Indonesia.

  1. Apa pekerjaan yang paling banyak diambil?

Sektor perkebunan, konstruksi, dan jasa menjadi pilihan utama.

Baca Juga :  Larangan Siswa Bawa Motor ke Sekolah Resmi Berlaku! Kebijakan Baru Sungai Penuh Picu Perhatian Orang Tua
  1. Apakah aman bekerja di Malaysia?

Aman jika menggunakan jalur resmi dan dokumen lengkap.

  1. Bagaimana dampaknya bagi keluarga di kampung?

Keluarga mendapatkan manfaat ekonomi dari kiriman uang secara rutin.

Kesimpulan

Fenomena merantau warga Kerinci dan Sungai Penuh ke Malaysia kembali meningkat akibat kombinasi sulitnya lapangan kerja dan perbedaan kurs ringgit terhadap rupiah. Banyak masyarakat melihat peluang ini sebagai jalan keluar dari tekanan ekonomi.

Namun, risiko tetap harus diperhatikan. Oleh karena itu, setiap calon perantau harus mempersiapkan diri secara matang dan mengikuti prosedur resmi.

Ke depan, solusi utama tetap berada pada peningkatan lapangan kerja di daerah. Jika peluang kerja lokal berkembang, maka tren merantau dapat berkurang secara bertahap.(AN)

Penulis : Aan Pratama

Berita Terkait

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh
Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun
Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah
Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir
Bunda PAUD Sri Kartini Alfin Ajak Anak Cintai Buku Sejak Dini, Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Ceria
Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar
Karhutla Mengancam, BBTNKS Tutup Jalur Pendakian Gunung Kerinci Sejak 1 September
Sri Kartini Alfin Turun Langsung Salurkan Program 3S Sungai Penuh, Sasar Keluarga Berisiko Stunting
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:45 WIB

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh

Kamis, 3 September 2026 - 16:01 WIB

Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun

Kamis, 3 September 2026 - 14:01 WIB

Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir

Kamis, 3 September 2026 - 09:01 WIB

Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar

Berita Terbaru