Wajib Tahu! Ini Ciri-Ciri Ban Mobil Kurang Tekanan Udara Sebelum Terjadi Kecelakaan

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cara cek tekanan ban mobil tanpa alat

Ilustrasi cara cek tekanan ban mobil tanpa alat

OTOMOTIF,JS- Banyak pemilik kendaraan terlalu fokus merawat mesin, oli, atau tampilan mobil, tetapi justru melupakan kondisi ban. Padahal, ban menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Ketika tekanan udara ban tidak sesuai standar, risiko yang muncul bukan hanya membuat perjalanan terasa tidak nyaman, tetapi juga bisa memicu kecelakaan fatal.

Sayangnya, masih banyak pengendara yang tetap memaksakan mobil berjalan dalam kondisi ban kurang angin. Sebagian menganggap masalah ini sepele karena mobil masih bisa digunakan seperti biasa. Padahal, tekanan udara ban yang terlalu rendah dapat mengganggu stabilitas kendaraan, mempercepat kerusakan ban, hingga membuat konsumsi bahan bakar semakin boros.

Kondisi tersebut tentu tidak boleh diabaikan. Pengemudi perlu memahami berbagai tanda ban mobil kurang tekanan udara agar bisa segera mengambil tindakan sebelum terjadi kerusakan lebih serius.

Ban Kurang Angin Membuat Mobil Tidak Stabil

Tekanan udara yang rendah membuat struktur ban kehilangan kemampuan menopang beban kendaraan secara optimal. Akibatnya, mobil terasa lebih limbung saat melaju, terutama ketika melewati tikungan atau jalan bergelombang.

Hariyono, pemilik bengkel Ban Bekas Cawas di Klaten, Jawa Tengah, menjelaskan bahwa gejala ban kurang angin sebenarnya bisa dirasakan saat berkendara.

“Perhatikan ayunan suspensi ketika melewati jalan bergelombang. Kalau ayunan terasa lebih lembek dan membal berulang, kemungkinan tekanan udara ban kurang,” ujarnya.

Kondisi ini muncul karena ban yang terlalu empuk akan menyerap guncangan secara berlebihan. Akibatnya, mobil terasa mengayun lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Selain mengurangi kenyamanan, situasi tersebut juga meningkatkan risiko hilangnya kontrol kendaraan, terutama saat pengemudi melakukan manuver mendadak di jalan.

Respons Kemudi Menjadi Lebih Berat

Ban yang kekurangan tekanan udara biasanya menimbulkan hambatan lebih besar saat bergesekan dengan aspal. Karena itu, setir mobil terasa lebih berat dan kurang responsif.

Pengemudi sering kali harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk mengendalikan arah kendaraan. Gejala ini semakin terasa ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi atau melewati tikungan tajam.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, pengemudi berpotensi kehilangan kendali akibat respons kemudi yang terlambat. Risiko kecelakaan pun meningkat, terutama di jalan padat atau saat hujan turun.

Mobil Terasa Mengayun Saat Akselerasi dan Pengereman

Tanda lain ban kurang tekanan udara juga dapat dirasakan ketika pengemudi menginjak pedal gas atau rem.

Saat mobil berakselerasi, ban yang kempis tidak mampu menjaga kestabilan bodi kendaraan dengan baik. Akibatnya, mobil terasa seperti tertarik atau mengayun.

Hal serupa juga terjadi ketika pengemudi melakukan pengereman. Mobil terasa kurang seimbang dan membutuhkan jarak pengereman lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Situasi ini tentu sangat berbahaya, terutama ketika pengendara harus melakukan pengereman mendadak di jalan raya.

Baca Juga :  Ban Mobil Listrik Lebih Keras dari Mobil Biasa, Ini Alasannya

Ban Terlihat Lebih Mendatar

Selain melalui gejala saat berkendara, pemilik mobil juga bisa mengenali ban kurang angin lewat pemeriksaan visual sederhana.

Ban yang kekurangan tekanan udara umumnya terlihat lebih mendatar pada bagian bawah yang menyentuh permukaan jalan. Bentuk ban tidak lagi bulat sempurna karena tekanan di dalamnya berkurang.

Banyak pengendara mengabaikan tanda ini karena perubahan bentuknya terlihat kecil. Padahal, kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa tekanan ban sudah tidak ideal.

Pemeriksaan visual sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan digunakan, terutama untuk perjalanan jauh.

Konsumsi BBM Menjadi Lebih Boros

Salah satu dampak paling sering dirasakan akibat ban kurang tekanan udara ialah konsumsi bahan bakar yang meningkat.

Ketika tekanan ban rendah, hambatan gulir atau rolling resistance menjadi lebih besar. Mesin pun harus bekerja lebih keras agar mobil tetap melaju.

Akibatnya, penggunaan bahan bakar meningkat dan membuat pengeluaran semakin besar. Dalam jangka panjang, kondisi ini tentu merugikan pemilik kendaraan.

Banyak pengendara tidak menyadari bahwa tekanan ban yang ideal sebenarnya bisa membantu menghemat konsumsi BBM secara signifikan.

Karena itu, menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan menjadi langkah penting untuk efisiensi bahan bakar.

Risiko Ban Pecah Semakin Tinggi

Ban kurang angin juga meningkatkan potensi ban pecah saat mobil digunakan dalam kecepatan tinggi.

Tekanan udara yang rendah membuat permukaan ban mengalami gesekan berlebih dengan aspal. Gesekan tersebut menghasilkan panas tinggi yang dapat merusak struktur ban.

Cara Mengetahui Tekanan Ban yang Ideal

Setiap mobil memiliki standar tekanan udara ban berbeda-beda. Informasi tersebut biasanya tertera pada stiker di pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Secara umum, tekanan ban mobil penumpang berkisar antara 30 hingga 35 PSI. Namun, angka tersebut dapat berubah tergantung jenis kendaraan dan ukuran ban.

Pengemudi sebaiknya rutin memeriksa tekanan ban minimal seminggu sekali menggunakan alat pengukur tekanan udara.

Pemeriksaan juga penting dilakukan sebelum perjalanan jauh agar kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan.

Tips Merawat Ban Mobil agar Tetap Awet

Merawat ban mobil sebenarnya tidak sulit. Namun, banyak pengendara masih sering mengabaikannya.

Baca Juga :  Setir Berbunyi “Krek” atau “Cetok”? Cek Penyebabnya

Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan:

1. Rutin Cek Tekanan Udara

Pastikan tekanan ban selalu sesuai standar pabrikan agar performa kendaraan tetap optimal.

2. Lakukan Spooring dan Balancing

Spooring dan balancing membantu menjaga keausan ban tetap merata sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara.

3. Hindari Muatan Berlebih

Beban berlebihan membuat tekanan kerja ban meningkat dan mempercepat kerusakan.

4. Periksa Kondisi Tapak Ban

Pastikan alur ban masih tebal agar daya cengkeram terhadap jalan tetap maksimal.

5. Rotasi Ban Secara Berkala

Rotasi membantu memperpanjang usia pakai ban karena tingkat keausan menjadi lebih seimbang.

Ban Mobil Sehat Membantu Keselamatan Berkendara

Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan secara keseluruhan. Ban menjadi salah satu komponen paling vital karena berfungsi menjaga stabilitas mobil di berbagai kondisi jalan.

Karena itu, pemilik kendaraan tidak boleh menganggap remeh tekanan udara ban. Pemeriksaan sederhana sebelum berkendara dapat membantu mencegah kerusakan, menghemat biaya bahan bakar, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

FAQ

Apa bahaya ban mobil kurang angin?

Ban kurang angin dapat menyebabkan mobil tidak stabil, boros BBM, setir terasa berat, hingga meningkatkan risiko ban pecah dan kecelakaan.

Bagaimana cara mengetahui ban mobil kurang tekanan udara?

Tandanya meliputi mobil terasa limbung, setir berat, ban terlihat mendatar, hingga konsumsi bahan bakar lebih boros.

Berapa tekanan ban mobil yang ideal?

Umumnya berada di kisaran 30–35 PSI, tergantung jenis mobil dan ukuran ban.

Apakah ban kurang angin membuat BBM boros?

Ya. Tekanan ban rendah meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin bekerja lebih keras dan konsumsi BBM meningkat.

Kapan sebaiknya tekanan ban diperiksa?

Minimal seminggu sekali dan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Kesimpulan

Ban mobil bukan sekadar pelengkap kendaraan, melainkan komponen utama yang sangat menentukan keselamatan berkendara. Tekanan udara yang kurang dapat memicu berbagai masalah mulai dari handling yang buruk, konsumsi BBM lebih boros, hingga risiko kecelakaan fatal akibat ban pecah.

Karena itu, setiap pengendara wajib rutin memeriksa kondisi dan tekanan ban sebelum digunakan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga keamanan, kenyamanan, sekaligus menghemat biaya perawatan kendaraan dalam jangka panjang.(*)

Berita Terkait

Cara Bayar Tilang ETLE Lewat HP: Cek Pelanggaran, Konfirmasi, hingga Pembayaran Denda
Biaya Servis Motor Matic per Tahun 2026: Siapkan Rp2,5 Juta, Ini Rincian Oli, CVT, dan Suku Cadangnya
Harga Toyota Calya 2026 Terbaru: Cek Daftar Harga, DP, dan Simulasi Cicilan hingga 5 Tahun
Daftar Harga Mobil Baru 2026 di Indonesia: Ayla, Calya hingga Fortuner, Cek Harga Sebelum Membeli
Intip, Harga Pindad Maung Garuda Mobil Dinas Menteri 2026, Tembus Rp1 Miliar? Ini Spesifikasi dan Fitur Keamanannya
Intip Spesifikasi Toyota Hilux D-Cab 4×4, dari Performa Mesin hingga Fitur Keselamatan
Toyota All New Land Cruiser: SUV Mewah Bermesin V8 4,5 Liter, Berikut Spesifikasi dan Fiturnya
Suzuki GSX-8TT 2027 Bawa Aura GS1000S, Simak Mesin, Fitur dan Harganya
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Cara Bayar Tilang ETLE Lewat HP: Cek Pelanggaran, Konfirmasi, hingga Pembayaran Denda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Biaya Servis Motor Matic per Tahun 2026: Siapkan Rp2,5 Juta, Ini Rincian Oli, CVT, dan Suku Cadangnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Harga Toyota Calya 2026 Terbaru: Cek Daftar Harga, DP, dan Simulasi Cicilan hingga 5 Tahun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Daftar Harga Mobil Baru 2026 di Indonesia: Ayla, Calya hingga Fortuner, Cek Harga Sebelum Membeli

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Intip, Harga Pindad Maung Garuda Mobil Dinas Menteri 2026, Tembus Rp1 Miliar? Ini Spesifikasi dan Fitur Keamanannya

Berita Terbaru