Rekrutmen Besar-Besaran Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Kemensos Siapkan 8.000 Formasi Guru dan Tenaga Kependidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS- Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai membuka jalan bagi perekrutan besar-besaran tenaga pendidikan untuk program Sekolah Rakyat 2026. Program prioritas nasional ini langsung menarik perhatian publik karena menyediakan ribuan formasi baru untuk guru dan tenaga kependidikan di berbagai daerah Indonesia.

Kemensos memastikan kebutuhan sumber daya manusia untuk Sekolah Rakyat terus meningkat seiring percepatan pembangunan sekolah permanen dan lonjakan jumlah siswa dari keluarga prasejahtera.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah menyiapkan lebih dari 3.000 formasi guru baru dan sekitar 5.000 tenaga kependidikan guna mendukung operasional Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Program ini sekaligus membuka peluang kerja besar bagi lulusan pendidikan, tenaga pengajar honorer, hingga tenaga administrasi sekolah yang selama ini menunggu rekrutmen skala nasional.

Pemerintah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kemensos menargetkan pembangunan 93 titik Sekolah Rakyat permanen selesai pada Juni 2026. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan 101 sekolah permanen sepanjang tahun ini sebagai bagian dari target besar pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029.

Percepatan pembangunan tersebut membuat kebutuhan tenaga pendidik meningkat drastis. Karena itu, pemerintah mulai memetakan kebutuhan SDM sejak sekarang agar proses belajar mengajar berjalan optimal saat sekolah mulai beroperasi.

Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak hanya merekrut guru baru, tetapi juga melanjutkan tenaga pendidik yang sebelumnya sudah bergabung dalam program pendidikan sosial masyarakat.

“Tahun ini Insya Allah pemerintah merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi sektor pendidikan nasional yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan pemerataan tenaga pengajar di daerah.

Kuota Siswa Sekolah Rakyat Naik Dua Kali Lipat

Selain membuka lowongan guru, pemerintah juga meningkatkan kapasitas penerimaan siswa baru secara signifikan. Tahun ini, Sekolah Rakyat menargetkan lebih dari 32.000 siswa baru dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, pemerintah sudah menyiapkan ekspansi lebih besar pada tahun depan dengan target lebih dari 60.000 siswa baru.

Jika target itu tercapai, jumlah siswa aktif Sekolah Rakyat secara nasional diperkirakan melampaui angka 100.000 anak pada 2027.

Lonjakan kuota siswa membuat kebutuhan tenaga pengajar dan tenaga administrasi ikut meningkat. Karena itu, lowongan Sekolah Rakyat 2026 diprediksi menjadi salah satu rekrutmen tenaga pendidikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Penghapusan Guru Honorer Dimulai 2027, Ribuan Guru Kini Menunggu Status ASN

Sekolah Rakyat Fokus Putus Rantai Kemiskinan

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

Pemerintah merancang sekolah ini khusus untuk anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Melalui sistem sekolah gratis berasrama, pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas.

Tidak hanya menyediakan pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga mengintegrasikan berbagai program bantuan sosial dan layanan pemerintah lainnya.

Beberapa program yang akan terhubung langsung dengan Sekolah Rakyat antara lain:

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Cek Kesehatan Gratis (CKG)
  • Jaminan kesehatan PBI-JK
  • Koperasi Merah Putih
  • Program 3 Juta Rumah

Dengan pendekatan terpadu tersebut, pemerintah berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Lowongan Guru Sekolah Rakyat Diprediksi Diserbu Pelamar

Besarnya jumlah formasi membuat rekrutmen Sekolah Rakyat 2026 diprediksi menarik minat besar masyarakat.

Selain guru mata pelajaran umum, pemerintah juga membutuhkan tenaga administrasi, pengelola asrama, tenaga kesehatan sekolah, operator pendidikan, hingga pendamping siswa.

Banyak calon pelamar mulai mencari informasi terkait syarat pendaftaran guru Sekolah Rakyat 2026, jadwal seleksi, hingga besaran gaji dan tunjangan yang akan diberikan pemerintah.

Hingga kini, Kemensos masih menyusun skema final rekrutmen bersama kementerian terkait. Namun, pemerintah memastikan proses perekrutan berjalan bertahap mengikuti pembangunan sekolah permanen.

Karena program ini masuk prioritas nasional, peluang karier di Sekolah Rakyat dinilai cukup menjanjikan untuk jangka panjang.

Jabodetabek Jadi Fokus Penyelamatan Anak Rentan Putus Sekolah

Selain pembangunan nasional, pemerintah juga menambah 10 titik Sekolah Rakyat rintisan khusus wilayah Jabodetabek.

Baca Juga :  Viral! Guru PPPK Minta Status PNS, Pemerintah Dinilai Bisa Ulang Sejarah Era SBY

Program tersebut menyasar anak jalanan, anak telantar, serta anak-anak yang berisiko putus sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga.

Melalui sekolah berasrama, pemerintah ingin memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan pendidikan, pembinaan karakter, serta perlindungan sosial yang memadai.

Langkah ini sekaligus memperkuat strategi pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem di kawasan perkotaan.

Guru dan Tenaga Kependidikan Jadi Kunci Sukses Program

Pemerintah menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga kualitas tenaga pengajar dan sistem pendidikan yang diterapkan.

Karena itu, Kemensos mulai fokus mempersiapkan SDM unggul yang mampu mendampingi siswa dari keluarga miskin secara akademik maupun sosial.

Guru di Sekolah Rakyat nantinya tidak hanya mengajar mata pelajaran formal, tetapi juga berperan sebagai pembina karakter, mentor, dan pendamping kehidupan siswa di asrama.

Rekrutmen Sekolah Rakyat 2026 Jadi Sorotan Nasional

Program Sekolah Rakyat kini menjadi perhatian luas karena menyentuh dua isu besar sekaligus, yakni pendidikan dan kemiskinan.

Di tengah tingginya angka pengangguran lulusan pendidikan, rekrutmen ribuan guru baru menjadi angin segar bagi masyarakat.

Sementara itu, bagi keluarga miskin, kehadiran Sekolah Rakyat membuka peluang baru agar anak-anak mereka mendapatkan pendidikan layak tanpa terbebani biaya sekolah.

Jika berjalan sesuai target, program ini berpotensi menjadi salah satu proyek pendidikan sosial terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.(*)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Bisa Tersenyum, Gaji Ke-13 2026 Tetap Cair Meski Masa Kerja Belum Setahun
Kapan TPG 2026 Cair? Jadwal Resmi Sertifikasi Guru Terbaru dan Cara Cek SKTP
Gaji Tinggi dan Jenjang Karier Jelas, Loker Assistant Estate Sawit 2026 Jadi Rebutan Fresh Graduate
Nasib PPPK Paruh Waktu Segera Dibahas, Ribuan Honorer Tunggu Keputusan Pemerintah
BSU 2026 Cair Lagi? Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK, Syarat Lengkap dan Prediksi Jadwal Pencairan
PNS Berkurang Drastis, Era Baru PPPK Dimulai, CPNS Makin Ketat?
PLN Wajib Bayar Ganti Rugi? Fakta Blackout Sumatera 2026 yang Bikin Publik Geram
Mayoritas Lulusan SMA! PPPK Paruh Waktu Tembus 947 Ribu Orang, Generasi Milenial Kuasai Formasi ASN 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:32 WIB

PPPK Paruh Waktu Bisa Tersenyum, Gaji Ke-13 2026 Tetap Cair Meski Masa Kerja Belum Setahun

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:01 WIB

Rekrutmen Besar-Besaran Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Kemensos Siapkan 8.000 Formasi Guru dan Tenaga Kependidikan

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:04 WIB

Kapan TPG 2026 Cair? Jadwal Resmi Sertifikasi Guru Terbaru dan Cara Cek SKTP

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:04 WIB

Gaji Tinggi dan Jenjang Karier Jelas, Loker Assistant Estate Sawit 2026 Jadi Rebutan Fresh Graduate

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nasib PPPK Paruh Waktu Segera Dibahas, Ribuan Honorer Tunggu Keputusan Pemerintah

Berita Terbaru