Luka Susah Sembuh Bisa Jadi Gejala Diabetes Berbahaya, Waspadai Sebelum Terlambat

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Luka pada pasien pengidap Diabetes susah sembuh

Luka pada pasien pengidap Diabetes susah sembuh

KESEHATAN,JS- Banyak orang menganggap luka kecil pada kaki atau tangan sebagai masalah ringan. Padahal, luka yang sulit sembuh sering menjadi tanda diabetes yang cukup berbahaya. Kondisi ini bahkan kerap memicu komplikasi serius pada pengidap diabetes.

Selain sering buang air kecil, cepat haus, dan tubuh mudah lelah, diabetes juga memicu gangguan penyembuhan luka. Luka kecil yang awalnya tampak biasa dapat berubah menjadi infeksi berat ketika penderita tidak segera menangani kondisi tersebut.

Masalah ini paling sering muncul pada area kaki. Karena itu, dokter menyarankan pengidap diabetes untuk memeriksa kondisi kaki setiap hari agar dapat menemukan luka sejak awal.

Mengapa Luka pada Pengidap Diabetes Sulit Sembuh?

Kadar gula darah tinggi menjadi penyebab utama luka diabetes sulit sembuh. Ketika gula darah terus meningkat dalam waktu lama, tubuh mulai mengalami kerusakan saraf dan gangguan pembuluh darah.

Dokter mengenal kondisi tersebut dengan istilah neuropati diabetik.

Kerusakan saraf membuat penderita diabetes kehilangan sensitivitas pada bagian tubuh tertentu, terutama kaki dan tangan. Akibatnya, banyak penderita tidak menyadari adanya luka, lecet, atau goresan kecil karena tubuh tidak lagi merasakan nyeri secara normal.

Karena itu, banyak luka berkembang tanpa penanganan sejak awal.

Selain merusak saraf, gula darah tinggi juga mempersempit pembuluh darah arteri. Kondisi tersebut menghambat aliran darah menuju area luka. Padahal, darah membawa oksigen dan nutrisi yang membantu proses penyembuhan jaringan.

Ketika suplai darah menurun, jaringan tubuh kesulitan memperbaiki kerusakan dengan cepat. Akibatnya, luka tetap terbuka lebih lama dan memudahkan bakteri masuk ke dalam tubuh.

Karena itu, luka diabetes sering membesar dan mengalami infeksi serius.

Luka Diabetes Dapat Berujung Amputasi

Banyak kasus amputasi pada pengidap diabetes bermula dari luka kecil yang tidak segera ditangani. Luka terbuka yang terus mengalami infeksi dapat berubah menjadi borok atau ulkus diabetik.

Selanjutnya, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar dan memicu gangrene atau kematian jaringan.

Ketika kondisi semakin parah, dokter terkadang harus melakukan amputasi untuk menghentikan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.

Fakta tersebut membuat luka diabetes tidak boleh dianggap sepele.

Dokter spesialis bedah kaki asal Amerika Serikat, Daniel Cohen, pernah mengingatkan bahwa penderita diabetes harus segera menangani luka sekecil apa pun. Semakin cepat penderita melakukan perawatan, semakin besar peluang luka sembuh tanpa komplikasi serius.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Kontrol Gula Darah 2026: Berapa Kali Harus Cek dalam Sebulan agar Tetap Stabil

Diabetes Juga Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Diabetes tidak hanya merusak saraf dan pembuluh darah. Penyakit ini juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Ketika kadar gula darah terus meningkat, sel imun tidak dapat bekerja secara optimal. Akibatnya, tubuh kesulitan melawan bakteri dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Karena itu, luka pada pengidap diabetes sering membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan luka biasa.

Selain itu, kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya luka bernanah, infeksi kulit, hingga pembusukan jaringan.

Ciri-Ciri Luka Diabetes yang Harus Diwaspadai

Tidak semua luka pada penderita diabetes langsung berubah menjadi kondisi berbahaya. Namun, beberapa tanda berikut menunjukkan bahwa luka mulai mengalami komplikasi serius.

1. Luka Tidak Mengering dalam Waktu Lama

Luka biasa umumnya mulai mengering dalam beberapa hari. Sebaliknya, luka diabetes sering tetap basah dan terbuka selama berminggu-minggu.

2. Luka Mengeluarkan Bau Tidak Sedap

Bau menyengat sering menandakan adanya infeksi atau pembusukan jaringan.

3. Kaki Mengalami Mati Rasa

Kesemutan dan mati rasa menunjukkan adanya kerusakan saraf akibat diabetes.

4. Warna Kulit Berubah

Kulit di sekitar luka dapat berubah menjadi merah, kebiruan, atau bahkan hitam akibat gangguan aliran darah.

5. Luka Mengeluarkan Nanah

Nanah menunjukkan bahwa bakteri mulai berkembang pada area luka.

6. Bengkak dan Nyeri

Beberapa penderita tetap mengalami pembengkakan dan rasa nyeri meskipun saraf mulai kehilangan sensitivitas.

Baca Juga :  Tidur Lebih dari 7 Jam Ternyata Bisa Picu Risiko Diabetes, Penelitian Ini Bikin Kaget

Kaki Menjadi Area yang Paling Rentan Mengalami Luka Diabetes

Kaki menjadi bagian tubuh yang paling sering mengalami komplikasi luka diabetes. Setiap hari, kaki menopang berat badan dan menerima tekanan saat berjalan.

Di sisi lain, kerusakan saraf membuat banyak penderita tidak menyadari adanya luka kecil pada area tersebut.

Beberapa kondisi berikut sering memicu luka kaki diabetes:

  • Lecet akibat sepatu sempit
  • Kapalan
  • Kuku tumbuh ke dalam
  • Kulit pecah-pecah
  • Luka tertusuk benda tajam
  • Infeksi jamur

Karena itu, pengidap diabetes perlu memeriksa kaki setiap hari untuk menemukan luka sedini mungkin.

Cara Mencegah Luka Diabetes Agar Tidak Semakin Parah

Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk mengurangi risiko komplikasi diabetes.

Berikut beberapa langkah penting yang perlu dilakukan pengidap diabetes.

Kontrol Gula Darah Secara Rutin

Kadar gula darah yang stabil membantu tubuh mempercepat proses penyembuhan luka dan menjaga kesehatan pembuluh darah.

Periksa Kondisi Kaki Setiap Hari

Perhatikan adanya lecet, luka kecil, kulit pecah, atau perubahan warna pada kaki.

Gunakan Alas Kaki yang Nyaman

Sepatu yang terlalu sempit dapat memicu lecet tanpa disadari.

Bersihkan Luka dengan Benar

Segera cuci luka menggunakan air bersih dan tutup menggunakan perban steril agar bakteri tidak masuk.

Hindari Berjalan Tanpa Alas Kaki

Langkah ini membantu mencegah luka akibat benda tajam atau permukaan kasar.

Segera Konsultasi ke Dokter

Jangan menunggu luka membesar atau bernanah sebelum mencari bantuan medis.

Pola Makan Juga Membantu Mempercepat Penyembuhan Luka

Selain perawatan medis, pola makan sehat juga membantu mempercepat penyembuhan luka diabetes.

Beberapa makanan berikut membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil:

  • Sayuran hijau
  • Ikan tinggi omega-3
  • Telur
  • Kacang-kacangan
  • Buah rendah gula
  • Air putih yang cukup

Sebaliknya, makanan tinggi gula dan minuman manis dapat memperburuk kondisi luka dan meningkatkan kadar gula darah.

Jangan Remehkan Diabetes

Banyak orang baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah muncul komplikasi serius. Padahal, penyakit ini sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas.

Karena itu, pemeriksaan gula darah secara rutin sangat penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko berikut:

  • Obesitas
  • Jarang berolahraga
  • Riwayat keluarga diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi

Deteksi dini membantu mencegah komplikasi berat, termasuk luka kronis dan amputasi.

Baca Juga :  Stabilkan Gula Darah, Konsumsi 6 Minuman Ini pada Pagi Hari

FAQ

Apakah semua luka pada penderita diabetes berbahaya?

Tidak semua luka langsung berbahaya. Namun, penderita diabetes tetap harus mewaspadai luka kecil karena kondisi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi serius.

Mengapa kaki pengidap diabetes sering mati rasa?

Kadar gula darah tinggi merusak saraf tubuh sehingga kaki mengalami kesemutan atau mati rasa.

Berapa lama luka diabetes bisa sembuh?

Lama penyembuhan bergantung pada kondisi gula darah dan tingkat keparahan luka. Jika gula darah tidak terkontrol, luka dapat bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Apakah luka diabetes selalu menyebabkan amputasi?

Tidak. Penanganan cepat dan kontrol gula darah yang baik dapat mencegah amputasi.

Kapan penderita harus pergi ke dokter?

Segera periksa ke dokter jika luka tidak membaik, mengeluarkan nanah, membengkak, berbau tidak sedap, atau berubah warna.

Kesimpulan

Luka yang sulit sembuh dapat menjadi tanda diabetes yang serius. Kadar gula darah tinggi merusak saraf, menghambat aliran darah, dan melemahkan sistem imun tubuh. Akibatnya, luka kecil dapat berkembang menjadi infeksi berat.

Karena itu, pengidap diabetes harus rutin memeriksa kondisi kaki dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Penanganan sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius seperti gangrene hingga amputasi.

Semakin cepat penderita menangani luka diabetes, semakin besar peluang tubuh pulih tanpa risiko berbahaya.(*)

Berita Terkait

5 Powerful Food Combinations That Naturally Boost Your Immune System, According to Nutrition Experts
Asuransi Penyakit Kritis 2026: Premi Mulai Rp44 Ribu, Ini Cara Melindungi Keuangan dari Biaya Kanker, Stroke, hingga Serangan Jantung
5 Kebiasaan Pagi yang Terbukti Membantu Menghilangkan Lemak Perut, Nomor 4 Sering Diabaikan Banyak Orang
7 Proven Benefits of Avocado for Skin: Dermatologists Explain How This Superfood Boosts Hydration, Collagen, and Anti-Aging Naturally
Kerinci Masih Kekurangan 9 Dokter Paru, Gubernur Jambi Dorong Dokter Umum Melanjutkan Pendidikan Spesialis
7 Buah dengan Kandungan Gula Tinggi yang Sering Dianggap Sehat, Nomor 4 Jadi Favorit Banyak Orang
10 Buah Penurun Asam Urat Paling Ampuh, Nomor 1 Terbukti lewat Penelitian dan Bisa Cegah Gout Kambuh
Rahasia Langsing Setelah Usia 40 Tahun: Dokter Ungkap Cara Menghilangkan Lemak Perut yang Membandel
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 03:01 WIB

5 Powerful Food Combinations That Naturally Boost Your Immune System, According to Nutrition Experts

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:01 WIB

Asuransi Penyakit Kritis 2026: Premi Mulai Rp44 Ribu, Ini Cara Melindungi Keuangan dari Biaya Kanker, Stroke, hingga Serangan Jantung

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:01 WIB

5 Kebiasaan Pagi yang Terbukti Membantu Menghilangkan Lemak Perut, Nomor 4 Sering Diabaikan Banyak Orang

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:01 WIB

7 Proven Benefits of Avocado for Skin: Dermatologists Explain How This Superfood Boosts Hydration, Collagen, and Anti-Aging Naturally

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:01 WIB

Kerinci Masih Kekurangan 9 Dokter Paru, Gubernur Jambi Dorong Dokter Umum Melanjutkan Pendidikan Spesialis

Berita Terbaru