TANJABBAR,JS- Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat program rumah layak huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kembali menyasar warga yang membutuhkan.
Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., turun langsung meninjau rumah milik Erlina Wati di Desa Air Hitam, Kecamatan Bram Itam, Kamis (11/6/2026).
Kunjungan itu sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya menyusun program di atas meja, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, langkah tersebut sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Anwar Sadat Pastikan Perbaikan Rumah Segera Dimulai
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Anwar Sadat didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Iwan Darmawan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala BKAD, Kepala Disbunak, Sekretaris Dinas Sosial, Camat Bram Itam, Kabag Prokopim Setda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta jajaran BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan lembaga sosial menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjalankan program pembangunan berbasis kemanusiaan.
Saat melihat kondisi bangunan secara langsung, Anwar Sadat menilai rumah yang ditempati Erlina Wati bersama keluarganya sudah berada dalam kondisi memprihatinkan. Struktur bangunan yang mulai rapuh dan keterbatasan fasilitas dasar membuat rumah tersebut tidak lagi memenuhi standar hunian yang aman dan nyaman.
Karena itu, pemerintah daerah bergerak cepat agar keluarga tersebut segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
“Setelah melihat langsung kondisi rumah ini, kami memastikan proses bedah rumah segera berjalan. Masyarakat berhak mendapatkan hunian yang aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga,” ujar Anwar Sadat.
Kolaborasi BAZNAS dan Lapas Kuala Tungkal Jadi Kunci Percepatan Program
Menariknya, program bedah rumah kali ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah dan BAZNAS. Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal juga mengambil peran penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan akan membantu proses pembangunan rumah sebagai tenaga kerja. Langkah tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan kerja yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor seperti ini dinilai menjadi salah satu model pembangunan sosial yang efektif karena menghadirkan manfaat bagi banyak pihak sekaligus.
Di satu sisi, masyarakat kurang mampu memperoleh bantuan rumah layak huni. Di sisi lain, warga binaan mendapatkan pengalaman kerja nyata yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka.
Oleh sebab itu, program tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena menghadirkan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Program Rumah Layak Huni Jadi Prioritas Pemkab Tanjab Barat
Selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menjadikan program rumah layak huni sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Pemerintah menyadari bahwa kualitas tempat tinggal memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas ekonomi keluarga.
Karena itu, Pemkab Tanjab Barat terus mengalokasikan berbagai sumber daya untuk membantu masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Anwar Sadat menjelaskan bahwa rumah Erlina Wati sebelumnya belum masuk dalam daftar penerima bantuan RTLH melalui Dinas Perkim. Namun setelah pemerintah menerima laporan dan melakukan verifikasi lapangan, berbagai pihak segera berkoordinasi untuk mencarikan solusi.
Melalui dukungan BAZNAS dan Lapas Kuala Tungkal, bantuan akhirnya dapat direalisasikan tanpa harus menunggu program reguler berikutnya.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif seperti ini sangat penting untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus mencari berbagai alternatif agar masyarakat yang membutuhkan tidak harus menunggu terlalu lama. Ketika ada sinergi yang baik, maka solusi bisa hadir lebih cepat,” katanya.
Masih Banyak Rumah Membutuhkan Perhatian Pemerintah
Selain meninjau rumah Erlina Wati, Bupati Anwar Sadat juga melihat kondisi lingkungan sekitar yang masih memiliki sejumlah rumah dengan kondisi serupa.
Ia mengakui bahwa kebutuhan bantuan RTLH di Tanjung Jabung Barat masih cukup tinggi. Namun demikian, pemerintah daerah terus berupaya menyesuaikan program dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemkab Tanjab Barat tetap berkomitmen menjalankan program secara bertahap dan tepat sasaran.
Karena itu, pemerintah terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, dunia usaha, lembaga sosial, dan instansi vertikal agar lebih banyak masyarakat memperoleh manfaat.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Dukungan terhadap Program Pengentasan Kemiskinan
Program rumah layak huni tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, program ini juga menjadi instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hunian yang layak memberikan rasa aman bagi keluarga, mendukung kesehatan lingkungan, serta menciptakan kondisi yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.
Selain itu, keberadaan rumah yang lebih baik juga membantu meningkatkan produktivitas keluarga dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Karena alasan tersebut, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus mendorong percepatan program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di Tanjung Jabung Barat, komitmen tersebut tercermin melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan Lapas Kuala Tungkal, program rumah layak huni diharapkan mampu menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
Melalui langkah nyata tersebut, Bupati Anwar Sadat kembali menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur besar, tetapi juga harus hadir untuk memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak dan bermartabat.(*)









