JAMBI,JS- Peluang pembukaan CPNS 2026 Jambi mulai menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi lulusan SMA, D3, S1, hingga tenaga profesional yang ingin berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Jambi telah menyampaikan kebutuhan pegawai kepada pemerintah pusat melalui sistem e-formasi. Namun, tidak semua daerah mengambil langkah yang sama. Beberapa kabupaten memilih menunda pengajuan formasi karena keterbatasan anggaran, sementara daerah lain mengusulkan ratusan kebutuhan ASN baru untuk memperkuat pelayanan publik.
Kondisi tersebut muncul di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga aparatur akibat banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun dan bertambahnya tuntutan pelayanan kepada masyarakat.
Berikut daftar lengkap daerah di Provinsi Jambi yang telah mengusulkan, belum mengumumkan, maupun tidak mengajukan formasi CPNS 2026.
Kota Jambi Ajukan 330 Formasi CPNS 2026
Kota Jambi menjadi salah satu daerah yang telah mengajukan kebutuhan ASN kepada pemerintah pusat.
Pemerintah Kota Jambi mengusulkan sebanyak 330 formasi CPNS 2026 melalui aplikasi e-formasi nasional. Usulan tersebut bertujuan mengisi berbagai posisi yang kosong akibat pensiun ASN serta meningkatkan efektivitas birokrasi.
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Liyusman, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyerahkan usulan kebutuhan pegawai kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu keputusan final dari Kementerian PAN-RB.
Menariknya, Kota Jambi tidak memasukkan formasi guru dalam usulan CPNS tahun 2026. Pemerintah kota lebih memfokuskan kebutuhan pada jabatan teknis dan administratif yang saat ini masih membutuhkan tambahan sumber daya manusia.
Kabupaten Tebo Usulkan Ratusan Formasi ASN
Selain Kota Jambi, Kabupaten Tebo juga telah mengajukan kebutuhan formasi CPNS 2026.
Pemerintah Kabupaten Tebo mengusulkan ratusan posisi yang mencakup berbagai bidang strategis. Formasi tersebut meliputi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, tenaga teknis, hingga jabatan administrasi pemerintahan.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mengantisipasi kekurangan pegawai pada beberapa sektor penting.
Saat ini usulan Kabupaten Tebo masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat sebelum dapat ditetapkan sebagai formasi resmi dalam seleksi CPNS mendatang.
Muaro Jambi Tidak Mengajukan Formasi CPNS 2026
Berbeda dengan Kota Jambi dan Kabupaten Tebo, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memutuskan tidak mengajukan formasi CPNS tahun 2026.
Pemerintah daerah mengambil keputusan tersebut setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan daerah. Tingginya belanja pegawai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kebijakan tersebut.
Selain itu, Pemkab Muaro Jambi saat ini lebih memprioritaskan penataan ASN yang sudah ada serta penyelesaian tenaga honorer melalui mekanisme Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kebijakan ini membuat peluang pembukaan CPNS baru di Muaro Jambi untuk sementara waktu menjadi lebih kecil dibanding daerah lain yang masih mengusulkan kebutuhan ASN.
Kabupaten Bungo Juga Tidak Mengusulkan CPNS Baru
Kabupaten Bungo mengambil langkah serupa dengan Muaro Jambi.
BKPSDM Kabupaten Bungo memastikan pemerintah daerah tidak mengajukan usulan formasi CPNS 2026. Keputusan tersebut berkaitan dengan tingginya porsi belanja pegawai yang telah mencapai sekitar 37 persen dari total anggaran daerah.
Angka tersebut melampaui batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga daerah memilih tidak menambah ASN baru melalui jalur CPNS.
Pemerintah Kabupaten Bungo saat ini lebih fokus menjaga keseimbangan fiskal daerah dan mengoptimalkan aparatur yang telah tersedia.
Provinsi Jambi Belum Ajukan Formasi ASN 2026
Pemerintah Provinsi Jambi juga belum mengajukan kebutuhan formasi CPNS untuk tahun 2026.
Pemerintah provinsi masih melakukan pemetaan kebutuhan ASN dan belum menetapkan jumlah formasi yang akan diusulkan kepada pemerintah pusat.
Selain itu, Pemprov Jambi masih memprioritaskan penyelesaian tenaga non-ASN melalui jalur PPPK sebagai bagian dari kebijakan nasional penataan pegawai.
Keputusan akhir terkait kebutuhan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi diperkirakan akan mengikuti hasil evaluasi kebutuhan organisasi dan kemampuan anggaran daerah.
Daerah yang Belum Mengumumkan Usulan Formasi CPNS 2026
Selain beberapa daerah yang sudah memberikan kepastian, sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Jambi hingga kini belum mempublikasikan rincian usulan formasi CPNS 2026.
Daerah-daerah tersebut antara lain:
- Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai jumlah maupun jenis formasi yang diusulkan.
- Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Hingga saat ini belum terdapat informasi resmi mengenai kebutuhan ASN yang diajukan untuk tahun 2026.
- Kabupaten Batanghari
Pemerintah Kabupaten Batanghari juga belum mengumumkan apakah mengusulkan formasi CPNS maupun jumlah kebutuhan pegawai yang diajukan.
- Kabupaten Merangin
Belum ada publikasi resmi dari pemerintah daerah maupun BKPSDM terkait rincian kebutuhan ASN tahun 2026.
- Kabupaten Sarolangun
Pemerintah Kabupaten Sarolangun belum mengumumkan formasi CPNS baru. Aktivitas kepegawaian yang berjalan saat ini lebih banyak berkaitan dengan pelaksanaan Latsar CPNS hasil seleksi sebelumnya.
- Kota Sungai Penuh
Pemerintah Kota Sungai Penuh masih belum mempublikasikan jumlah maupun jenis jabatan yang diajukan melalui sistem e-formasi nasional.
- Kabupaten Kerinci
Pemerintah Kabupaten Kerinci juga belum menyampaikan informasi resmi mengenai usulan kebutuhan ASN untuk seleksi CPNS 2026.
Mengapa Banyak Daerah Tidak Mengajukan CPNS?
Fenomena berkurangnya usulan formasi CPNS bukan hanya terjadi di Jambi, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan pemerintah daerah menahan atau tidak mengajukan kebutuhan ASN baru.
Tingginya Belanja Pegawai
Pemerintah pusat menetapkan batas tertentu terkait proporsi belanja pegawai terhadap APBD. Daerah yang telah memiliki beban belanja pegawai tinggi biasanya kesulitan mendapatkan persetujuan penambahan ASN baru.
Fokus Penataan PPPK
Saat ini pemerintah masih menjalankan program penataan tenaga honorer melalui skema PPPK. Banyak daerah memilih memprioritaskan program tersebut sebelum membuka formasi CPNS baru.
Efisiensi Anggaran
Kondisi ekonomi dan keterbatasan fiskal membuat sejumlah daerah lebih berhati-hati dalam menambah jumlah pegawai tetap.
Transformasi Digital Pemerintahan
Penerapan teknologi digital di sektor pemerintahan turut mengubah kebutuhan pegawai. Beberapa pekerjaan administratif kini dapat dilakukan secara lebih efisien melalui sistem digital.
Peluang CPNS 2026 Masih Terbuka
Meski sejumlah daerah belum mengajukan formasi atau bahkan tidak mengusulkan kebutuhan ASN baru, peluang pembukaan CPNS 2026 masih tetap terbuka.
Pemerintah pusat akan melakukan evaluasi terhadap seluruh usulan daerah sebelum menetapkan formasi resmi. Karena itu, jumlah kebutuhan ASN yang diajukan saat ini belum menjadi angka final.
Masyarakat yang ingin mengikuti seleksi CPNS disarankan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang, mulai dari kelengkapan dokumen, peningkatan kompetensi, hingga pemantauan informasi resmi dari Kementerian PAN-RB, BKN, serta pemerintah daerah masing-masing.
Dengan persaingan yang semakin ketat setiap tahun, persiapan yang matang akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang lolos menjadi ASN.
Daftar Singkat Status Usulan CPNS 2026 di Jambi
| Daerah | Status |
| Kota Jambi | Mengusulkan 330 formasi |
| Kabupaten Tebo | Mengusulkan ratusan formasi |
| Muaro Jambi | Tidak mengusulkan |
| Bungo | Tidak mengusulkan |
| Provinsi Jambi | Belum mengusulkan |
| Tanjab Timur | Belum diumumkan |
| Tanjab Barat | Belum diumumkan |
| Batanghari | Belum diumumkan |
| Merangin | Belum diumumkan |
| Sarolangun | Belum diumumkan |
| Sungai Penuh | Belum diumumkan |
| Kerinci | Belum diumumkan |









