Fakta Mengejutkan! Masih Ada 19 Desa di Jambi Tanpa Sinyal Internet

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 82?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 82?

JAMBI,JS- Akses internet dan jaringan telekomunikasi di Provinsi Jambi terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. Meski demikian, sejumlah wilayah terpencil masih menghadapi persoalan serius terkait keterbatasan sinyal internet seluler.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dalam publikasi Provinsi Jambi Dalam Angka 2026 mencatat masih terdapat 19 desa dan kelurahan yang belum memperoleh akses sinyal internet telepon seluler.

Jumlah tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, BPS masih mencatat sebanyak 27 desa di Jambi berada dalam kategori blank spot atau belum terjangkau jaringan internet seluler.

Penurunan angka blank spot itu memperlihatkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi mulai bergerak lebih cepat. Namun di sisi lain, masyarakat di wilayah terpencil masih menghadapi hambatan besar dalam memperoleh akses komunikasi dan layanan digital.

Sarolangun Jadi Daerah dengan Blank Spot Terbanyak

Kabupaten Sarolangun tercatat menjadi wilayah dengan jumlah desa tanpa sinyal internet paling banyak di Provinsi Jambi pada 2025.

BPS mencatat ada sembilan desa di daerah tersebut yang hingga kini belum memperoleh akses jaringan internet seluler secara memadai.

Kondisi itu membuat Sarolangun menjadi sorotan utama dalam pemerataan infrastruktur digital di Jambi. Warga desa yang tinggal di wilayah blank spot menghadapi kesulitan ketika mengakses layanan pendidikan digital, transaksi online, komunikasi darurat, hingga layanan pemerintahan berbasis internet.

Selain Sarolangun, Kabupaten Bungo juga masih menghadapi persoalan serupa. Sebanyak lima desa di wilayah itu belum memperoleh akses sinyal internet seluler.

Sementara itu, Kabupaten Kerinci tercatat memiliki tiga desa blank spot. Kabupaten Merangin menyisakan dua desa yang masih belum menikmati jaringan internet.

Baca Juga :  Update Terbaru!, Harga Tiket Pesawat Kerinci-Jambi Pasca Nilai Tukar Terhadap Dolar Anjlok

Merangin Berhasil Tekan Wilayah Tanpa Sinyal

Di tengah masih adanya desa blank spot, sejumlah daerah di Jambi berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dalam pembangunan jaringan telekomunikasi.

Kabupaten Merangin misalnya, berhasil menekan jumlah desa tanpa sinyal internet secara drastis. Pada 2024 lalu, daerah ini masih memiliki tujuh desa blank spot. Namun pada 2025 jumlah tersebut turun menjadi hanya dua desa.

Kemajuan serupa juga terlihat di Kabupaten Tebo dan Tanjung Jabung Barat.

Kedua daerah itu kini berhasil keluar dari status blank spot sepenuhnya. Seluruh desa dan kelurahan di wilayah tersebut sudah memperoleh akses sinyal internet seluler.

Perkembangan tersebut menunjukkan pembangunan menara BTS dan perluasan jaringan operator telekomunikasi mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Pemerataan Internet Jadi Tantangan Besar Pemerintah

Meski jumlah desa tanpa internet terus berkurang, pemerintah daerah dan operator telekomunikasi masih menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan pemerataan akses digital.

Wilayah perbukitan, kawasan hutan, hingga desa terpencil menjadi faktor utama yang menghambat pembangunan jaringan internet di beberapa daerah Jambi.

Baca Juga :  Layanan Bank Jambi Saat Ini, Mengingatkan 'Sejarah' Awal Perbankan di Indonesia

Selain itu, biaya pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terpencil juga jauh lebih tinggi dibanding kawasan perkotaan.

Padahal, kebutuhan internet saat ini terus meningkat seiring perkembangan ekonomi digital, pendidikan online, layanan kesehatan digital, hingga aktivitas perbankan berbasis aplikasi.

Tanpa akses internet yang memadai, masyarakat desa berisiko tertinggal dalam berbagai sektor pembangunan.

Karena itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan BTS dan perluasan jaringan 4G hingga 5G di wilayah pedesaan Indonesia.

Internet Jadi Kebutuhan Utama Masyarakat Modern

Internet kini tidak lagi sekadar menjadi alat komunikasi tambahan. Jaringan digital telah berubah menjadi kebutuhan utama masyarakat modern.

Pelajar membutuhkan internet untuk belajar daring dan mengakses materi pendidikan. Pelaku UMKM memanfaatkan internet untuk menjual produk secara online. Petani dan nelayan juga mulai menggunakan teknologi digital untuk memperoleh informasi pasar dan cuaca.

Karena itu, keberadaan desa blank spot menjadi perhatian serius dalam pembangunan nasional.

Pemerataan akses internet juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang terus dipercepat pemerintah.

Di banyak daerah, kehadiran internet terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Aktivitas usaha kecil berkembang lebih cepat karena pelaku usaha bisa menjangkau pasar lebih luas melalui media sosial dan marketplace.

Daftar Desa Blank Spot di Jambi 2025

Berikut sebaran jumlah desa tanpa sinyal internet seluler di Provinsi Jambi pada 2025 berdasarkan data BPS:

  • Kabupaten Sarolangun: 9 desa
  • Kabupaten Bungo: 5 desa
  • Kabupaten Kerinci: 3 desa
  • Kabupaten Merangin: 2 desa

Sementara kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi telah menikmati akses internet seluler di seluruh desa dan kelurahan.

Infrastruktur Digital Jambi Terus Berkembang

Peningkatan akses internet di Provinsi Jambi menunjukkan pembangunan infrastruktur digital terus berjalan dari tahun ke tahun.

Perluasan jaringan telekomunikasi menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas masyarakat, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka akses pendidikan dan layanan publik berbasis digital.

Meski masih tersisa 19 desa blank spot pada 2025, tren penurunan wilayah tanpa sinyal memperlihatkan arah pembangunan yang semakin positif.

Pemerintah dan operator telekomunikasi kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni memastikan seluruh masyarakat Jambi bisa menikmati akses internet cepat, stabil, dan merata hingga ke pelosok desa.

Dengan pemerataan jaringan digital, masyarakat desa tidak hanya memperoleh kemudahan komunikasi, tetapi juga peluang ekonomi baru di era digital yang terus berkembang pesat.(*)

Berita Terkait

Bank Mandiri Perkuat Dominasi Digital, Livin’ by Mandiri Catat Lonjakan Transaksi Rp2.083 Triliun
445 Jamaah Haji Kota Jambi Pulang dengan Selamat, Disambut Langsung Gubernur Al Haris
Daftar Software AI Penghasil Uang Terbaik 2026, Bisa Jadi Sumber Cuan dari Rumah Tanpa Modal Besar
Heboh! Bupati Tanjabtim Soroti ASN Pulang ke Kota Jambi Sebelum Jam Kerja Selesai
Cara Daftar blu by BCA Digital 2026 Secara Online, Cuma 10 Menit Rekening Langsung Aktif Tanpa Biaya Admin
Jemaah Haji Jambi Tiba Sore Ini, Panitia Terapkan Pengamanan Ketat
Monadi dan Tomi Emiral Terima Gelar Adat pada Pengukuhan Gelar Sko di Tigo Luhah Belui
BBM Solar Sulit Didapat di Sungai Penuh, Sopir Dump Truck dan Pickup Rela Antre Sejak Subuh Demi Dapat BBM
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:01 WIB

Fakta Mengejutkan! Masih Ada 19 Desa di Jambi Tanpa Sinyal Internet

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:01 WIB

Bank Mandiri Perkuat Dominasi Digital, Livin’ by Mandiri Catat Lonjakan Transaksi Rp2.083 Triliun

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:01 WIB

445 Jamaah Haji Kota Jambi Pulang dengan Selamat, Disambut Langsung Gubernur Al Haris

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:04 WIB

Daftar Software AI Penghasil Uang Terbaik 2026, Bisa Jadi Sumber Cuan dari Rumah Tanpa Modal Besar

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:02 WIB

Heboh! Bupati Tanjabtim Soroti ASN Pulang ke Kota Jambi Sebelum Jam Kerja Selesai

Berita Terbaru