Bungo Pintar Resmi Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Integrasi Teknologi Pendidikan dengan Rumah Pendidikan

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Abdullah Sani dan Wamen Dikdasmen RI Launching Bungo Pintar

Wagub Abdullah Sani dan Wamen Dikdasmen RI Launching Bungo Pintar

BUNGO,JS- Pemerintah Kabupaten Bungo menghadirkan terobosan baru dalam dunia pendidikan melalui peluncuran aplikasi Bungo Pintar. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, bersama Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dan Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., menghadiri langsung agenda tersebut di Ruang Cempaka Kuning, Kantor Bappeda Kabupaten Bungo, Jumat, 7 Agustus 2026.

Peluncuran Bungo Pintar menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Bungo untuk memperluas akses terhadap materi pembelajaran berbasis digital. Pada saat yang sama, inovasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya pemanfaatan teknologi pendidikan untuk mendukung guru, siswa, sekolah, dan masyarakat.

Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq menilai kehadiran Bungo Pintar sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat transformasi digital pendidikan Indonesia.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan inovasi daerah yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Inovasi digital ini sangat cocok dan sejalan dengan apa yang kami upayakan di Kementerian, yaitu memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital,” ujar Fajar Riza Ul Haq.

Bungo Pintar Dorong Transformasi Digital Pendidikan

Perkembangan teknologi membuat proses belajar mengajar mengalami perubahan signifikan. Guru tidak lagi hanya mengandalkan buku fisik sebagai sumber materi. Sebaliknya, berbagai platform digital kini dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif.

Dalam konteks tersebut, Bungo Pintar hadir sebagai inovasi daerah yang dapat memperkaya sumber belajar bagi siswa di Kabupaten Bungo.

Wamen Dikdasmen menjelaskan bahwa pemerintah pusat juga terus membangun ekosistem digital pendidikan yang lebih terintegrasi. Ketika jajaran baru memasuki Kementerian Pendidikan pada 2 Oktober 2024, pemerintah menemukan lebih dari seribu aplikasi yang membantu berbagai kebutuhan pendidikan.

Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki fungsi berbeda, mulai dari pengelolaan data guru dan siswa hingga mendukung kegiatan pembelajaran.

Namun, banyaknya platform membuat pemerintah perlu membangun sistem yang lebih terintegrasi. Karena itu, Kementerian Pendidikan kemudian mengembangkan Rumah Pendidikan sebagai super app yang menggabungkan berbagai layanan pendidikan digital.

Rumah Pendidikan Jadi Ekosistem Digital Nasional

Fajar mengatakan Rumah Pendidikan dapat menjadi pusat berbagai sumber belajar dan layanan digital pendidikan. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah agar mengembangkan inovasi yang mampu mendukung ekosistem tersebut.

“Rumah Pendidikan adalah super app yang menggabungkan ratusan aplikasi yang selama ini diproduksi dan dipakai di Kementerian Pendidikan. Kami mendorong agar aplikasi-aplikasi daerah, seperti Bungo Pintar, dapat terintegrasi atau mendukung ekosistem Rumah Pendidikan,” jelasnya.

Menurut Fajar, pemerintah tidak perlu memandang inovasi daerah dan aplikasi nasional sebagai dua sistem yang saling bersaing.

Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi.

Aplikasi nasional dapat menyediakan sumber belajar yang luas. Sementara itu, aplikasi daerah dapat menghadirkan materi yang lebih dekat dengan kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan peserta didik setempat.

Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan education technology atau edtech di Indonesia.

Baca Juga :  BMKG Beri Peringatan, Kemarau 2026 di Jambi Makin Parah: Sungai Batanghari Surut, Risiko Karhutla Meningkat

Guru Diminta Manfaatkan Sumber Belajar Digital

Selain mendorong pengembangan aplikasi, Wamen Dikdasmen juga mengajak guru memanfaatkan sumber pembelajaran digital secara maksimal.

Ia secara khusus mengimbau guru untuk mengunduh dan menggunakan Rumah Pendidikan, terutama sekolah yang mendapatkan bantuan papan interaktif digital.

Menurutnya, keberadaan perangkat teknologi di ruang kelas harus berjalan beriringan dengan ketersediaan konten pembelajaran.

“Saya sering menyarankan kepada guru ketika sekolahnya mendapatkan bantuan papan interaktif digital untuk segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran yang berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan. Itu wajib, karena semua materi ajar ada di sana,” kata Fajar.

Dengan demikian, pemerintah berharap digitalisasi sekolah tidak berhenti pada pengadaan perangkat keras.

Lebih jauh, pemerintah ingin memastikan guru mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Rumah Pendidikan Raih Pengakuan Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan capaian Rumah Pendidikan di tingkat internasional.

Ia menyebut platform tersebut meraih posisi pertama dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) di Swiss.

Menurut Fajar, capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi digital pendidikan Indonesia mampu mendapatkan perhatian di tingkat global.

Ia mengatakan kompetisi tersebut melibatkan peserta dari berbagai negara dan lebih dari 1.500 aplikasi.

“Penghargaan ini diberikan oleh satu badan khusus di bawah PBB. Kita berhasil mengungguli aplikasi dari 122 negara dan lebih dari 1.500 aplikasi yang diperlombakan,” ungkapnya.

Bagi Indonesia, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus mengembangkan teknologi pendidikan.

Pasalnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi. Pemerintah juga perlu memastikan teknologi memberikan manfaat nyata bagi guru dan peserta didik.

Bungo Pintar Angkat Potensi Pendidikan Lokal

Salah satu hal yang mendapat perhatian Wamen Dikdasmen dalam aplikasi Bungo Pintar ialah peluang memasukkan konten pendidikan yang sesuai dengan karakter daerah.

Bungo memiliki potensi pendidikan lokal yang dapat menjadi bagian dari sumber pembelajaran digital. Salah satu contoh yang disebut Fajar ialah Akademi Al-Qur’an yang berkembang di daerah tersebut.

Konten lokal seperti itu dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual.

Dengan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa dapat memahami pelajaran sekaligus mengenal potensi daerahnya.

Karena itu, pemerintah pusat mendorong daerah untuk tidak sekadar meniru platform digital dari daerah lain.

Setiap pemerintah daerah dapat menciptakan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Wagub Jambi: Digitalisasi Buka Akses Pendidikan Lebih Luas

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyambut baik kehadiran Wamen Dikdasmen beserta rombongan di Provinsi Jambi.

Menurutnya, kunjungan pemerintah pusat menunjukkan perhatian terhadap pengembangan kualitas pendidikan di daerah.

“Pertama-tama kami sampaikan selamat datang di Provinsi Jambi kepada Bapak Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta rombongan. Ini suatu kehormatan bagi kami. Kehadiran Bapak Wamen merupakan wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah untuk kemajuan pendidikan,” ujar Abdullah Sani.

Wagub menilai pemerintah pusat dan daerah perlu terus memperkuat sinergi.

Kolaborasi tersebut penting agar program pendidikan dapat berjalan lebih merata. Selain itu, kerja sama juga dapat mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan pendidikan di daerah.

Menurut Abdullah Sani, pendidikan berkualitas menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi terus memberikan perhatian terhadap kompetensi guru, fasilitas pendidikan, kurikulum, serta perluasan akses bagi masyarakat.

Pendidikan Berkualitas Jadi Kunci SDM Jambi

Abdullah Sani menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan meningkatkan angka partisipasi sekolah.

Pemerintah juga perlu memastikan siswa memperoleh kualitas pembelajaran yang baik.

“Pemerintah Provinsi Jambi menyadari pendidikan berkualitas yang merata adalah kunci utama membangun SDM yang unggul, berdaya saing, dan adaptif,” katanya.

Ia menyebut sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian, antara lain kompetensi guru, sarana dan prasarana, kurikulum yang relevan, serta akses pendidikan bagi kelompok rentan dan wilayah tertinggal.

Dalam konteks tersebut, teknologi dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses.

Platform digital memungkinkan siswa memperoleh materi pembelajaran tanpa sepenuhnya bergantung pada keterbatasan sumber belajar fisik.

Namun, pemerintah tetap perlu memperhatikan kualitas jaringan internet, kemampuan literasi digital, serta kesiapan guru dan siswa.

Bungo Pintar Perkuat Transparansi Pendidikan

Abdullah Sani juga memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Bungo yang menghadirkan Bungo Pintar.

Menurutnya, aplikasi tersebut bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

Pemerintah daerah dapat menggunakan inovasi digital untuk mempercepat pelayanan, membuka akses informasi, serta memperkuat transparansi dalam sektor pendidikan.

“Hadirnya Bungo Pintar membuka pintu lebar-lebar bagi transparansi pendidikan, kemudahan akses informasi, dan percepatan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Bungo,” tutur Abdullah Sani.

Ia berharap Bungo Pintar mampu memberikan manfaat langsung bagi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat.

Selain itu, ia berharap inovasi tersebut dapat memperkuat ekosistem pendidikan di Provinsi Jambi.

Bupati Bungo Targetkan Pemerataan Akses Pendidikan

Bupati Bungo H. Dedy Putra menjelaskan bahwa Bungo Pintar menjadi bagian dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bungo.

Salah satu target pemerintah daerah ialah menjadikan Bungo sebagai pusat pendidikan di wilayah Jambi Barat.

Karena itu, pemerintah daerah ingin memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Bupati juga menyoroti program pendidikan keagamaan melalui pembelajaran Al-Qur’an.

Menurutnya, program Bungo Pintar akan mendukung pembelajaran tersebut bagi anak-anak mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Program Bungo Pintar juga akan diajarkan kepada anak-anak tingkat SD membaca Al-Qur’an sampai tingkat SMA. Pemerintah Kabupaten Bungo terus menggalakkan program keagamaan dan pendidikan, termasuk peluncuran program pendukung lainnya,” ujar Dedy Putra.

Program tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak hanya dapat digunakan untuk materi akademik.

Pemerintah daerah juga dapat memasukkan nilai-nilai lokal dan pendidikan karakter ke dalam ekosistem digital.

Bungo Ingin Jadi Pusat Pendidikan Jambi Barat

Target menjadikan Bungo sebagai pusat pendidikan Jambi Barat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Pemerintah daerah perlu membangun infrastruktur pendidikan. Pada saat yang sama, sekolah perlu meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

Selain itu, siswa membutuhkan akses terhadap sumber belajar yang mudah, cepat, dan berkualitas.

Kehadiran Bungo Pintar dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Jika pemerintah mampu mengembangkan konten secara berkelanjutan, aplikasi tersebut berpotensi menjadi salah satu pusat informasi pendidikan bagi masyarakat Bungo.

Pengembangan aplikasi juga perlu memperhatikan pengalaman pengguna.

Tampilan sederhana, akses cepat, keamanan data, serta materi yang relevan akan menentukan sejauh mana siswa dan guru mau menggunakan platform tersebut secara rutin.

Wamen Tinjau Pendidikan Jarak Jauh di Bungo

Setelah mengikuti peluncuran Bungo Pintar, Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq bersama Wagub Jambi Abdullah Sani dan Bupati Bungo Dedy Putra melanjutkan agenda dengan mengunjungi Sekretariat Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di SMA Negeri 1 Bungo.

Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pendidikan dengan dukungan teknologi.

Pendidikan jarak jauh membutuhkan sistem digital yang mampu menjembatani kebutuhan siswa dan guru.

Karena itu, pengembangan platform pembelajaran digital menjadi semakin relevan.

Selain SMA Negeri 1 Bungo, rombongan juga meninjau SD Nomor 107/II Danau Buluh, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat kondisi pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga :  Perdana, Penerbangan Batik Air Rute Muaro Bungo-Jakarta Jakarta Mendarat di Bandara Bungo

Digitalisasi Pendidikan Bungo Hadapi Tantangan Baru

Peluncuran Bungo Pintar membawa peluang sekaligus tantangan.

Peluang terbesar terletak pada kemampuan teknologi dalam memperluas akses sumber belajar. Sementara itu, tantangan muncul dari kesiapan infrastruktur, kualitas konten, literasi digital, dan konsistensi pemanfaatan aplikasi.

Pemerintah perlu memastikan aplikasi terus mendapatkan pembaruan.

Selain itu, guru juga membutuhkan pendampingan agar mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar.

Dengan strategi tersebut, digitalisasi pendidikan tidak hanya menghasilkan aplikasi baru.

Lebih penting lagi, teknologi dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif.

Bungo Pintar dan Masa Depan EdTech Indonesia

Peluncuran Bungo Pintar menunjukkan semakin kuatnya perhatian pemerintah daerah terhadap education technology.

Indonesia sendiri terus mendorong transformasi digital dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Bagi Kabupaten Bungo, inovasi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi pendidikan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, integrasi dengan ekosistem Rumah Pendidikan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih besar antara pemerintah pusat dan daerah.

Dengan dukungan kebijakan, infrastruktur, guru, sekolah, dan masyarakat, platform seperti Bungo Pintar dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar aplikasi.

Platform tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran digital yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya terlihat dari jumlah aplikasi yang tersedia.

Indikator terpenting ialah seberapa besar teknologi membantu guru mengajar, membantu siswa belajar, mempermudah orang tua memperoleh informasi, serta memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas.

Peluncuran Bungo Pintar menjadi langkah awal Kabupaten Bungo untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Jika pemerintah daerah mampu menjaga kualitas konten dan memperluas pemanfaatannya, inovasi ini dapat memperkuat posisi Bungo sebagai salah satu daerah yang serius mengembangkan transformasi digital pendidikan di Provinsi Jambi.

Daftar Pejabat dan Unsur yang Hadir

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan pendidikan turut menghadiri kegiatan peluncuran Bungo Pintar.

Mereka antara lain Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Bupati Bungo H. Dedy Putra, Wakil Bupati Bungo, unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar, jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Bungo, guru, serta sejumlah undangan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah pusat membawa kebijakan nasional. Pemerintah provinsi memperkuat koordinasi. Sementara itu, pemerintah kabupaten dapat menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan pola kolaborasi tersebut, Bungo Pintar diharapkan mampu memberikan manfaat bagi generasi muda Bungo sekaligus memperkuat agenda transformasi pendidikan di Provinsi Jambi.(*)

Berita Terkait

Ranperda Sungai Penuh Masuk Tahap Penting, Sekda Alpian Minta Regulasi Segera Disempurnakan
Harga BBM Pertamina 8 Agustus 2026 di Jambi: Pertamax Rp16.300, Ini Daftar Lengkap Terbaru
ASN Sungai Penuh Wajib Tahu! Ini 7 Tahapan Hukuman Disiplin PNS, dari Teguran hingga Pemberhentian
Karhutla Mulai Jadi Ancaman, BPBD Kerinci Minta Warga Hentikan Kebiasaan Bakar Lahan
Kabar Gembira PNS! Pengusulan Satyalancana Karya Satya Kota Sungai Penuh Resmi Dibuka, Ini Syarat, Link Daftar dan Cara Pengajuannya
TPG Guru 2026 Terancam Tertunda! KPPN Sungai Penuh Ungkap Kesalahan Data Rekening
Festival Kopi Kerinci 2026 Siap Mendunia, Peluang Emas Petani dan UMKM Dongkrak Ekonomi
Atlet Panjat Tebing Kota Sungai Penuh Ukir Prestasi Gemilang, Bunga Mutiara Risti Borong 2 Medali Emas di Kejurprov Jambi 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Ranperda Sungai Penuh Masuk Tahap Penting, Sekda Alpian Minta Regulasi Segera Disempurnakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Harga BBM Pertamina 8 Agustus 2026 di Jambi: Pertamax Rp16.300, Ini Daftar Lengkap Terbaru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Bungo Pintar Resmi Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Integrasi Teknologi Pendidikan dengan Rumah Pendidikan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:01 WIB

ASN Sungai Penuh Wajib Tahu! Ini 7 Tahapan Hukuman Disiplin PNS, dari Teguran hingga Pemberhentian

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Karhutla Mulai Jadi Ancaman, BPBD Kerinci Minta Warga Hentikan Kebiasaan Bakar Lahan

Berita Terbaru