Kemarau Panjang Melanda Sarolangun, 7 Desa di Pauh Darurat Air Bersih

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Sarolangun dri atas ditengah musim kemarau

Foto ; Sarolangun dri atas ditengah musim kemarau

SAROLANGUN,JS- Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memberikan dampak serius bagi masyarakat di Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Bukan hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi cuaca kering juga membuat sejumlah sumber air masyarakat mengalami penurunan debit.

Di Kecamatan Pauh, sedikitnya 7 desa kini menghadapi kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih. Warga membutuhkan pasokan air untuk berbagai keperluan dasar, mulai dari memasak, mandi hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Informasi tersebut disampaikan Kapolsek Pauh Iptu Hans Simangunsong. Ia mengatakan wilayah yang mengalami kondisi cukup parah berada di bagian barat Kecamatan Pauh.

Beberapa wilayah yang mendapat perhatian antara lain Desa Sepintun dan Desa Lamban Sigatal. Selain dua desa tersebut, sejumlah desa lain juga menghadapi persoalan serupa.

Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih di Sarolangun semakin mendesak. Apalagi, masyarakat tidak dapat mengandalkan sumber air yang tersedia seperti ketika musim penghujan.

Kemarau Panjang Mulai Tekan Kebutuhan Dasar Warga

Musim kemarau membawa persoalan yang lebih luas bagi masyarakat pedesaan.

Ketika hujan jarang turun dalam waktu cukup lama, debit sumber air dapat menurun. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan air, persoalan tersebut tentu membutuhkan penanganan cepat.

Warga membutuhkan air bukan hanya untuk kebutuhan minum. Mereka juga membutuhkan air untuk memasak, mandi, mencuci serta berbagai aktivitas rumah tangga.

Karena itu, bantuan air bersih menjadi salah satu langkah yang dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan sambil menunggu kondisi cuaca kembali membaik.

Kapolsek Pauh menyebut sekitar tujuh desa membutuhkan perhatian terkait persoalan tersebut.

“Ya, Kecamatan Pauh itu diperkirakan ada 7 desa yang benar-benar membutuhkan air,” ujar Iptu Hans Simangunsong.

Menurutnya, kondisi kekeringan terutama terjadi di wilayah Kecamatan Pauh bagian barat.

Desa Sepintun dan Lamban Sigatal Ikut Terdampak

Desa Sepintun menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masyarakat menghadapi kondisi kering di tengah berlangsungnya musim kemarau.

Begitu pula Desa Lamban Sigatal yang berada di wilayah Kecamatan Pauh.

Kedua wilayah tersebut berada dalam kawasan yang cukup jauh dari pusat perkotaan. Karena itu, distribusi bantuan air membutuhkan koordinasi antara pemerintah, kepolisian, pihak kecamatan, perusahaan dan unsur terkait lainnya.

Persoalan air bersih juga muncul bersamaan dengan meningkatnya ancaman karhutla di wilayah Pauh.

Dalam beberapa hari terakhir, personel Polsek Pauh bersama tim penanggulangan karhutla perusahaan juga menangani kebakaran di kawasan Desa Sepintun. Salah satu penanganan pada 16 September 2026 mencakup tiga titik dengan total luas sekitar 10 hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau tidak hanya menghadirkan persoalan bagi kebutuhan rumah tangga. Cuaca kering juga meningkatkan tantangan dalam pengendalian kebakaran lahan.

Polisi dan Perusahaan Mulai Salurkan Bantuan

Untuk membantu masyarakat, jajaran Polres Sarolangun dan Polsek Pauh mulai menyalurkan air bersih.

Penyaluran tersebut juga melibatkan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa terdampak.

Langkah tersebut membantu warga memperoleh air ketika sumber air di sekitar permukiman tidak lagi mencukupi kebutuhan.

Namun, Kapolsek Pauh menilai bantuan tersebut perlu mendapat dukungan lebih luas.

Pasalnya, kebutuhan air bersih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan juga perlu menjangkau desa-desa yang mengalami kekeringan lebih parah.

Karena itu, pihak kepolisian berharap pemerintah daerah ikut mengambil peran melalui Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Sarolangun.

Kapolsek Minta PDAM Sarolangun Ikut Turun Tangan

Iptu Hans Simangunsong menyampaikan harapan agar PDAM Sarolangun dapat membantu menyediakan sumber air bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah daerah dan PDAM dapat memperluas jangkauan distribusi.

“Di sini perlunya nanti sekiranya dari PDAM—terima kasih kepada PDAM Sarolangun—untuk mohon kiranya bantu kami dari kepolisian maupun dari kecamatan untuk memberikan bantuan sumber air bersih kepada masyarakat kita,” katanya.

Permintaan tersebut muncul karena masyarakat membutuhkan solusi yang lebih berkelanjutan.

Distribusi menggunakan kendaraan tangki memang dapat membantu dalam situasi darurat. Namun, petugas tetap perlu menghitung kebutuhan masing-masing desa agar bantuan menjangkau masyarakat secara merata.

Selain itu, pemerintah juga perlu melihat kondisi sumber air di setiap wilayah untuk menentukan pola distribusi yang paling efektif.

Baca Juga :  Karhutla Bukit Telasih Merangin Meluas, Bupati M Syukur Minta Warga Hentikan Bakar Lahan

Air Bersih Menjadi Kebutuhan Mendesak

Krisis air bersih memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Ketika air sulit diperoleh, warga harus mencari sumber alternatif yang lokasinya mungkin lebih jauh dari rumah.

Situasi tersebut dapat menambah beban masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anak, lansia, atau anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.

Air juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

Karena itu, penanganan kekeringan tidak cukup hanya dengan melihat ketersediaan air untuk minum. Pemerintah perlu memperhitungkan kebutuhan rumah tangga secara keseluruhan.

Dalam kondisi seperti ini, distribusi clean water assistance atau bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk respons yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Kekeringan dan Ancaman Karhutla Saling Berkaitan

Persoalan kekeringan di Pauh juga muncul bersamaan dengan ancaman karhutla.

Cuaca kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Ketika titik api muncul, petugas juga menghadapi tantangan dalam mencari sumber air untuk proses pemadaman.

Penanganan karhutla di Desa Sepintun pada pertengahan September menunjukkan kondisi tersebut. Polisi bersama tim perusahaan harus bergerak menuju lokasi yang berada cukup jauh dari pusat Kecamatan Pauh.

Tim juga menggunakan sejumlah peralatan untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan.

Karena itu, ketersediaan sumber air memiliki dua fungsi penting pada musim kemarau.

Pertama, air memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kedua, sumber air mendukung respons petugas ketika menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Perlu Memetakan Desa yang Mengalami Kekeringan

Dengan terdapatnya tujuh desa yang membutuhkan air bersih, pemetaan kebutuhan menjadi langkah penting.

Pemerintah dapat mencatat jumlah warga yang terdampak, kondisi sumber air, kebutuhan harian serta akses kendaraan menuju setiap desa.

Data tersebut kemudian dapat membantu menentukan prioritas distribusi.

Desa dengan sumber air paling terbatas tentu membutuhkan perhatian lebih cepat. Setelah itu, distribusi dapat bergerak secara berkala ke wilayah lain yang mengalami persoalan serupa.

Langkah tersebut juga dapat mencegah terjadinya penumpukan bantuan di satu wilayah ketika desa lain masih mengalami kekurangan.

Kolaborasi Menjadi Kunci Penanganan Kekeringan

Penanganan drought in Indonesia, termasuk kekeringan di wilayah pedesaan Jambi, membutuhkan kerja sama banyak pihak.

Polisi dapat membantu koordinasi dan distribusi. Pemerintah kecamatan dapat memetakan kebutuhan masyarakat. Pemerintah kabupaten dapat menyiapkan dukungan anggaran dan fasilitas.

Sementara itu, PDAM dapat membantu dari sisi penyediaan serta distribusi air apabila memiliki sumber daya yang sesuai.

Perusahaan di sekitar desa juga dapat mengambil peran melalui program bantuan sosial dan tanggung jawab lingkungan.

Kolaborasi tersebut akan semakin penting apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi Larang Lahan Bekas Karhutla Ditanami Selama 2 Tahun, Pelanggar Terancam Pidana

Warga Diminta Menghemat Penggunaan Air

Di tengah keterbatasan sumber air, masyarakat juga perlu mengatur penggunaan air secara bijak.

Warga dapat memprioritaskan air untuk kebutuhan memasak, minum, kebersihan diri dan kebutuhan rumah tangga yang paling penting.

Selain itu, masyarakat perlu segera melaporkan apabila menemukan sumber air yang mengering atau kebutuhan air di wilayahnya semakin meningkat.

Informasi dari masyarakat dapat membantu pemerintah dan petugas menentukan wilayah yang membutuhkan distribusi lebih cepat.

Bantuan Air Bersih Perlu Berkelanjutan

Krisis air bersih tidak selalu selesai hanya dengan satu kali pengiriman.

Jika hujan belum turun secara signifikan, pemerintah perlu menyiapkan pola distribusi berkala.

Pengiriman air juga perlu mempertimbangkan kapasitas tempat penampungan yang tersedia di setiap desa.

Dengan demikian, masyarakat dapat menerima bantuan sesuai kebutuhan tanpa menimbulkan persoalan baru dalam proses distribusi.

Selain bantuan jangka pendek, pemerintah juga dapat mengevaluasi sumber air alternatif dan infrastruktur penampungan air untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.

Tujuh Desa Menunggu Dukungan Lebih Luas

Kondisi yang terjadi di Kecamatan Pauh menjadi perhatian karena masyarakat membutuhkan air untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Polisi bersama perusahaan sudah mulai memberikan bantuan. Namun, Kapolsek Pauh berharap PDAM Sarolangun dan pemerintah daerah ikut memperkuat penanganan.

Kebutuhan tersebut semakin penting apabila kemarau terus berlangsung dan sumber air masyarakat belum kembali normal.

Bagi warga di tujuh desa yang terdampak, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan. Air menjadi kebutuhan utama untuk memasak, mandi, mencuci dan menjaga kebersihan keluarga.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, PDAM, kepolisian, pemerintah kecamatan, perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak musim kemarau panjang di Sarolangun.

Penanganan cepat dapat membantu mengurangi beban warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kering masih berlangsung.(TIM)

Berita Terkait

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Angkat Kopi Lokal, Alfin Dorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani
Ironis! Permukiman Warga Hanya 2,5 Km dari Jaringan PLN, Bertahun-tahun Masih Pakai Genset
Karhutla Bukit Telasih Merangin Meluas, Bupati M Syukur Minta Warga Hentikan Bakar Lahan
Sejumlah Sekolah Dipimpin PLT, BKPSDM Sungai Penuh: Sudah Sesuai Aturan
Safari Jumat Wako Alfin: Serahkan Bantuan Masjid Rp5 Juta hingga Himbauan Kabut Asap
Kerinci Mau Tambah OPD Saat Anggaran Diperketat, Publik Soroti Beban APBD
Pendaftaran Lelang 5 Jabatan Kepala OPD Sungai Penuh Ditutup Hari Ini, Ini Pesan Kepala BKPSDM
Bupati Muaro Jambi Larang Lahan Bekas Karhutla Ditanami Selama 2 Tahun, Pelanggar Terancam Pidana
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Angkat Kopi Lokal, Alfin Dorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani

Sabtu, 19 September 2026 - 14:01 WIB

Ironis! Permukiman Warga Hanya 2,5 Km dari Jaringan PLN, Bertahun-tahun Masih Pakai Genset

Sabtu, 19 September 2026 - 10:01 WIB

Karhutla Bukit Telasih Merangin Meluas, Bupati M Syukur Minta Warga Hentikan Bakar Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 23:28 WIB

Sejumlah Sekolah Dipimpin PLT, BKPSDM Sungai Penuh: Sudah Sesuai Aturan

Jumat, 18 September 2026 - 15:31 WIB

Safari Jumat Wako Alfin: Serahkan Bantuan Masjid Rp5 Juta hingga Himbauan Kabut Asap

Berita Terbaru