BUNGO, JS- Kabupaten Bungo mengirimkan 35 peserta terbaik untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Provinsi Jambi tahun 2026. Bupati Bungo, H. Dedy Putra, secara resmi melepas keberangkatan kontingen tersebut dalam sebuah acara pelepasan pada Jumat (30/10/2026).
Keikutsertaan puluhan peserta ini menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bungo untuk menunjukkan kemampuan generasi Qur’ani sekaligus bersaing dengan kafilah dari kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi.
MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi berlangsung di Kota Jambi mulai 30 Oktober hingga 8 November 2026. Selama penyelenggaraan tersebut, para peserta akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan yang menguji kemampuan membaca, menghafal, memahami, hingga mengembangkan pengetahuan tentang Al-Qur’an.
Bupati Dedy Putra berharap seluruh anggota kafilah mampu menjalankan tugas dengan baik. Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kesehatan, memperkuat kekompakan, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi.
Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ bukan sekadar mengejar kemenangan dan membawa pulang penghargaan. Lebih dari itu, para peserta harus mencerminkan karakter generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
Bupati Dedy Putra Tekankan Prestasi dan Sportivitas
Dalam arahannya, Dedy Putra menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta yang membawa nama Kabupaten Bungo pada MTQ tingkat Provinsi Jambi.
Ia meminta para peserta menjaga kondisi fisik selama mengikuti rangkaian perlombaan. Selain itu, setiap anggota kafilah perlu membangun kerja sama dan saling memberikan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Bupati juga mengharapkan para peserta tampil percaya diri ketika menghadapi dewan hakim dan peserta dari daerah lain.
“Kami berpesan kepada seluruh kafilah agar senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, serta menampilkan kemampuan terbaiknya selama mengikuti MTQ ke-55 ini. Tunjukkan bahwa kafilah Kabupaten Bungo tidak hanya siap bertanding untuk meraih prestasi, tetapi juga mampu menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dan sportivitas, sehingga dapat membawa nama harum daerah yang kita cintai di tingkat Provinsi Jambi,” ujar Dedy Putra.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah mengharapkan prestasi yang berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlak peserta.
Karena itu, para anggota kafilah perlu menjaga sikap selama berada di Kota Jambi. Mereka membawa nama Kabupaten Bungo, sehingga perilaku, kedisiplinan, dan tanggung jawab juga menjadi bagian penting dari penampilan kontingen.
Total 85 Orang, Ini Rincian Kontingen Kabupaten Bungo
Kabupaten Bungo menyiapkan kekuatan kontingen sebanyak 85 orang untuk menghadapi MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi.
Jumlah tersebut tidak hanya mencakup peserta lomba, tetapi juga unsur pimpinan, pelatih, official, tenaga medis, pendamping, serta tenaga pendukung lainnya.
Berdasarkan data panitia, berikut komposisi lengkap kontingen Kabupaten Bungo:
- Pengarah dan pimpinan kafilah: 12 orang.
- Pelatih: 11 orang.
- Official: 15 orang.
- Peserta lomba: 35 orang.
- Tenaga medis: 3 orang.
- Pendamping: 1 orang.
- Tenaga pendukung dan sopir: 8 orang.
Dengan komposisi tersebut, sebanyak 35 peserta akan menjadi ujung tombak Kabupaten Bungo dalam berbagai cabang perlombaan. Sementara itu, unsur pendukung memiliki tugas membantu kelancaran persiapan, pendampingan, kesehatan, dan kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran tenaga pelatih dan official juga menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan peserta. Mereka dapat membantu peserta menjaga konsentrasi, mengatur kebutuhan perlombaan, serta memastikan setiap anggota kafilah mengikuti jadwal kegiatan dengan baik.
Delapan Cabang MTQ Jadi Arena Persaingan Peserta Bungo
Pada MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi, kafilah Kabupaten Bungo mengikuti sejumlah cabang perlombaan yang menguji kemampuan peserta dari berbagai bidang keilmuan Al-Qur’an.
Beberapa cabang yang menjadi bagian dari kompetisi tersebut meliputi:
- Tilawah Al-Qur’an, yang menguji kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid, makhraj, dan keindahan suara.
- Hifzhil Qur’an, yang menitikberatkan kemampuan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.
- Fahmil Qur’an, yang menguji wawasan serta pemahaman peserta terhadap kandungan Al-Qur’an.
- Syarhil Qur’an, yang mengembangkan kemampuan menyampaikan pesan dan kandungan ayat Al-Qur’an.
- Khattil Qur’an, yang menampilkan kemampuan seni menulis kaligrafi Arab.
- Tafsir Al-Qur’an, yang menguji pemahaman dan kemampuan menjelaskan makna ayat.
- Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), yang mengembangkan kemampuan peserta menyusun gagasan ilmiah berdasarkan kajian Al-Qur’an.
- Sejumlah cabang potensial lainnya sesuai ketentuan penyelenggaraan MTQ.
Setiap cabang memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan tersendiri. Oleh sebab itu, peserta membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi penguasaan materi, mental, maupun kemampuan teknis.
Selain kemampuan individu, peserta juga perlu menjaga kedisiplinan selama mengikuti jadwal perlombaan. Persiapan tersebut menjadi modal penting agar mereka mampu tampil optimal ketika memperoleh kesempatan berkompetisi.
MTQ ke-55 Menjadi Momentum Penguatan Generasi Qur’ani
MTQ tingkat Provinsi Jambi tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan peserta terbaik dalam berbagai cabang perlombaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat dapat mendorong tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan keluarga, sekolah, pesantren, serta kehidupan sosial.
Bagi Kabupaten Bungo, keikutsertaan dalam MTQ ke-55 juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembinaan yang selama ini berjalan di daerah.
Para peserta yang mengikuti perlombaan membawa kemampuan dan pengalaman masing-masing. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mengukur hasil latihan sekaligus memperoleh pengalaman berharga ketika berhadapan dengan peserta terbaik dari daerah lain.
Di sisi lain, persaingan antarkafilah dapat mendorong peningkatan kualitas pembinaan MTQ pada masa mendatang. Setiap daerah tentu ingin menghasilkan peserta yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, hasil kompetisi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Penguatan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an juga menjadi tujuan penting dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Bungo Berharap Pulang Membawa Prestasi
Dengan mengirimkan 35 peserta dan dukungan total 85 anggota kontingen, Kabupaten Bungo memiliki kesempatan untuk bersaing dalam MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi.
Pesan Bupati Dedy Putra menjadi pengingat bagi seluruh anggota kafilah agar menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesungguhan.
Kesehatan, kekompakan, kedisiplinan, dan sportivitas perlu menjadi perhatian selama mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga 8 November 2026.
Masyarakat Kabupaten Bungo tentu berharap para peserta mampu memperlihatkan kemampuan terbaik dan meraih hasil membanggakan.
Namun, lebih dari sekadar mengejar gelar juara, keikutsertaan mereka diharapkan mampu memperkuat semangat masyarakat untuk mencintai Al-Qur’an.
Dengan demikian, MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi tidak hanya menjadi arena persaingan antardaerah, tetapi juga momentum untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi, berpengetahuan, dan berakhlak baik.
Kini, perjuangan 35 peserta Kabupaten Bungo di Kota Jambi menjadi perhatian masyarakat. Seluruh anggota kontingen diharapkan menjaga nama baik daerah sekaligus memberikan penampilan terbaik dalam setiap cabang perlombaan yang mereka ikuti.(*)










