Rekomendasi Saham HRTA, MAPI, dan DEWA untuk Selasa 3 November 2026, Investor Perlu Cermati Peluang dan Risiko

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Pergerakan pasar saham Indonesia memasuki perdagangan Selasa (3/11/2026) masih menarik perhatian investor. Sejumlah saham yang patut masuk dalam daftar pantauan antara lain PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Ketiga emiten tersebut memiliki karakter bisnis dan pergerakan harga yang berbeda. Karena itu, investor perlu memperhatikan kondisi teknikal, kekuatan transaksi, serta perkembangan pasar sebelum menentukan strategi perdagangan.

Selain itu, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih menghadapi tekanan turut memengaruhi keputusan pelaku pasar. Investor perlu lebih selektif dalam memilih saham, terutama ketika volatilitas meningkat dan pergerakan harga berlangsung cepat.

Perdagangan awal pekan memberikan gambaran bahwa tekanan jual masih membayangi sejumlah saham unggulan. Kondisi tersebut membuat strategi pembelian bertahap, pengamatan level support, serta penentuan batas risiko menjadi semakin penting.

IHSG Masih Menghadapi Tekanan, Investor Perlu Selektif

Pergerakan IHSG menjadi salah satu faktor penting yang perlu investor perhatikan sebelum mengambil posisi pada saham individual.

Pada Senin (2/11/2026), IHSG sempat melemah 1,25 persen ke level 4.993,92 pada awal perdagangan. Data perdagangan pukul 09.02 WIB menunjukkan 458 saham mengalami penurunan, sedangkan 154 saham menguat dan 351 saham bergerak stagnan.

Tekanan tersebut juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. MAPI tercatat turun 6,48 persen ke Rp1.155. Sementara itu, HRTA melemah 4,55 persen ke Rp1.365.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa investor masih menghadapi tekanan jual di sejumlah sektor. Oleh sebab itu, peluang pemulihan harga perlu mendapatkan konfirmasi melalui peningkatan volume transaksi dan perbaikan indikator teknikal.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati implementasi kebijakan Bursa Efek Indonesia terkait pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perhatian investor terhadap kualitas pergerakan indeks dan kondisi likuiditas saham.

Saham HRTA: Tekanan Harga dan Peluang Pemulihan

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian investor karena pergerakan sahamnya mengalami tekanan cukup besar.

Pada perdagangan Senin (2/11/2026), HRTA tercatat melemah 4,55 persen ke posisi Rp1.365 berdasarkan data perdagangan pagi.

Tekanan tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih perlu mencermati kemampuan saham HRTA mempertahankan area harga penting.

Dari sisi teknikal, investor biasanya menggunakan beberapa indikator untuk membaca potensi perubahan arah harga.

Moving Average (MA), Relative Strength Index (RSI), dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) dapat membantu memberikan gambaran mengenai kekuatan tren.

Apabila harga mulai membentuk kenaikan dengan dukungan volume transaksi, peluang pemulihan jangka pendek dapat terbuka. Namun, investor tetap perlu memperhatikan kemungkinan tekanan jual lanjutan.

Saham HRTA juga berkaitan dengan sektor perdagangan emas dan perhiasan. Dengan demikian, perkembangan harga emas, daya beli masyarakat, serta aktivitas perdagangan produk perhiasan dapat menjadi faktor yang perlu investor perhatikan dalam menilai prospek perusahaan.

Meski begitu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan sentimen sektor. Pergerakan harga saham tetap membutuhkan konfirmasi dari kondisi transaksi dan laporan keuangan perusahaan.

Baca Juga :  Harga Saham CNMA Cuma Rp72, Cinema XXI Bagi Dividen Rp333 Miliar, Yield Tembus 5,5 Persen

Saham MAPI: Perhatikan Tekanan Jual di Sektor Ritel

Selanjutnya, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga menghadapi tekanan pada perdagangan awal pekan.

Pada Senin (2/11/2026), MAPI turun 6,48 persen ke level Rp1.155 pada awal perdagangan. Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena MAPI merupakan salah satu emiten yang bergerak dalam sektor ritel dan memiliki eksposur terhadap konsumsi masyarakat.

Kinerja sektor ritel sangat berkaitan dengan daya beli, tingkat konsumsi, inflasi, serta perubahan perilaku belanja masyarakat.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Sebagai emiten ritel, perkembangan penjualan produk, pengelolaan persediaan, ekspansi gerai, dan efisiensi operasional menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja MAPI.
Dari sisi perdagangan saham, penurunan harga yang cukup besar belum otomatis menunjukkan peluang pembelian.

Investor perlu menunggu konfirmasi ketika harga mulai membentuk pola pemulihan. Peningkatan volume pembelian dan kemampuan harga bertahan di atas area support dapat menjadi sejumlah indikator yang perlu dicermati.

Sebaliknya, apabila tekanan jual masih mendominasi, investor perlu mempertimbangkan risiko penurunan lanjutan.

Saham DEWA: Peluang Rebound Masih Perlu Konfirmasi

Berbeda dengan HRTA dan MAPI, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memiliki eksposur bisnis pada sektor jasa pertambangan.
Perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa pertambangan dan kegiatan pendukung industri pertambangan.

Oleh karena itu, perkembangan aktivitas pertambangan, kebutuhan jasa kontraktor, serta kondisi industri komoditas menjadi faktor yang relevan untuk diperhatikan.

Pada perdagangan Senin (2/11/2026), data teknikal yang tersedia mencatat harga DEWA berada di sekitar Rp238 atau menguat 11,21 persen.

Penguatan tersebut menunjukkan adanya respons beli setelah tekanan harga sebelumnya. Namun, investor tetap perlu membedakan antara kenaikan jangka pendek dan perubahan tren yang lebih kuat.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah posisi harga terhadap indikator Moving Average.

Ketika harga mampu bertahan di atas MA jangka pendek, peluang penguatan dapat memperoleh dukungan tambahan. Akan tetapi, apabila harga masih berada di bawah MA jangka menengah, risiko koreksi tetap perlu diantisipasi.

Selain itu, volume transaksi juga memegang peranan penting. Kenaikan harga yang disertai peningkatan volume dapat memberikan sinyal bahwa minat beli mulai menguat.

Sebaliknya, apabila kenaikan harga tidak mendapatkan dukungan transaksi yang memadai, investor perlu berhati-hati terhadap kemungkinan aksi ambil untung.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor Sebelum Membeli HRTA, MAPI, dan DEWA?

Sebelum mengambil keputusan investasi pada perdagangan Selasa, terdapat beberapa aspek penting yang perlu investor perhatikan.

Pertama, perhatikan level support dan resistance.
Support menggambarkan area harga yang berpotensi menahan tekanan penurunan. Sementara itu, resistance menunjukkan area yang berpotensi menghambat kenaikan harga.

Kedua, perhatikan volume perdagangan. Peningkatan volume ketika harga bergerak naik dapat memberikan gambaran mengenai meningkatnya minat beli.

Ketiga, gunakan indikator teknikal secara bersamaan. Investor dapat mengombinasikan RSI, MACD, dan Moving Average untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh.

Keempat, tentukan batas kerugian atau cut loss sebelum melakukan transaksi. Langkah tersebut penting untuk menjaga modal ketika pergerakan saham tidak sesuai dengan perkiraan.

Kelima, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan harga dalam satu hari. Pergerakan jangka pendek belum tentu mencerminkan perubahan tren secara keseluruhan.

Dengan memperhatikan sejumlah faktor tersebut, investor dapat menyusun strategi perdagangan secara lebih terukur.
Prospek Perdagangan Saham Selasa 3 November 2026

Memasuki perdagangan Selasa (3/11/2026), HRTA, MAPI, dan DEWA menjadi tiga saham yang menarik untuk masuk dalam daftar pemantauan investor.

HRTA menghadapi tekanan harga setelah mengalami pelemahan. MAPI juga perlu memperlihatkan kemampuan memulihkan harga setelah penurunan pada awal pekan.
Sementara itu, DEWA menunjukkan penguatan yang patut dicermati, meskipun investor tetap perlu menunggu konfirmasi keberlanjutan momentum beli.

Ketiganya menawarkan karakter pergerakan yang berbeda. Oleh karena itu, investor sebaiknya menyesuaikan strategi dengan profil risiko dan kondisi pasar.

Perlu diingat, rekomendasi teknikal bukan jaminan keuntungan. Harga saham dapat berubah mengikuti sentimen pasar, kondisi ekonomi, transaksi investor, serta perkembangan perusahaan.

Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Angka harga yang disebutkan merupakan data perdagangan yang tersedia pada 2 November 2026, bukan harga real-time atau rekomendasi resmi untuk 3 November 2026. Level beli, target harga, support, resistance, dan stop loss dari riset Kontan belum dapat diverifikasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.(*)

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Rebound 2 Persen, Bangkit dari Level Terendah Setahun, Investor Pantau Level US$4.000
Harga Emas Antam Hari Ini 2 November 2026 Naik, Simak Daftar Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg dan Buyback
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Cek Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi
Rupiah Hari Ini 2 November 2026 Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Ini Prediksi Analis
Harga Emas Digital Hari Ini Minggu 1 November 2026: Cek Harga Beli, Harga Jual dan Selisihnya
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Tak Berubah, Cek Daftar Pertalite, Pertamax hingga Dexlite di Jambi
Harga Emas Antam 31 Oktober 2026 Turun Lagi, Buyback Anjlok Rp65.000! Ini Daftar Harga Terbaru dan Selisihnya
Ribuan ATM di Indonesia Terus Tutup, 13 Bank Bangkrut hingga 2026: Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Nasabah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:31 WIB

Harga Emas Dunia Rebound 2 Persen, Bangkit dari Level Terendah Setahun, Investor Pantau Level US$4.000

Selasa, 3 November 2026 - 08:01 WIB

Rekomendasi Saham HRTA, MAPI, dan DEWA untuk Selasa 3 November 2026, Investor Perlu Cermati Peluang dan Risiko

Senin, 2 November 2026 - 11:01 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Cek Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi

Senin, 2 November 2026 - 09:31 WIB

Rupiah Hari Ini 2 November 2026 Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Ini Prediksi Analis

Minggu, 1 November 2026 - 13:10 WIB

Harga Emas Digital Hari Ini Minggu 1 November 2026: Cek Harga Beli, Harga Jual dan Selisihnya

Berita Terbaru