SUNGAIPENUH,JS- Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Sungai Penuh mengeluarkan peringatan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan instansi tersebut.
Modus penipuan ini menyasar ASN, terutama mereka yang tengah mempersiapkan administrasi menjelang masa pensiun dan membutuhkan informasi mengenai layanan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) maupun Taspen.
Peringatan tersebut muncul menyusul adanya laporan mengenai pihak-pihak yang menghubungi sejumlah ASN dengan membawa nama BKAD Kota Sungai Penuh. Pelaku diduga memanfaatkan kebutuhan informasi terkait pelayanan administrasi kepegawaian dan hak-hak ASN untuk mendapatkan kepercayaan calon korban.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, ASN yang sedang mengurus persiapan pensiun biasanya membutuhkan berbagai informasi mengenai dokumen administrasi, pencairan hak kepegawaian, tabungan perumahan, hingga layanan jaminan hari tua.
Situasi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan, termasuk meminta data pribadi, nomor rekening, kode OTP, PIN, maupun sejumlah uang dengan alasan membantu proses administrasi.
PLT Kepala BKAD Kota Sungai Penuh, Reno Hanjoni, berharap seluruh ASN, khususnya pegawai yang tengah mengurus persiapan pensiun, tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan keasliannya.
Ia mengingatkan agar para ASN selalu melakukan pemeriksaan sebelum menindaklanjuti setiap pesan, telepon, ataupun tawaran bantuan yang mengatasnamakan BKAD.
“Informasi akan data dan pengurusan Tapera dan sebagainya secara resmi diumumkan BKAD Sungai Penuh, jika mendapatkan informasi yang mencurigakan segera laporkan ke BKAD untuk informasi lebih lanjut,” tegasnya.
BKAD Sungai Penuh Ingatkan ASN Waspadai Modus Penipuan Tapera dan Taspen
Reno menjelaskan, informasi mengenai pelayanan Tapera, Taspen, serta berbagai kebutuhan administrasi ASN harus mengacu pada saluran informasi resmi pemerintah daerah.
Karena itu, ASN perlu berhati-hati apabila menerima komunikasi dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai BKAD, petugas pelayanan, atau pihak lain yang menawarkan kemudahan dalam mengurus administrasi pensiun.
Terlebih lagi, apabila orang tersebut meminta sejumlah persyaratan yang tidak memiliki kejelasan prosedur, ASN sebaiknya tidak langsung mengikuti permintaannya.
Pelaku penipuan biasanya memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap nama instansi pemerintah. Mereka dapat menggunakan identitas lembaga, istilah administrasi, hingga bahasa formal agar komunikasi terlihat meyakinkan.
Selain itu, pelaku juga dapat menciptakan kesan mendesak dengan alasan batas waktu pengurusan, percepatan pencairan dana, atau penyelesaian dokumen pensiun.
Melalui peringatan ini, BKAD Kota Sungai Penuh mengajak seluruh ASN untuk lebih teliti dalam mengenali setiap bentuk komunikasi yang membawa nama instansi pemerintah.
Jangan Berikan NIK, Nomor Rekening hingga Kode OTP
Salah satu hal penting yang perlu ASN perhatikan adalah keamanan data pribadi.
Dalam menjalankan aksinya, penipu dapat meminta Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Pegawai (NIP), nomor rekening, kode OTP, PIN, hingga dokumen penting lainnya.
Padahal, data tersebut memiliki fungsi penting dan dapat menimbulkan risiko apabila jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Oleh sebab itu, ASN tidak boleh sembarangan mengirimkan dokumen pribadi melalui WhatsApp, pesan singkat, maupun media komunikasi lainnya kepada nomor yang belum terverifikasi.
Begitu pula dengan kode OTP dan PIN. Kedua informasi tersebut merupakan bagian dari sistem keamanan akun dan transaksi. Siapa pun yang meminta kode tersebut dengan alasan membantu pengurusan administrasi perlu dicurigai.
ASN juga perlu memahami bahwa seseorang yang mengaku memiliki hubungan dengan instansi pemerintah belum tentu benar-benar menjalankan tugas resmi.
Untuk itu, jangan hanya mengandalkan foto profil, nama akun, logo instansi, atau identitas yang seseorang tampilkan dalam pesan digital.
Lakukan konfirmasi melalui kantor BKAD Kota Sungai Penuh sebelum memberikan informasi ataupun mengambil tindakan lebih lanjut.
Waspadai Permintaan Transfer Uang dengan Dalih Mempercepat Pengurusan Pensiun
Selain pencurian data pribadi, modus lain yang perlu ASN antisipasi adalah permintaan transfer uang.
Oknum penipu bisa saja mengaku mampu membantu mempercepat proses pengurusan administrasi pensiun, pencairan hak kepegawaian, ataupun layanan Tapera dan Taspen.
Mereka kemudian meminta calon korban mengirimkan sejumlah uang dengan berbagai alasan, mulai dari biaya administrasi, biaya aktivasi, hingga pembayaran untuk memperlancar proses dokumen.
ASN jangan langsung mempercayai tawaran seperti itu.
Setiap permintaan pembayaran yang mengatasnamakan BKAD harus melalui pemeriksaan dan konfirmasi terlebih dahulu. Jangan pernah mengirimkan uang hanya karena seseorang mengaku sebagai petugas atau menyampaikan bahwa proses administrasi akan terhambat apabila pembayaran tidak segera dilakukan.
Terlebih lagi, pelaku dapat menggunakan tekanan psikologis agar korban segera mengambil keputusan tanpa sempat memeriksa kebenaran informasi.
Karena itu, ASN perlu mengutamakan kehati-hatian daripada tergesa-gesa mengikuti instruksi orang yang tidak dikenal.
ASN Diminta Konfirmasi Langsung ke Kantor BKAD
Untuk mencegah bertambahnya korban, BKAD Kota Sungai Penuh mengimbau seluruh ASN agar mengutamakan komunikasi melalui saluran pelayanan resmi.
Apabila menerima pesan WhatsApp, panggilan telepon, atau informasi dari pihak yang mengatasnamakan BKAD, ASN sebaiknya tidak langsung memberikan tanggapan yang berkaitan dengan data pribadi maupun keuangan.
Langkah paling aman adalah mendatangi langsung Kantor BKAD Kota Sungai Penuh untuk memperoleh penjelasan dari petugas terkait.
Berdasarkan imbauan dalam pengumuman BKAD, pelayanan berlangsung pada pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. ASN dapat memanfaatkan waktu pelayanan tersebut untuk memastikan kebenaran informasi mengenai Tapera, Taspen, dan kebutuhan administrasi lainnya.
Selain itu, ASN perlu menyimpan bukti komunikasi apabila menemukan indikasi penipuan. Bukti tersebut dapat berupa tangkapan layar percakapan, nomor telepon, isi pesan, maupun informasi rekening yang pelaku berikan.
Selanjutnya, laporkan kejadian tersebut kepada BKAD agar petugas dapat memberikan penjelasan dan membantu mengarahkan langkah yang tepat.
Jangan menghapus bukti komunikasi sebelum melakukan pelaporan karena informasi tersebut dapat membantu proses pemeriksaan lebih lanjut.
Persiapan Pensiun Harus Mengutamakan Keamanan Administrasi
Menjelang masa pensiun, ASN memang perlu mempersiapkan berbagai dokumen dan memahami hak-hak yang berkaitan dengan masa purnatugas.
Namun, kebutuhan tersebut jangan sampai membuat pegawai lengah terhadap berbagai tawaran bantuan yang tidak jelas asal-usulnya.
Informasi mengenai Tapera dan Taspen menjadi salah satu hal yang perlu pegawai pahami sejak awal. Dengan mengetahui jalur pelayanan yang benar, ASN dapat menghindari kesalahpahaman sekaligus mengurangi risiko menjadi sasaran penipuan.
Selain itu, keluarga juga perlu ikut mengingatkan anggota keluarga yang berstatus ASN agar tidak mudah memberikan data pribadi kepada orang yang baru mereka kenal melalui komunikasi digital.
Kewaspadaan tersebut semakin penting karena pelaku penipuan dapat menghubungi calon korban kapan saja dengan menggunakan berbagai nomor telepon dan identitas.
ASN juga sebaiknya tidak meneruskan informasi yang belum terverifikasi kepada rekan kerja lainnya. Sebelum membagikan pengumuman mengenai administrasi pensiun, pastikan informasi tersebut benar-benar berasal dari sumber resmi.
Dengan demikian, lingkungan kerja dapat membangun kebiasaan saling mengingatkan sekaligus mencegah penyebaran informasi palsu.
Reno Hanjoni Minta ASN Segera Melapor Jika Menemukan Informasi Mencurigakan
Reno Hanjoni kembali menekankan pentingnya kehati-hatian seluruh ASN dalam menghadapi berbagai informasi yang membawa nama BKAD Kota Sungai Penuh.
Ia berharap pegawai tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pesan singkat atau janji kemudahan pengurusan administrasi.
Menurutnya, ASN perlu memastikan setiap informasi melalui jalur komunikasi yang benar agar tidak mengalami kerugian, baik berupa kehilangan uang maupun penyalahgunaan data pribadi.
BKAD juga mengajak seluruh pegawai untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama rekan kerja, terutama ASN yang sedang mempersiapkan masa pensiun.
Apabila menemukan seseorang yang menawarkan bantuan pengurusan Tapera, Taspen, atau dokumen pensiun dengan prosedur yang tidak jelas, segera lakukan konfirmasi kepada pihak BKAD.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah munculnya korban baru.
Pada akhirnya, kewaspadaan menjadi perlindungan pertama dalam menghadapi kejahatan yang memanfaatkan identitas instansi pemerintah. ASN perlu selalu memeriksa sumber informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan tidak mudah tergiur tawaran percepatan layanan.
BKAD Kota Sungai Penuh mengingatkan seluruh ASN agar tidak mudah percaya, tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, serta selalu melakukan konfirmasi sebelum memberikan data maupun melakukan transaksi keuangan.
Jangan sampai keinginan mengurus administrasi pensiun dengan mudah justru dimanfaatkan oknum penipu untuk mengambil uang dan menyalahgunakan identitas pribadi.(AN)










