Harga Cabai di Kerinci dan Sungai Penuh Masih Rp67 Ribu per Kg, Warga Keluhkan Beban Belanja

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Harga cabai merah keriting dan cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Minggu (1/11/2026), masih bertahan pada kisaran Rp60 ribuan per kilogram. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan anggaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pedagang menjual cabai merah keriting dengan harga sekitar Rp67.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit berada di kisaran Rp65.000 per kilogram.

Harga kedua jenis cabai tersebut masih tergolong tinggi karena belum kembali ke tingkat harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Padahal, cabai menjadi salah satu komoditas penting yang hampir selalu masuk dalam kebutuhan belanja rumah tangga.

Kondisi harga yang bertahan di atas Rp60.000 per kilogram ini juga menjadi perhatian konsumen, terutama masyarakat yang setiap hari menggunakan cabai untuk memasak berbagai jenis makanan.

Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp67 Ribu

Pergerakan harga cabai di pasar tradisional Kerinci dan Sungai Penuh masih menunjukkan angka yang relatif tinggi. Cabai merah keriting menjadi salah satu komoditas yang memiliki harga jual lebih mahal dibandingkan sejumlah bahan pangan lainnya.

Seorang pedagang, Ratna, mengatakan harga cabai merah keriting dan cabai rawit saat ini masih berada pada kisaran Rp65.000 hingga Rp67.000 per kilogram.

Menurutnya, kondisi harga tersebut masih bertahan dan belum menunjukkan perubahan berarti dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.

“Harganya masih stabil di angka Rp65 ribu hingga Rp67 ribu per kilogram,” ungkap Ratna.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang datang berbelanja masih harus menyesuaikan jumlah pembelian dengan anggaran masing-masing. Sebab, harga cabai yang cukup tinggi ikut memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Baca Juga :  Kisah Haru Anak SAD Daftar SMA Favorit di Tebo, Tempuh 4 Jam dari Pedalaman Demi Masa Depan

Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap cabai tetap berjalan. Sebagian konsumen tetap membeli komoditas tersebut meskipun harus mengurangi jumlah pembelian dibandingkan ketika harga masih lebih murah.

Warga Keluhkan Harga Cabai Masih Mahal

Tingginya harga cabai juga mendapat perhatian masyarakat. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa harga cabai yang masih berada di atas Rp50.000 per kilogram cukup memberatkan konsumen.

Menurutnya, cabai bukan sekadar bahan pelengkap masakan. Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh menggunakan komoditas tersebut untuk berbagai kebutuhan memasak sehari-hari.

Karena itu, kenaikan atau bertahannya harga cabai dalam waktu cukup lama dapat memengaruhi pengeluaran keluarga.

Warga berharap harga cabai segera mengalami penurunan sehingga masyarakat bisa kembali membeli kebutuhan dapur dengan biaya yang lebih ringan.

“Semoga ke depan harganya bisa stabil kembali dan terjangkau oleh masyarakat,” sebutnya.
Keluhan tersebut menggambarkan harapan konsumen agar harga kebutuhan pangan, khususnya cabai, tidak terus membebani anggaran rumah tangga.

Cabai Jadi Kebutuhan Penting Masyarakat

Cabai merah keriting dan cabai rawit memiliki peran penting dalam konsumsi masyarakat di Kerinci dan Sungai Penuh. Kedua komoditas ini menjadi bagian dari berbagai menu makanan yang masyarakat konsumsi setiap hari.

Oleh sebab itu, perubahan harga cabai sering kali langsung menarik perhatian konsumen.

Ketika harga naik, masyarakat biasanya menyesuaikan pola belanja, mulai dari mengurangi jumlah pembelian hingga mencari alternatif komoditas yang lebih murah.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah Keriting dan Cabe Rawit di Kerinci dan Sungai Penuh Semakin Pedas

Selain konsumen rumah tangga, kondisi harga cabai juga berpengaruh terhadap pelaku usaha kuliner, warung makan, pedagang gorengan, hingga usaha makanan berskala kecil.

Pelaku usaha yang menggunakan cabai sebagai salah satu bahan utama tentu perlu mengatur kembali biaya belanja bahan baku. Jika harga terus bertahan tinggi, mereka menghadapi pilihan untuk menambah modal belanja atau menyesuaikan biaya produksi.

Dengan demikian, harga cabai tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Masyarakat Berharap Harga Segera Turun

Harga cabai yang masih mencapai Rp65.000 hingga Rp67.000 per kilogram menjadi perhatian konsumen di tengah kebutuhan belanja harian yang terus berjalan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga bahan pangan di pasar tradisional Kerinci dan Sungai Penuh.

Pemantauan tersebut penting untuk mengetahui pergerakan harga sekaligus mengantisipasi kemungkinan kenaikan yang dapat semakin membebani masyarakat.

Selain itu, kelancaran pasokan dari daerah penghasil juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan harga komoditas pangan.

Namun, masyarakat tetap membutuhkan perkembangan harga yang lebih bersahabat agar pengeluaran untuk kebutuhan dapur tidak terus meningkat.

Untuk sementara, konsumen di Kerinci dan Sungai Penuh masih harus menyesuaikan anggaran belanja dengan harga cabai yang berada di kisaran Rp60 ribuan per kilogram.

Perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan tentu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang bergantung pada ketersediaan cabai setiap hari.(AN)

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Tak Berubah, Cek Daftar Pertalite, Pertamax hingga Dexlite di Jambi
Bupati Batang Hari Lantik 26 Pejabat, 22 Guru Jadi Kepala Sekolah, Ini Pesan Tegas Fadhil Arief
Wawako Azhar Hamzah Dorong Petani Sungai Penuh dan Kerinci Lebih Produktif, Pupuk Organik Dibagikan
Pemkot Sungai Penuh Gandeng UNRI, Kualitas Guru Jadi Prioritas, Ada Peluang Pelatihan dan Pengembangan SDM
Bupati Dedy Putra Lepas 35 Peserta MTQ Bungo, 85 Orang Perkuat Kontingen Menuju MTQ ke-55 Jambi
Gubernur Al Haris Kucurkan Rp6 Miliar untuk 500 Mahasiswa Jambi, Masing-Masing Terima Rp12 Juta
Wako Alfin Sidak Tumpukan Sampah di Jembatan Pinggir Air, DLH dan Satpol PP Diminta Tindak Tegas Pelaku
Kemarau Panjang Ganggu Pasokan Air Kerinci, Tirta Sakti Kerahkan Mobil Tangki Antar Air ke Rumah Warga
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:35 WIB

Harga Cabai di Kerinci dan Sungai Penuh Masih Rp67 Ribu per Kg, Warga Keluhkan Beban Belanja

Minggu, 1 November 2026 - 09:06 WIB

Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Tak Berubah, Cek Daftar Pertalite, Pertamax hingga Dexlite di Jambi

Minggu, 1 November 2026 - 06:01 WIB

Bupati Batang Hari Lantik 26 Pejabat, 22 Guru Jadi Kepala Sekolah, Ini Pesan Tegas Fadhil Arief

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Wawako Azhar Hamzah Dorong Petani Sungai Penuh dan Kerinci Lebih Produktif, Pupuk Organik Dibagikan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng UNRI, Kualitas Guru Jadi Prioritas, Ada Peluang Pelatihan dan Pengembangan SDM

Berita Terbaru