JAKARTA,JS– Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), untuk mengaktifkan akun ASN Digital. Kebijakan ini tidak hanya memperkenalkan sistem baru, tetapi juga menjadi identitas tunggal ASN dan mengintegrasikan seluruh layanan kepegawaian nasional yang mulai berlaku penuh pada tahun 2026.
Penggantian Sistem Terpisah dengan ASN Digital
BKN menjelaskan bahwa ASN Digital akan menggantikan berbagai platform yang selama ini terpisah. Dengan sistem ini, data pegawai seperti riwayat jabatan, pangkat, gaji, dan administrasi lainnya akan terhubung dalam satu akun resmi. Hal ini bertujuan untuk mempermudah ASN dalam mengakses layanan kepegawaian secara efisien.
ASN wajib mengaktifkan akun ASN Digital untuk menghindari kendala administratif yang akan memengaruhi hak dan kewajiban mereka dalam pengelolaan kepegawaian.
Risiko Bagi ASN yang Tidak Mengaktifkan Akun ASN Digital
ASN yang tidak mengaktifkan akun ASN Digital akan menghadapi beberapa masalah yang langsung memengaruhi administrasi mereka. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
-
Keterbatasan Akses Layanan Kepegawaian: ASN yang belum mengaktifkan akun tidak bisa mengakses layanan seperti MyASN dan platform kepegawaian lainnya.
-
Tertundanya Kenaikan Pangkat dan Gaji: Kenaikan pangkat dan gaji berkala akan terhambat jika ASN belum mengaktifkan akun mereka.
-
Kesulitan Pembaruan dan Validasi Data: ASN yang tidak mengaktifkan akun kesulitan melakukan pembaruan dan validasi data kepegawaian.
-
Risiko Hak dan Kewajiban ASN Tidak Tercatat: Tanpa sistem yang terhubung, hak dan kewajiban ASN tidak tercatat dengan benar.
-
Kesulitan Mengakses Layanan ASN Terintegrasi pada 2026: Mulai 2026, layanan kepegawaian akan terintegrasi. Tanpa akun aktif, ASN tidak bisa mengakses layanan ini.
Keamanan Berlapis dengan Multi-Factor Authentication (MFA)
Untuk menjaga keamanan data pribadi ASN, Multi-Factor Authentication (MFA) memberikan lapisan verifikasi tambahan. ASN harus melewati lebih dari satu tahap verifikasi saat login, mengandalkan kode yang dikirim melalui aplikasi autentikator. Langkah ini memastikan hanya pemilik akun yang sah yang bisa mengakses data kepegawaian dan mengurangi risiko penyalahgunaan akun.
Cara Login ke ASN Digital Setelah MFA Aktif
Setelah ASN mengaktifkan MFA, mereka bisa login ke platform ASN Digital melalui laman resmi di https://asndigital.bkn.go.id/. Berikut langkah-langkah login yang perlu dilakukan:
-
Login ke ASN Digital:
-
Akses https://asndigital.bkn.go.id/ dan masukkan Username yang terdaftar (sama dengan akun SSO ASN atau MyASN).
-
Ketikkan Password, lalu klik Sign In.
-
-
Verifikasi Menggunakan Kode OTP:
-
Buka aplikasi Google Authenticator untuk mendapatkan kode OTP.
-
Masukkan kode OTP yang muncul di kolom verifikasi.
-
Jika kode benar, sistem akan mengarahkan pengguna ke dashboard ASN Digital.
-
Langkah Aktivasi MFA ASN Digital
ASN bisa mengaktifkan MFA untuk memberikan perlindungan tambahan pada akun mereka. Berikut langkah-langkah untuk mengaktifkan MFA:
-
Unduh Aplikasi Autentikator:
-
Unduh aplikasi Google Authenticator di Playstore atau App Store.
-
-
Aktifkan MFA:
-
Login ke MyASN di https://asndigital.bkn.go.id/.
-
Pilih Aktifkan MFA, lalu sistem akan mengarahkan pengguna ke laman SIASN untuk verifikasi login.
-
Pindai kode QR yang muncul menggunakan aplikasi Google Authenticator.
-
Masukkan kode OTP yang dihasilkan, lalu klik Submit untuk menyelesaikan aktivasi.
-
-
Login dengan MFA Aktif:
-
Setelah MFA aktif, setiap login memerlukan verifikasi tambahan melalui kode OTP yang dihasilkan aplikasi autentikator.
-
Solusi untuk Kendala yang Sering Terjadi
ASN mungkin menghadapi masalah saat login atau aktivasi. Kendala yang sering terjadi antara lain lupa kata sandi, kode OTP yang tidak muncul, atau aplikasi autentikator yang gagal sinkronisasi. Untuk mengatasi masalah ini, BKN menyarankan ASN memastikan pengaturan waktu di perangkat mereka sudah sinkron dengan sistem, karena perbedaan waktu bisa menyebabkan OTP tidak valid.
Jika masalah tetap berlanjut, ASN bisa melakukan reset MFA melalui menu pemulihan akun atau menghubungi unit kepegawaian di instansi masing-masing untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.(AN)









