Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung kerinci masih ditutup untuk sementara waktu karena akan ada ritual adatr dan pembersihan lingkungan

Gunung kerinci masih ditutup untuk sementara waktu karena akan ada ritual adatr dan pembersihan lingkungan

KERINCI,JS– Pengelola kawasan masih menutup aktivitas pendakian Gunung Kerinci meskipun tingkat kegempaan mulai menurun. Namun, pengelola mengambil kebijakan ini bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga untuk mendukung ritual adat dan kegiatan pembersihan lingkungan di kawasan kaki gunung.

Sejalan dengan itu, Kepala Resort Gunung Kerinci Eko Supriyatno menyampaikan bahwa pengelola kawasan bekerja sama dengan masyarakat adat dan pegiat lingkungan untuk melaksanakan ritual adat yang telah menjadi tradisi turun-temurun warga sekitar. Selain bermakna budaya, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kebersihan kawasan gunung.

Baca Juga :  Isu Perombakan Kepala Sekolah di Kerinci Bikin Resah

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa empat desa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yaitu Desa Kersik Tuo, Desa Batang Sangir, Desa Lindung Jaya, dan Desa Mekar Jaya. “Kami menutup pendakian karena masyarakat akan melaksanakan ritual adat di kawasan kaki gunung sekaligus membersihkan jalur pendakian. Desa Kersik Tuo memimpin kegiatan ini secara rutin,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga :  Perawat di Kerinci Divonis 4 Tahun Penjara atas Malapraktik Khitan

Menurut Eko, kepercayaan masyarakat setempat melatarbelakangi pelaksanaan ritual adat karena warga meyakini adanya pesan agar kawasan gunung segera dibersihkan. Oleh karena itu, masyarakat juga memasukkan penyembelihan kambing sebagai bagian dari prosesi adat.

Baca Juga :  Misteri Pajak Galian C di BPKAD Kerinci: Ada Negosiasi?

Sementara itu, masyarakat akan menggelar ritual adat pada 22 Januari 2026. Setelah itu, relawan dari pelaku wisata dan kelompok masyarakat lainnya akan melanjutkan kegiatan pembersihan jalur pendakian selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026.

Dengan demikian, pengelola kawasan akan tetap menutup jalur pendakian Gunung Kerinci selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Akhirnya, pengelola mengimbau pendaki dan wisatawan agar mematuhi kebijakan tersebut demi kelancaran acara adat dan keselamatan bersama.(AN)

Berita Terkait

Aturan Baru Pemulangan Haji 2026: Jemaah Jambi Tidak Boleh Dijemput di Asrama, Ini Penjelasan Resminya
Anwar Sadat Dorong Produk Lokal Mendunia, Pelaku UMKM Tanjab Barat Dapat Dukungan Penuh
Wako Alfin Gandeng Yayasan Regen, Sungai Penuh Siapkan Revolusi Pengelolaan Sampah
Setelah Kerinci dan Sungai Penuh, Giliran Pemkab Tebo Dukung Batik Air Buka Rute Muara Bungo-Jakarta
Bank Jambi Siapkan Langkah Besar, Pemkot Sungai Penuh Dukung Penguatan Perbankan Daerah
Viral, Pemadaman Listrik 9 Juni 2026 di Sarolangun, Ini Daftar Lengkap Wilayah Terdampak
Pasien Cuci Darah Kini Lebih Nyaman, RSUD Mayjen Haji Thalib Lakukan Peremajaan Alat Medis
Pelantikan Besar-besaran Berujung Protes, Puluhan Kepsek Datangi Disdikbud Merangin
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:04 WIB

Aturan Baru Pemulangan Haji 2026: Jemaah Jambi Tidak Boleh Dijemput di Asrama, Ini Penjelasan Resminya

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Anwar Sadat Dorong Produk Lokal Mendunia, Pelaku UMKM Tanjab Barat Dapat Dukungan Penuh

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:35 WIB

Wako Alfin Gandeng Yayasan Regen, Sungai Penuh Siapkan Revolusi Pengelolaan Sampah

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:30 WIB

Setelah Kerinci dan Sungai Penuh, Giliran Pemkab Tebo Dukung Batik Air Buka Rute Muara Bungo-Jakarta

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:01 WIB

Bank Jambi Siapkan Langkah Besar, Pemkot Sungai Penuh Dukung Penguatan Perbankan Daerah

Berita Terbaru