Ancaman Gempa M9 Mengintai, Peta Terbaru Ungkap 14 Megathrust di Indonesia

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS- Potensi gempa besar di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah pemerintah memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Pembaruan ini menambah jumlah zona megathrust yang teridentifikasi menjadi 14 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Peta terbaru tersebut sekaligus menunjukkan tingkat ancaman yang lebih tinggi dibandingkan peta sebelumnya yang dirilis pada 2017. Para peneliti melihat kontur bahaya gempa semakin rapat di sejumlah wilayah yang berada di sepanjang zona subduksi lempeng tektonik.

Selain itu, pembaruan peta tersebut juga menarik perhatian ilmuwan internasional. Para peneliti dari Jepang ikut menyoroti kondisi geologi Indonesia yang dinilai memiliki karakteristik serupa dengan kawasan rawan gempa di negaranya.

Baca Juga :  NASA Temukan Kandidat Planet Super Dingin Mirip Bumi

Ilmuwan Jepang Soroti Kemiripan dengan Nankai Trough

Profesor Kosuke Heki dari Hokkaido University menilai kondisi geologi Indonesia memiliki kemiripan dengan Nankai Trough di Jepang. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu zona megathrust paling aktif di dunia.

Menurut Heki, Jepang telah lama mempelajari pola gempa besar yang terjadi secara berkala di kawasan tersebut.

“Di Jepang, gempa bermagnitudo 8 biasanya muncul dalam interval sekitar 50 hingga 100 tahun. Para peneliti lama menggunakan pola itu sebagai acuan sebelum terjadi gempa besar,” ujar Heki saat menjalani program Visiting Researcher di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada akhir Desember 2025.

Pemantauan Deformasi Kerak Bumi Jadi Kunci

Meski demikian, Heki menegaskan bahwa ilmuwan tidak dapat menentukan waktu pasti terjadinya gempa besar. Oleh karena itu, para peneliti terus memantau perubahan pada kerak bumi dalam jangka panjang.

Heki menekankan pentingnya penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) serta pengukuran geodesi dasar laut untuk membaca akumulasi tegangan di zona subduksi.

Menurutnya, pengamatan menunjukkan adanya proses kopling antar seismik yang membuat bagian lempeng tektonik saling mengunci di sepanjang sumbu palung laut.

Baca Juga :  Fenomena Langka 2026, Gerhana Bulan Total Terlihat Jelas di Indonesia

“Kami melihat kopling antar seismik yang saling mengunci hampir di sepanjang sumbu palung. Bahkan pada batas lempeng yang sangat dangkal, regangan terus bertambah dan menyiapkan gempa berikutnya,” jelasnya.

Pergeseran Lambat Bisa Menjadi Tanda Awal

Selain itu, Heki juga menyoroti fenomena slow slip event atau pergeseran lambat pada lempeng bumi. Fenomena ini bergerak sangat perlahan, tetapi sering muncul sebelum gempa besar terjadi.

Para peneliti di Jepang telah mengamati fenomena tersebut berulang kali di kawasan Nankai Trough dan wilayah lain yang aktif secara tektonik.

“Fenomena ini muncul berulang kali di Jepang. Salah satu peristiwa pergeseran lambat bahkan bisa memicu gempa besar berikutnya,” kata Heki.

Indonesia Dinilai Punya Peluang Besar

Lebih lanjut, Heki menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem pemantauan gempa yang lebih canggih. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak zona subduksi aktif.

Zona tersebut membentang dari Sumatra, Jawa, Bali, Lombok hingga Maluku. Dengan memperkuat jaringan GNSS dan teknologi pemantauan dasar laut, para peneliti dapat membaca akumulasi tegangan tektonik dengan lebih presisi.

“Saat ini saya sedang mengerjakan penelitian terkait masalah ini di Indonesia,” ujarnya.

Potensi Gempa Hingga Magnitudo 9

Peta terbaru tersebut juga mencatat sejumlah zona megathrust dengan potensi gempa sangat besar.

Zona Megathrust Aceh–Andaman memiliki potensi gempa maksimum hingga magnitudo 9,2. Selain itu, Megathrust Jawa berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 9,1.

Sementara itu, beberapa zona lain seperti Mentawai–Siberut, Mentawai–Pagai, dan Enggano juga menyimpan potensi gempa hingga magnitudo 8,9.

BMKG Soroti Dua Zona Seismic Gap

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyoroti keberadaan dua zona megathrust yang masih berada dalam kondisi seismic gap, yaitu Selat Sunda dan Mentawai–Siberut.

Kedua wilayah tersebut telah lama tidak mengalami gempa besar. Catatan sejarah menunjukkan gempa besar terakhir di Mentawai terjadi pada 1797, sedangkan gempa besar di wilayah Selat Sunda terjadi pada 1757.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa istilah “menunggu waktu” tidak berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat.

BMKG menjelaskan bahwa istilah tersebut hanya menggambarkan akumulasi energi tektonik yang masih tersimpan karena lama tidak terjadi gempa besar. Oleh karena itu, para ahli tidak dapat memastikan kapan gempa besar akan terjadi.(*)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN
BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status
2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah
Pajak ETF Emas Bisa Dibebaskan? Ini Strategi Baru Pemerintah untuk Dongkrak Investasi Gold ETF
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru