SUNGAIPENUH,JS- Azalia Illona Putri, siswi SMA Negeri Titian Teras–HAS, membawa nama Provinsi Jambi ke panggung nasional melalui cabang lomba baca puisi dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) 2025. Selain menunjukkan kemampuan bersastra, Azalia juga memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci melalui penampilannya dalam defile kontingen Jambi.
Perjalanan Azalia menuju ajang nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Kota Sungai Penuh. Ia tidak hanya membawa kemampuan dalam seni baca puisi, tetapi juga memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap sastra dapat berjalan beriringan dengan upaya melestarikan budaya daerah.
Pada pembukaan FLS2N tingkat nasional, Azalia tampil bersama kontingen Provinsi Jambi dengan mengenakan busana adat Kerinci. Penampilannya menghadirkan nuansa budaya lokal di tengah pertemuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Keanggunan busana adat yang ia kenakan turut menarik perhatian peserta dan tamu undangan. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi Azalia untuk memperkenalkan identitas budaya Kerinci di panggung nasional.
Membawa Nama Jambi Lewat Seni dan Sastra
FLS2N menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, menguji kemampuan, sekaligus membangun kepercayaan diri. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya berhadapan dengan persaingan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan siswa dari berbagai daerah.
Bagi Azalia, cabang baca puisi menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan memahami dan menyampaikan pesan melalui karya sastra. Puisi bukan sekadar rangkaian kata yang harus dibacakan dengan jelas. Seorang pembaca juga perlu memahami makna, menghayati suasana, serta menyampaikan emosi agar pesan dalam setiap bait dapat menjangkau pendengar.
Kemampuan tersebut membutuhkan latihan, ketekunan, dan penguasaan teknik vokal. Peserta juga harus mampu mengatur intonasi, jeda, ekspresi, serta penghayatan agar penampilannya terasa hidup.
Azalia menjalani tantangan itu dengan membawa dukungan dari sekolah, guru, pelatih, teman, dan keluarga. Mereka berharap ia dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga dari kompetisi tingkat nasional.
Bakat Seni Tumbuh dari Lingkungan Keluarga
Kecintaan Azalia terhadap seni dan sastra turut mendapat pengaruh dari ibunya yang aktif di dunia seni dan sastra. Lingkungan keluarga tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Azalia dalam mengenal dan mengembangkan minatnya.
Meski memiliki ketertarikan terhadap dunia seni, Azalia tetap memilih untuk menunjukkan kemampuannya melalui kerja keras. Sikap rendah hati menjadi bagian penting dalam perjalanannya menghadapi kompetisi yang mempertemukan peserta-peserta berbakat dari berbagai daerah.
Bakat saja tidak cukup untuk menghasilkan penampilan yang kuat. Seorang peserta perlu membangun kedisiplinan, menjaga konsentrasi, dan terus memperbaiki kekurangan melalui latihan.
Dalam seni baca puisi, penghayatan juga memegang peranan penting. Pembaca perlu memahami isi karya sebelum menyampaikannya kepada penonton. Dengan begitu, setiap kata dapat menghadirkan makna, bukan sekadar memenuhi tuntutan penampilan.
Perjalanan Azalia menunjukkan pentingnya dukungan lingkungan terdekat dalam mengembangkan potensi anak. Ketika keluarga dan sekolah memberikan ruang untuk belajar, seorang pelajar memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenali kemampuan serta meningkatkan keterampilannya.
Kepala Sekolah Bangga dengan Ketekunan Azalia
Kepala SMA Negeri Titian Teras–HAS, Hendri Yulianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Azalia. Ia menilai Azalia sebagai siswi yang tekun dan disiplin dalam menjalani proses pengembangan bakat.
Bagi sekolah, keikutsertaan siswa dalam kompetisi nasional menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus mendorong pelajar lain agar berani mengembangkan kemampuan mereka.
Prestasi di bidang seni juga memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik. Kemampuan berekspresi, keberanian tampil di depan umum, kreativitas, dan kepekaan terhadap nilai budaya turut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.
Karena itu, pencapaian Azalia dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya untuk mengeksplorasi bidang yang mereka minati. Setiap siswa memiliki potensi berbeda, baik dalam seni, olahraga, sains, maupun bidang keterampilan lainnya.
Sekolah memiliki peran untuk membantu siswa mengenali potensi tersebut melalui pembinaan dan kesempatan berkompetisi. Sementara itu, ketekunan siswa menjadi faktor penting dalam mengubah minat menjadi kemampuan yang terus berkembang.
Guru dan Pelatih Melihat Potensi Besar
Guru pembina, Winda, S.Pd., mengaku telah melihat kecintaan Azalia terhadap sastra sejak siswi tersebut duduk di kelas X. Ketertarikan yang tumbuh sejak awal masa sekolah menengah atas itu menjadi modal penting dalam perjalanan Azalia menekuni seni baca puisi.
Minat terhadap sastra perlu mendapat dukungan melalui proses belajar yang konsisten. Siswa harus berlatih memahami berbagai karakter puisi, mengenali pesan penulis, dan menemukan cara penyampaian yang sesuai dengan isi karya.
Pelatih Azalia, Nafri Dwi Boy, juga menilai siswinya memiliki kemampuan kuat dalam membawakan puisi. Ia melihat Azalia mampu menghadirkan penghayatan sehingga penampilannya tidak berhenti pada pelafalan kata-kata.
“Ia selalu memberi ruh pada setiap bait. Ia membaca dengan hati, bukan sekadar melafalkan,” ujar Nafri.
Penilaian tersebut menegaskan pentingnya penghayatan dalam seni baca puisi. Teknik membaca memang membantu peserta menyampaikan karya dengan baik, tetapi pemahaman terhadap isi puisi turut menentukan kekuatan penampilan.
Melalui latihan yang terarah, peserta dapat belajar menghubungkan pilihan kata, suasana, dan pesan dalam sebuah karya. Proses itu membantu pembaca menghadirkan penampilan yang lebih meyakinkan sekaligus membangun hubungan emosional dengan pendengar.
Busana Adat Kerinci Jadi Identitas di Panggung Nasional
Selain berkompetisi dalam cabang baca puisi, penampilan Azalia dalam defile kontingen Jambi membawa pesan lain tentang pentingnya memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda.
Busana adat Kerinci yang ia kenakan memperlihatkan identitas lokal di tengah keberagaman budaya Indonesia. Kehadiran unsur budaya dalam kegiatan nasional seperti FLS2N dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi daerah kepada peserta dari wilayah lain.
Kerinci memiliki kekayaan tradisi, bahasa, kesenian, dan adat istiadat yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Jambi. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan warisan tersebut, baik melalui kegiatan seni, pendidikan, maupun partisipasi dalam berbagai acara kebudayaan.
Penampilan Azalia mempertemukan dua bentuk ekspresi, yakni seni sastra melalui baca puisi dan seni budaya melalui busana adat. Keduanya menghadirkan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan daerah asal mereka.
Dengan demikian, keikutsertaan dalam kegiatan nasional tidak hanya berkaitan dengan hasil kompetisi. Pengalaman tersebut juga dapat memperluas wawasan, memperkuat rasa percaya diri, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri.
Dukungan Keluarga Mengiringi Perjalanan Azalia
Azalia merupakan putri pertama pasangan Hasril Apy, A.Md., S.M., M.H., dan Firyati, S.Pd. Keluarga tersebut tinggal di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.
Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Azalia menekuni seni dan mengikuti kompetisi tingkat nasional. Bersama guru dan pelatih, keluarga berharap ia mampu menjalani setiap tahapan lomba dengan penuh semangat.
Ajang nasional juga menghadirkan pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi perjalanan pendidikan Azalia selanjutnya. Ia berkesempatan mengenal peserta dari daerah lain, mempelajari pendekatan seni yang beragam, serta mengukur kemampuan dirinya dalam lingkungan kompetitif.
Pengalaman tersebut dapat membantu Azalia memahami bahwa prestasi membutuhkan proses panjang. Keberanian untuk mencoba, kesediaan menerima masukan, dan kemauan untuk terus berlatih menjadi bagian dari perjalanan seorang pelajar dalam mengembangkan potensinya.
Inspirasi bagi Pelajar di Kota Sungai Penuh
Azalia mengikuti FLS2N tingkat nasional di Jakarta pada 17–22 November 2025. Pada periode tersebut, dukungan dari keluarga, guru, pelatih, dan teman-temannya mengiringi perjuangannya dalam cabang baca puisi.
Keikutsertaannya membawa pesan positif bagi pelajar di Kota Sungai Penuh dan wilayah Jambi lainnya. Prestasi tidak selalu harus bermula dari bidang akademik. Seni dan sastra juga membuka peluang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan, membangun karakter, serta membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.
Kisah Azalia sekaligus mengingatkan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat. Dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan dapat membantu siswa menemukan bidang yang sesuai dengan minat mereka.
Melalui seni baca puisi dan penampilannya dalam balutan busana adat Kerinci, Azalia membawa dua hal penting ke panggung nasional: kecintaan terhadap sastra dan kebanggaan terhadap budaya daerah.
Perjalanannya menjadi contoh bahwa ketekunan, pembinaan, dan dukungan orang-orang terdekat dapat membantu seorang pelajar melangkah lebih jauh. Bagi generasi muda, keberanian untuk berkarya menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.(AN)










