TANJABTIM,JS– Dari MBG Hingga KDMP, Jalan Rusak di Tanjabtim Hambat PSN
Kerusakan jalan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, menghambat pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) 2025 yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Jalan rusak mengganggu distribusi hasil pertanian dan mengancam target swasembada pangan nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Kopdes Merah Putih juga menghadapi kendala serius.
Kebijakan efisiensi anggaran 2025 memperburuk kondisi tersebut. Pemerintah pusat memangkas anggaran infrastruktur daerah hingga 28,89 persen. Pemkab Tanjabtim pun kesulitan menyesuaikan program lokal dengan agenda nasional.
Pantauan lapangan menunjukkan kerusakan berat pada ruas jalan menuju sentra padi Desa Simpang Datok, Kecamatan Nipah Panjang. Jalan ini menjadi akses utama petani padi, sawit, dan hortikultura.
Ketua Tani Merdeka Tanjabtim, Awaluddin Fajar, menyebut ruas Parit Tiga–Simpang Datok–Simpang Jelita sepanjang sekitar 25 kilometer rusak parah. Kondisi ini menaikkan biaya angkut hasil panen hingga 30–50 persen dan menurunkan daya saing beras lokal.
Kerusakan jalan juga menghambat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah Kecamatan Nipah Panjang, khususnya di Sungai Jeruk, Simpang Datok, dan Simpang Jelita.
Data Dinas PUPR Tanjabtim mencatat dari total 1.167,40 kilometer jalan kabupaten, hanya 156,29 kilometer atau 16,67 persen yang berada dalam kondisi baik. Indeks kemantapan jalan daerah ini hanya 62 persen, terendah di Provinsi Jambi.
Kepala Dinas PUPR Tanjabtim, Dedi Novriantika, ST, menegaskan kerusakan akan terus meningkat tanpa pemeliharaan rutin dan peningkatan jalan setiap tahun.
Masyarakat pun mendesak pemerintah pusat segera turun tangan. Mereka meminta Kementerian PUPR mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur 2026 serta melakukan audit darurat dan survei cepat pada ruas prioritas Parit Tiga–Sungai Jeruk–Simpang Datok dan Simpang Jelita.
Perbaikan jalan dinilai menjadi kunci kelancaran PSN, peningkatan ekonomi petani, dan keberhasilan pembangunan yang selaras antara pusat dan daerah.









