SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Perumda Air Minum Tirta Khayangan dengan penuh khidmat, Jumat (7/11/2025). Wali Kota Alfin, SH, memimpin langsung apel peringatan yang berlangsung tertib dan sarat makna.
Sejumlah pejabat BUMN, BUMD, jajaran direksi, pegawai, hingga keluarga besar Tirta Khayangan turut menghadiri momen penting ini. Tidak sekadar seremoni, peringatan ini menjadi titik refleksi sekaligus awal langkah besar menuju peningkatan layanan air bersih berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Delapan Tahun Dedikasi: Dari Layanan Dasar ke Inovasi Modern
Selama delapan tahun perjalanan, Perumda Tirta Khayangan terus menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat. Wali Kota Alfin menegaskan bahwa pencapaian ini lahir dari kerja keras seluruh pegawai.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah pinggiran yang masih membutuhkan akses air bersih layak.
“Perusahaan daerah harus terus berkembang. Tingkatkan kualitas layanan, perluas jangkauan, dan pastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang merata,” tegas Alfin.
Dengan demikian, transformasi Tirta Khayangan tidak boleh berhenti pada capaian saat ini. Justru, tantangan ke depan menuntut inovasi yang lebih agresif dan adaptif.
Transformasi Digital Jadi Kunci Pelayanan Masa Depan
Selain peningkatan infrastruktur, Wali Kota Alfin juga mendorong percepatan digitalisasi layanan pelanggan. Langkah ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kepuasan masyarakat.
Digitalisasi memungkinkan pelanggan mengakses layanan dengan lebih mudah, mulai dari pembayaran tagihan, pengaduan, hingga monitoring penggunaan air secara real-time.
Tidak hanya itu, inovasi digital juga mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Oleh karena itu, Tirta Khayangan harus segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.
“Bangun budaya kerja yang solid, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Digitalisasi bukan pilihan, tetapi kebutuhan,” ujar Alfin dengan tegas.
Fokus pada Konservasi Air dan Keberlanjutan Lingkungan
Di sisi lain, Alfin juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air. Ia mengingatkan bahwa ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kondisi lingkungan.
Karena itu, Tirta Khayangan perlu aktif dalam program konservasi air, seperti perlindungan sumber mata air, penghijauan, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Langkah ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi penting bagi generasi mendatang. Dengan pengelolaan yang tepat, krisis air bersih dapat dihindari sejak dini.
Proyek IPA Rp37 Miliar: Solusi Kebutuhan Air Bersih
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Sungai Penuh menyiapkan proyek strategis pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) di Kecamatan Hamparan Rawang.
Proyek ini memiliki kapasitas 50 liter per detik dan menelan anggaran sebesar Rp37 miliar yang bersumber dari APBN 2026.
Keberadaan IPA ini diharapkan mampu menjawab dua tantangan utama, yaitu keterbatasan kapasitas produksi air dan tingginya permintaan sambungan baru dari masyarakat.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, layanan air bersih akan semakin optimal dan mampu menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan kelembagaan dan peningkatan layanan Tirta Khayangan,” tambah Alfin.
Dampak Besar bagi Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Peningkatan layanan air bersih tidak hanya berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berpengaruh besar terhadap sektor ekonomi.
Akses air yang stabil mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil, meningkatkan kualitas kesehatan, serta memperbaiki standar hidup masyarakat secara keseluruhan.
Selain itu, proyek IPA juga membuka peluang kerja baru, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.
Dengan kata lain, investasi di sektor air bersih memberikan efek domino yang sangat luas dan berkelanjutan.
Strategi Menuju Perusahaan Air Minum Modern
Agar mampu bersaing dan berkembang, Tirta Khayangan perlu menerapkan beberapa strategi penting:
- Peningkatan SDM melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi
- Digitalisasi layanan untuk efisiensi dan transparansi
- Perluasan jaringan distribusi hingga ke wilayah terpencil
- Penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance)
- Kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta
Dengan strategi tersebut, Tirta Khayangan berpotensi menjadi perusahaan air minum daerah yang modern dan berdaya saing tinggi.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apa itu Perumda Tirta Khayangan?
Perumda Tirta Khayangan adalah perusahaan daerah yang menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat Sungai Penuh. - Apa tujuan pembangunan IPA Hamparan Rawang?
Untuk meningkatkan kapasitas produksi air dan memenuhi kebutuhan sambungan baru masyarakat. - Berapa anggaran proyek IPA tersebut?
Proyek ini memiliki nilai sekitar Rp37 miliar dari APBN 2026. - Apa manfaat digitalisasi layanan air minum?
Digitalisasi memudahkan akses layanan, meningkatkan transparansi, dan mempercepat respon terhadap keluhan pelanggan. - Bagaimana dampaknya bagi masyarakat?
Masyarakat akan mendapatkan akses air bersih lebih baik, kesehatan meningkat, dan peluang ekonomi bertambah.
Kesimpulan
Peringatan HUT ke-8 Tirta Khayangan bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk melakukan transformasi besar. Wali Kota Alfin secara tegas mendorong peningkatan layanan, digitalisasi, serta pembangunan infrastruktur strategis.
Dengan proyek IPA senilai Rp37 miliar dan komitmen kuat pemerintah daerah, masa depan layanan air bersih di Sungai Penuh terlihat semakin cerah.
Jika seluruh strategi berjalan optimal, Tirta Khayangan berpeluang menjadi perusahaan air minum modern yang tidak hanya melayani, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(AN)









