JAKARTA,JS- Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hari ini mencatat tingkat kehadiran yang rendah. Dari 579 anggota DPR, hanya 293 legislator hadir, termasuk 20 anggota yang meminta izin tidak hadir. Artinya, hampir separuh anggota dewan tidak mengikuti pembukaan masa sidang IV tahun 2025–2026.
Ketua DPR Buka Rapat Langsung
Ketua DPR Puan Maharani memimpin rapat di ruang sidang utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Meskipun jumlah hadir kurang dari separuh, rapat tetap berjalan karena kuorum minimal tercapai.
Dalam pidatonya, Puan menegaskan pentingnya kerja sama antara DPR dan pemerintah. Ia juga membahas isu global terkini, termasuk dinamika politik internasional yang berpotensi memengaruhi posisi Indonesia di dunia.
Tingkat Kehadiran Menjadi Sorotan
Rendahnya kehadiran anggota DPR memicu sorotan publik dan pengamat politik. Banyak pihak menilai absensi tinggi dapat menurunkan kualitas pengambilan keputusan dan fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah.
“Para anggota seharusnya hadir penuh, apalagi saat agenda penting menjelang Lebaran,” ujar pengamat politik. Ia menekankan bahwa kehadiran fisik anggota mencerminkan tanggung jawab mereka terhadap rakyat.
Dampak dan Harapan untuk Masa Sidang Berikutnya
Fenomena absensi ini menegaskan perlunya disiplin dan komitmen yang lebih tinggi dari anggota DPR. Kehadiran penuh di rapat paripurna akan memperkuat proses legislasi dan pengawasan sehingga keputusan DPR menjadi lebih transparan dan representatif.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari DPR agar kualitas kinerja legislatif tidak terganggu oleh rendahnya partisipasi saat membahas agenda nasional yang strategis.(*)









