SUNGAIPENUH,JS- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Sungai Penuh berlangsung semarak. Bunda PAUD Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep.Ns., menghadiri rangkaian kegiatan HAN sekaligus Komunitas Belajar Gemilang yang berlangsung di TK Pembina Kota Sungai Penuh.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan Anak.” Tema itu sekaligus mengingatkan seluruh pihak bahwa pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga menyangkut perlindungan, kesehatan, kenyamanan, karakter, serta lingkungan tumbuh kembang anak.
Momentum HAN kali ini juga mempertemukan unsur pemerintah daerah, tenaga pendidik, pengelola satuan pendidikan, organisasi perempuan, serta para pemangku kepentingan pendidikan. Mereka membawa semangat yang sama untuk memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Sungai Penuh.
HAN Menjadi Momentum Memperkuat Perlindungan Anak
Sejak awal kegiatan, suasana peringatan Hari Anak Nasional terasa meriah. Para peserta mengikuti senam bersama sebelum kegiatan berlanjut dengan pelepasan balon dan tari penyambutan Sekapur Sirih.
Kehadiran berbagai unsur pendidikan membuat kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi acara seremonial. Lebih dari itu, HAN menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman kepada anak.
Bunda PAUD Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin melihat perlindungan anak sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Anak membutuhkan ruang belajar yang membuat mereka merasa nyaman, dihargai, didampingi, dan memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.
Dalam konteks pendidikan anak usia dini, lingkungan belajar memiliki peran yang sangat besar. Anak belajar melalui interaksi, permainan, pengalaman, komunikasi, dan keteladanan dari orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, sekolah dan keluarga perlu berjalan beriringan. Guru memberikan pendampingan di lingkungan pendidikan, sementara orang tua memperkuat pola pengasuhan dan pendidikan ketika anak berada di rumah.
Sinergi tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi yang memiliki karakter kuat sekaligus mampu menghadapi perubahan zaman.
Sri Kartini Alfin Apresiasi Dedikasi Para Guru
Dalam kesempatan tersebut, Sri Kartini Alfin menyampaikan penghargaan kepada seluruh tenaga pendidik yang selama ini menjalankan tugas mendidik dan membimbing anak-anak.
Menurutnya, guru memiliki posisi penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Tidak hanya menyampaikan pengetahuan, guru juga membantu anak mengenal lingkungan, membangun kepercayaan diri, belajar bekerja sama, serta mengembangkan karakter sejak usia dini.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik yang telah dengan penuh ketulusan mengabdi, mendidik, membimbing, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” ujar Sri Kartini.
Ia menilai dedikasi guru menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Sungai Penuh.
Apalagi, pendidikan anak usia dini membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Guru perlu memahami kebutuhan anak, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Dengan pendekatan tersebut, anak tidak merasa tertekan ketika belajar. Sebaliknya, mereka dapat menikmati proses pembelajaran sekaligus mengembangkan rasa ingin tahu.
Dorong Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Nyaman
Sri Kartini Alfin juga mengajak seluruh pihak untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan menyenangkan.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa terlindungi. Anak membutuhkan lingkungan yang bebas dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun kondisi yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang mereka.
Selain aspek keamanan, kebersihan lingkungan juga memiliki peran penting. Lingkungan sekolah yang bersih membantu menciptakan suasana belajar yang lebih sehat.
Karena itu, komitmen terhadap sekolah yang aman dan nyaman perlu berjalan bersama dengan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.
Langkah tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Guru dapat mengajak anak membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang kelas, merawat tanaman, serta mengenalkan pentingnya lingkungan sehat sejak usia dini.
Kebiasaan kecil yang anak pelajari secara konsisten dapat berkembang menjadi karakter ketika mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Dinas Pendidikan Perkuat Kualitas Pembelajaran
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Handriyanto, S.Pd., MM., menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengikuti arah kebijakan pendidikan nasional, termasuk kebijakan mengenai wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.
Kebijakan tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan prasekolah dalam mempersiapkan anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
Pada usia tersebut, anak tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan sosial, emosional, komunikasi, motorik, kreativitas, serta kemandirian.
Oleh sebab itu, kualitas pembelajaran pada jenjang PAUD menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan anak.
Bovi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran melalui berbagai inovasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan dan tenaga pendidik.
Penghargaan untuk Satuan Pendidikan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh turut memberikan penghargaan kepada satuan pendidikan yang memenuhi kriteria dalam penyusunan modul ajar dan video pembelajaran.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap satuan pendidikan yang terus mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran.
Perkembangan teknologi juga memberikan peluang bagi guru untuk menghadirkan materi pembelajaran yang lebih menarik. Video pembelajaran, misalnya, dapat membantu guru menjelaskan materi dengan pendekatan visual yang lebih mudah dipahami anak.
Namun, pemanfaatan teknologi tetap perlu menyesuaikan usia dan kebutuhan peserta didik. Guru perlu memastikan teknologi menjadi alat bantu pembelajaran, bukan menggantikan interaksi dan pendampingan secara langsung.
Dengan demikian, digital learning dapat berjalan secara seimbang dengan aktivitas bermain, komunikasi, eksplorasi, dan interaksi sosial.
Komunitas Belajar Gemilang Perkuat Kolaborasi Guru
Kegiatan HAN tersebut juga berlangsung bersamaan dengan Komunitas Belajar Gemilang.
Komunitas belajar memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik. Melalui komunitas, guru dapat berbagi pengalaman, mendiskusikan persoalan pembelajaran, bertukar ide, dan menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kolaborasi semacam itu semakin penting di tengah perubahan dunia pendidikan yang berlangsung cepat.
Guru menghadapi tantangan baru, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan karakter peserta didik, kebutuhan pembelajaran yang lebih kreatif, hingga tuntutan untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Karena itu, guru tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Mereka juga perlu terus belajar dan beradaptasi.
Komunitas belajar dapat menjadi ruang yang mendukung proses tersebut.
Hadir Bersama Sejumlah Tokoh Pendidikan
Kegiatan di TK Pembina Kota Sungai Penuh tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kota Sungai Penuh Mawarti Azhar, Ketua Pokja PAUD Kota Sungai Penuh Winda Rahayu, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Bovi Handriyanto, S.Pd., MM.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya perhatian pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terhadap pendidikan anak usia dini.
Kolaborasi antarlembaga menjadi penting karena pembangunan pendidikan tidak dapat berjalan sendiri.
Pemerintah menyediakan kebijakan dan dukungan, sekolah menjalankan proses pendidikan, guru mendampingi peserta didik, sedangkan keluarga memperkuat pendidikan melalui pola pengasuhan di rumah.
Ketika seluruh unsur tersebut berjalan bersama, anak memperoleh lingkungan tumbuh kembang yang lebih konsisten.
Sekolah Ramah Anak Dimulai dari Hal Sederhana
Mewujudkan sekolah ramah anak tidak selalu membutuhkan program yang rumit. Sekolah dapat memulainya melalui kebiasaan sehari-hari.
Guru dapat membangun komunikasi yang positif dengan anak. Sekolah juga dapat menyediakan ruang bermain yang aman, menjaga kebersihan fasilitas, memperhatikan sanitasi, serta membangun budaya saling menghargai.
Selain itu, sekolah perlu membuka ruang komunikasi dengan orang tua.
Orang tua perlu mengetahui perkembangan anak selama berada di sekolah. Sebaliknya, guru juga membutuhkan informasi dari keluarga mengenai kebiasaan, kebutuhan, dan kondisi anak di rumah.
Komunikasi dua arah tersebut membantu guru dan orang tua mengambil langkah yang lebih tepat dalam mendampingi anak.
Kebersihan Sekolah Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter
Salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut muncul melalui penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman serta bebas dari sampah.
Komitmen tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Lebih jauh, kegiatan itu dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Anak dapat belajar bertanggung jawab melalui kebiasaan menjaga lingkungan. Mereka juga dapat belajar bahwa ruang sekolah merupakan tempat bersama yang harus dijaga oleh semua orang.
Guru dapat mengubah aktivitas menjaga kebersihan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Misalnya, anak dapat mengenal jenis sampah, belajar memilah sampah sederhana, merawat tanaman, dan memahami mengapa lingkungan bersih penting bagi kesehatan.
Pendekatan tersebut membuat pendidikan lingkungan tidak berhenti pada teori. Anak langsung mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Masa Depan Anak Membutuhkan Kolaborasi Semua Pihak
Peringatan HAN di Kota Sungai Penuh akhirnya membawa pesan yang lebih luas. Masa depan anak tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik.
Anak membutuhkan pendidikan yang berkualitas sekaligus lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental, rasa aman, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi.
Karena itu, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat perlu mengambil peran masing-masing.
Sri Kartini Alfin berharap seluruh pihak terus memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang perlu mendapatkan dukungan. Lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan menyenangkan dapat membantu anak mengembangkan potensi tersebut.
Pada akhirnya, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda tahunan. Momentum ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa investasi terbaik untuk masa depan daerah dimulai dari bagaimana masyarakat memperlakukan dan mendidik anak-anak hari ini.
Kota Sungai Penuh membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, kreativitas, keberanian, dan kemampuan beradaptasi.
Melalui penguatan PAUD, peningkatan kapasitas guru, komunitas belajar, perlindungan anak, serta penciptaan sekolah yang aman dan nyaman, pemerintah daerah bersama masyarakat dapat membangun fondasi tersebut sejak dini.
Dengan semangat “Sayang Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan Anak,” peringatan HAN di TK Pembina Kota Sungai Penuh menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama terhadap kualitas pendidikan dan masa depan generasi Kota Sungai Penuh.(AN)










