SUNGAIPENUH,JS– Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) memperkuat keimanan, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Jumat (23/1).
Alfin menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, umat Islam perlu mengambil pelajaran dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalankan tugas pemerintahan.
Ia juga mengajak jajaran pemerintah daerah membangun kebiasaan positif yang mendukung kebersihan lingkungan. Salah satunya, membatasi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa botol minum sendiri atau tumbler saat beraktivitas.
Isra Mi’raj Jadi Momentum Memperkuat Integritas ASN
Pemerintah Kota Sungai Penuh mengangkat tema “Melalui Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW, Kita Menumbuhkan Spirit Baru Menuju Sungai Penuh Juara” dalam peringatan tahun ini.
Tema tersebut mengajak aparatur pemerintah dan masyarakat menjadikan nilai keagamaan sebagai landasan untuk memperkuat persatuan, membangun karakter, serta mendorong kemajuan daerah.
Alfin menilai nilai-nilai Isra Mi’raj memiliki hubungan erat dengan tanggung jawab seorang aparatur negara. Keimanan, kedisiplinan, kejujuran, dan kesungguhan menjalankan amanah harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Karena itu, ia mendorong setiap ASN bekerja secara profesional, mematuhi ketentuan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Pelayanan yang baik, menurutnya, membutuhkan integritas sekaligus komitmen untuk terus memperbaiki kualitas kerja.
Pesan tersebut juga relevan dengan upaya pemerintah daerah membangun kepercayaan masyarakat. Aparatur perlu menunjukkan tanggung jawab melalui pelayanan yang jelas, responsif, dan tidak mempersulit warga ketika mengurus kebutuhan administrasi maupun layanan publik lainnya.
Pimpinan Daerah Hadiri Peringatan di Kantor Wali Kota
Peringatan Isra Mi’raj itu turut dihadiri Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, Sekretaris Daerah Alpian, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh Hardiman.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), para asisten, staf ahli, dan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan berbagai organisasi itu memperlihatkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan moral dan spiritual.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut memberi ruang bagi jajaran pemerintah untuk merefleksikan kembali tanggung jawab mereka kepada masyarakat. Nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi turut membentuk etos kerja dan hubungan sosial yang lebih baik.
Alfin Minta ASN Terapkan Nilai Isra Mi’raj dalam Pelayanan
Dalam sambutannya, Alfin menekankan pentingnya menghubungkan pesan spiritual dengan pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa kedisiplinan dan keteguhan iman perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam pekerjaan.
“Isra Mi’raj mengajarkan keteguhan iman dan kedisiplinan. Aparatur pemerintah harus menerapkan nilai ini dalam tugas sehari-hari dan pelayanan publik,” ujar Alfin.
Ia mengajak setiap perangkat daerah mengevaluasi kualitas pelayanan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. ASN perlu menjaga etika, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, semangat membangun Sungai Penuh tidak hanya bergantung pada program pemerintah atau pembangunan infrastruktur. Perubahan sikap, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesediaan aparatur menjalankan amanah juga memegang peranan penting.
Oleh sebab itu, Alfin berharap peringatan Isra Mi’raj dapat mendorong semangat baru di lingkungan pemerintahan. Ia ingin nilai keagamaan menjadi bagian dari budaya kerja, bukan sekadar pesan yang muncul ketika kegiatan keagamaan berlangsung.
Bawa Tumbler, Langkah Sederhana Kurangi Sampah Plastik
Selain menyoroti kedisiplinan dan integritas, Alfin mengingatkan jajaran SKPD mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik. Ia meminta aparatur mulai membangun kebiasaan membawa tumbler untuk memenuhi kebutuhan air minum selama bekerja maupun mengikuti kegiatan di luar kantor.
“Kita mulai dari diri sendiri. Membawa tumbler memang sederhana, tetapi langkah ini mampu mengurangi sampah plastik secara signifikan di Kota Sungai Penuh,” tegasnya.
Ajakan tersebut menempatkan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Penggunaan botol minum berulang kali dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kemasan sekali pakai, terutama jika banyak orang menjalankan kebiasaan itu secara konsisten.
Alfin mendorong ASN memberi contoh kepada masyarakat melalui tindakan nyata. Kebiasaan kecil di lingkungan kantor dapat menjadi awal perubahan apabila seluruh perangkat daerah menerapkannya secara berkelanjutan.
Selain membawa tumbler, masyarakat juga dapat mendukung pengurangan sampah plastik dengan menggunakan tas belanja pakai ulang dan memilah sampah sesuai jenisnya. Namun, perubahan perilaku tersebut membutuhkan konsistensi serta dukungan dari berbagai pihak.
Melalui langkah sederhana itu, pemerintah daerah berharap kesadaran menjaga kebersihan tumbuh di lingkungan perkantoran dan masyarakat. Upaya tersebut juga sejalan dengan kebutuhan menjaga kenyamanan ruang publik serta lingkungan perkotaan.
Ustaz Ifwan Algifari Sampaikan Tausiyah
Rangkaian peringatan Isra Mi’raj juga menghadirkan Ustaz Ifwan Algifari sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengulas makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dan kaitannya dengan kehidupan umat Islam pada masa kini.
Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak, memperkuat keimanan, serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam bertindak. Nilai-nilai tersebut perlu hadir dalam hubungan keluarga, kehidupan bermasyarakat, dan pelaksanaan tanggung jawab pekerjaan.
Pesan itu sejalan dengan ajakan pemerintah daerah agar ASN menjaga perilaku dan meningkatkan kualitas pengabdian. Keimanan yang kuat diharapkan mendorong seseorang bersikap jujur, menghargai sesama, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Melalui tausiyah tersebut, jamaah mendapat kesempatan untuk merefleksikan kembali makna Isra Mi’raj, termasuk pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Penguatan Akhlak Jadi Bagian dari Sungai Penuh Juara
Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga penguatan karakter dan kehidupan sosial.
Alfin mengajak ASN dan masyarakat membangun semangat kebersamaan demi mewujudkan daerah yang religius, maju, dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa tujuan tersebut membutuhkan kontribusi semua pihak, mulai dari aparatur pemerintah hingga masyarakat di lingkungan masing-masing.
Di lingkungan pemerintahan, komitmen itu dapat terlihat melalui kedisiplinan, integritas, dan pelayanan yang mengutamakan kepentingan warga. Sementara itu, masyarakat dapat mengambil peran melalui penguatan kerukunan, kepedulian sosial, serta kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.
Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap nilai keimanan dan akhlak mulia terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat tersebut, peringatan Isra Mi’raj diharapkan memberi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan menuju Sungai Penuh Juara. (AN)










