Akhirnya! Geopark Merangin Raih Green Card UNESCO, Ini Perdebatan Alot di Paris

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 100?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 100?

MERANGIN,JS- Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp) berhasil mempertahankan pengakuan internasional setelah meraih penilaian Green Card dalam sidang Dewan UNESCO Global Geoparks di Paris, Prancis.
Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi Pemerintah Kabupaten Merangin dan masyarakat Jambi.

Pasalnya, pengakuan UNESCO memiliki arti penting bagi keberlanjutan pengembangan kawasan geopark, terutama dalam memperkenalkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya Merangin kepada dunia.

Namun, keberhasilan tersebut tidak datang begitu saja. Sidang yang berlangsung pada Selasa, 3 November 2026, di Markas Besar UNESCO itu menghadirkan pembahasan cukup alot, terutama menyangkut ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dari 11 anggota Dewan UNESCO Global Geoparks yang memberikan penilaian, tujuh anggota mendukung pemberian Green Card.

Sementara itu, empat anggota lainnya memberikan penilaian Yellow Card karena masih menyoroti persoalan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Geopark Merangin.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Geopark Merangin masih memiliki pekerjaan besar dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan kawasan, perlindungan lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Green Card UNESCO Jadi Kabar Baik bagi Merangin

Raihan Green Card menjadi pencapaian penting bagi Merangin Jambi UNESCO Global Geopark.

Pengakuan tersebut memperkuat posisi kawasan ini dalam jaringan geopark internasional sekaligus memberikan dorongan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan.

Geopark tidak hanya berbicara mengenai objek wisata alam. Lebih dari itu, kawasan geopark menghubungkan kekayaan geologi, lingkungan hidup, sejarah, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, keberhasilan mempertahankan pengakuan UNESCO memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Merangin.

Pemerintah daerah dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas promosi wisata, memperkenalkan potensi daerah, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan yang memiliki nilai geologi dan budaya.

Meski demikian, Green Card bukan alasan bagi seluruh pihak untuk berpuas diri. Justru, hasil sidang tersebut harus menjadi dorongan untuk memperbaiki berbagai persoalan yang masih mengancam kelestarian kawasan.

PETI Menjadi Persoalan Paling Disorot Dewan UNESCO

Di balik keberhasilan meraih Green Card, persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin atau PETI menjadi perhatian serius dalam pembahasan Dewan UNESCO Global Geoparks.

Aktivitas pertambangan ilegal berpotensi merusak bentang alam, mengubah kondisi lingkungan, serta mengancam keberlanjutan kawasan yang memiliki nilai geologi penting.

Persoalan inilah yang memunculkan perbedaan penilaian di antara anggota dewan. Tujuh anggota memberikan Green Card, sedangkan empat lainnya menyampaikan catatan melalui Yellow Card.

Perbedaan tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan Geopark Merangin membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar promosi dan kegiatan seremonial.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum, pengelola geopark, serta masyarakat perlu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan ilegal.

Baca Juga :  Bupati M. Syukur Beri Ultimatum Kepala OPD Merangin: Tak Sanggup Bekerja, Silakan Mundur!

Di sisi lain, penyelesaian persoalan PETI juga membutuhkan pendekatan yang menyentuh akar masalah. Penegakan hukum harus berjalan seiring dengan upaya menyediakan alternatif mata pencaharian yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan demikian, perlindungan kawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kepentingan bersama seluruh masyarakat Merangin.

Pemerintah Kabupaten Merangin Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi menjaga keberadaan Geopark Merangin.
Zulhifni mewakili Bupati Merangin M. Syukur dalam mengikuti sidang internasional tersebut.

Ia bergabung secara daring bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Disparpora, Kepala Dinas Kominfo, serta jajaran Badan Pengelola Geopark Merangin.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghentikan aktivitas ilegal yang berpotensi merusak kawasan geopark.
Zulhifni menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga aset daerah tersebut.

Sebab, keberlanjutan Geopark Merangin tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam melindungi lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Merangin berharap kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, pengelola, dan masyarakat terus berjalan secara konsisten.

Sidang UNESCO Membahas Puluhan Geopark Dunia

Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks di Paris berlangsung pada 2–4 November 2026.

Agenda internasional tersebut tidak hanya membahas Geopark Merangin. UNESCO juga mengagendakan pembahasan 16 pengajuan geopark baru, termasuk tiga pengajuan yang sebelumnya mengalami penundaan.

Selain itu, dewan membahas proses evaluasi ulang terhadap 61 UNESCO Global Geoparks yang sudah bergabung dalam jaringan internasional.

Agenda tersebut menunjukkan bahwa UNESCO memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pengelolaan geopark, termasuk kemampuan setiap kawasan mempertahankan standar pengelolaan dan konservasi.

Bagi Merangin, hasil sidang kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pengelolaan kawasan sekaligus menjawab berbagai catatan yang muncul dalam evaluasi internasional.

Potensi Geopark Merangin Bisa Mendorong Ekonomi Masyarakat

Pengakuan UNESCO juga membawa peluang ekonomi bagi Kabupaten Merangin. Kekayaan alam dan budaya yang terdapat dalam kawasan geopark dapat menjadi modal untuk mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan.

Pengembangan tersebut dapat melibatkan pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, pemandu lokal, pengelola penginapan, hingga pelaku usaha kuliner.

Apabila pemerintah daerah mampu mengembangkan potensi tersebut secara terarah, keberadaan geopark dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati panorama alam, tetapi juga dapat mengenal sejarah geologi, budaya lokal, serta kehidupan masyarakat di sekitar kawasan.
Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.

Pengembangan fasilitas wisata, akses transportasi, promosi digital, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik Geopark Merangin.

Dengan strategi yang tepat, pengakuan internasional dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Merangin kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

PETI Harus Menjadi Prioritas Penyelesaian Setelah Green Card

Raihan Green Card memang membawa kebanggaan bagi masyarakat Jambi. Akan tetapi, catatan empat anggota Dewan UNESCO terkait PETI harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Persoalan tambang emas ilegal tidak cukup diselesaikan melalui imbauan. Pemerintah bersama aparat penegak hukum perlu memperkuat pengawasan, menindak aktivitas pertambangan ilegal, dan memastikan

perlindungan kawasan berjalan secara nyata.
Selain penindakan, pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan.

Penyediaan alternatif pekerjaan, penguatan sektor pertanian, pengembangan UMKM, serta peluang usaha pariwisata dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang.

Langkah tersebut penting agar masyarakat memiliki pilihan ekonomi yang lebih aman tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan.

Pengelola Geopark Merangin juga perlu menyusun langkah tindak lanjut yang terukur terhadap berbagai catatan dalam evaluasi UNESCO.

Publik tentu ingin melihat perubahan nyata setelah keberhasilan mempertahankan pengakuan internasional ini.

Tantangan Merangin Mempertahankan Pengakuan Internasional

Pertama, kerja keras pemerintah daerah dan pengelola geopark berhasil mempertahankan pengakuan internasional. Kedua, ancaman PETI masih membutuhkan penyelesaian serius agar pengelolaan kawasan semakin kuat.

General Manager Badan Pengelola Geopark Merangin Jambi, Agus Zainudin, sebelumnya juga berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta aparat penegak hukum dapat menuntaskan persoalan PETI.

Ia menilai aktivitas pertambangan ilegal menjadi salah satu pembahasan paling alot dalam sidang Dewan UNESCO Global Geoparks.
Karena itu, keberhasilan memperoleh Green Card harus menjadi awal penguatan komitmen seluruh pihak.

Merangin kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa pengakuan internasional bukan sekadar predikat, melainkan tanggung jawab dalam menjaga kekayaan alam dan budaya.

Jika seluruh pihak mampu bekerja sama, Geopark Merangin berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu kebanggaan Provinsi Jambi sekaligus destinasi yang memiliki daya tarik di tingkat internasional.

Pada akhirnya, keberhasilan menjaga Geopark Merangin bukan hanya tentang mempertahankan penilaian UNESCO. Lebih dari itu, masyarakat membutuhkan lingkungan yang lestari, peluang ekonomi yang berkelanjutan, serta masa depan kawasan yang tetap terjaga bagi generasi berikutnya.(TIM)

 

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu tahun 2027 Benarkah?, Ini Jawaban BKPSDM Sungai Penuh
Titik Api Kembali Muncul di Jambi, 150 Hotspot Terdeteksi! Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Cabai Rawit dan Cabai Merah Kompak Naik, Emak-Emak Mulai Resah
Wali Kota Alfin Bahas 8 Prioritas Pembangunan Sungai Penuh dengan Kemendagri, Ada Flyover hingga Pengendalian Banjir
Satgas Temukan 70 Bibit Sawit di Tahura Senami Batanghari, Al Haris Minta Aparat Usut Dugaan Perambahan
PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Teken Kontrak Baru, Ini Jadwalnya
Kabar Baik! Insentif 1.366 Guru PPPK Paruh Waktu Jambi Segera Cair, Cek Besaran dan Jadwalnya
Mobil Pelayanan Dukcapil Sungai Penuh Resmi Diluncurkan, Warga Lansia hingga Penyandang Disabilitas Kini Lebih Mudah Urus KTP
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:15 WIB

Akhirnya! Geopark Merangin Raih Green Card UNESCO, Ini Perdebatan Alot di Paris

Kamis, 5 November 2026 - 08:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu tahun 2027 Benarkah?, Ini Jawaban BKPSDM Sungai Penuh

Rabu, 4 November 2026 - 20:01 WIB

Titik Api Kembali Muncul di Jambi, 150 Hotspot Terdeteksi! Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 4 November 2026 - 15:01 WIB

Cabai Rawit dan Cabai Merah Kompak Naik, Emak-Emak Mulai Resah

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Wali Kota Alfin Bahas 8 Prioritas Pembangunan Sungai Penuh dengan Kemendagri, Ada Flyover hingga Pengendalian Banjir

Berita Terbaru