Iuran BPJS Bakal Naik, Ancaman Peserta Nonaktif Mengintai

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rencana penyesuaian iuran BPJS yang akan dilaksanakan pemerintah.

Ilustrasi rencana penyesuaian iuran BPJS yang akan dilaksanakan pemerintah.

JAKARTA,JS- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan rencana penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tidak akan berdampak pada masyarakat miskin. Pemerintah memastikan kelompok tersebut tetap mendapat perlindungan penuh karena negara menanggung seluruh iurannya.

Menurut Budi, kebijakan ini menyasar peserta kelas menengah ke atas. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak mampu sama sekali tidak terdampak oleh kenaikan iuran. “Masyarakat miskin tetap aman karena pemerintah yang membayar iurannya,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga :  Update Bulanan BPJS PBI: Cek Apakah Anda Masuk Daftar!

Defisit Berulang Tekan Sistem Kesehatan

Sementara itu, Budi mengungkapkan BPJS Kesehatan terus menghadapi defisit tahunan yang nilainya mencapai Rp20–30 triliun. Untuk menutup kekurangan tersebut, pemerintah saat ini menggelontorkan anggaran sekitar Rp20 triliun.

Namun, ia mengingatkan bahwa solusi jangka pendek tidak cukup. Jika defisit terus berulang, tekanan langsung akan dirasakan rumah sakit. “Pembayaran bisa tertunda. Rumah sakit akan kesulitan menjalankan operasional. Karena itu, sistemnya harus kita perbaiki secara struktural,” tegasnya.

PBI Tetap Lindungi Kelompok Rentan

Lebih lanjut, Menkes menjelaskan peserta yang masuk Desil 1–5 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional tidak akan terkena dampak kebijakan ini. Mereka tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional, sehingga seluruh biaya ditanggung pemerintah.

Baca Juga :  BPJS PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali

Ia menegaskan kembali bahwa BPJS Kesehatan mengusung prinsip asuransi sosial. Peserta yang mampu ikut menopang pembiayaan peserta kurang mampu, serupa dengan sistem pajak.
“Bayar Rp42.000 per bulan untuk kelompok menengah ke atas seharusnya masih terjangkau,” katanya. Ia bahkan menyinggung pengeluaran rutin lain yang nilainya bisa lebih besar dari iuran tersebut.

Kelas Menengah Dinilai Paling Rentan

Di sisi lain, Ketua Umum Relawan Kesehatan Indonesia, Agung Nugroho, mengingatkan potensi risiko dari wacana ini. Ia menilai kenaikan iuran bisa mendorong lonjakan peserta nonaktif.

“Ketika iuran naik, keluarga akan menyesuaikan pengeluaran. Dampaknya, tunggakan meningkat dan kepesertaan bisa berhenti. Padahal, jaminan kesehatan justru dibutuhkan saat kondisi darurat,” ujarnya.

Menurut Agung, masyarakat miskin relatif aman karena terlindungi PBI JKN. Kelompok berpenghasilan tinggi juga cenderung mampu menyesuaikan. Namun, kelas menengah—terutama pekerja informal dan keluarga dengan pengeluaran ketat—berada dalam posisi paling rawan.

Baca Juga :  BPJS PBI Direaktivasi, Pemerintah Gelar Pengecekan Lapangan

Dorongan Evaluasi Menyeluruh

Karena itu, Agung mendorong pemerintah mengkaji rencana penyesuaian iuran secara komprehensif. Tanpa perhitungan matang, kebijakan ini berpotensi melemahkan partisipasi peserta dan mengurangi daya jangkau sistem jaminan kesehatan nasional.

Dengan demikian, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan menjaga keberlanjutan keuangan BPJS Kesehatan, tanpa menambah beban baru bagi kelompok masyarakat yang sudah berada di tekanan ekonomi.(*)

Berita Terkait

Blak-blakan Soal Mark-Up, BGN Ultimatum Mitra MBG
Resmi Berlaku, Segini Gaji PPPK dari Golongan I sampai XVII
Penghasilan di Atas Rp7,6 Juta? Ini Ketentuan Zakat 2026
Ekonom Ingatkan Risiko di Balik Debt Switch Rp173,4 T
Aturan Baru; PNS DAN PPPK Dihapus, Ini Gantinya
PHK Mie Sedaap Jadi Sorotan, Kemnaker Akhirnya Buka Suara
Polemik Ambang Batas Parlemen, Usulan 7 Persen Picu Kritik
Catat! Jadwal Libur Lebaran 2026 yang Ditetapkan Pemerintah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:30 WIB

Blak-blakan Soal Mark-Up, BGN Ultimatum Mitra MBG

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:00 WIB

Iuran BPJS Bakal Naik, Ancaman Peserta Nonaktif Mengintai

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:00 WIB

Resmi Berlaku, Segini Gaji PPPK dari Golongan I sampai XVII

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:00 WIB

Penghasilan di Atas Rp7,6 Juta? Ini Ketentuan Zakat 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:00 WIB

Ekonom Ingatkan Risiko di Balik Debt Switch Rp173,4 T

Berita Terbaru

ASUS resmi mengumumkan tablet gaming edisi kolaborasi dengan Kojima Productions, yang diberi nama ROG Flow Z13-KJP. (Sumber/Google)

Teknologi

Tablet Gaming Kojima Meluncur, ASUS Siapkan Paket Eksklusif

Kamis, 26 Feb 2026 - 18:00 WIB

GR Corolla. Kehadiran model ini semakin melengkapi lini GR Pure yang dijual oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) di Indonesia.

Otomotif

Toyota Bikin Kejutan! GR Corolla 2026 Makin Nyaman Dipakai

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. (Sumber/Google)

Nasional

Blak-blakan Soal Mark-Up, BGN Ultimatum Mitra MBG

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:30 WIB

Ilustrasi rencana penyesuaian iuran BPJS yang akan dilaksanakan pemerintah.

Nasional

Iuran BPJS Bakal Naik, Ancaman Peserta Nonaktif Mengintai

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:00 WIB

Beberapa koin kuno ang berharga tinggi yang dicari kolektor.

Lifestyle

Punya Koin Ini? Kolektor Siap Tebus hingga Ratusan Juta Rupiah

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:30 WIB