KERINCI,JS– Kondisi jalan utama di Desa Koto Baru, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kembali menjadi sorotan publik. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memperbaiki jalan yang menjadi jalur vital bagi aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Genangan Air dan Lumpur Mengancam Keselamatan
Setiap musim hujan, kubangan lumpur dan genangan air muncul di berbagai titik. Akibatnya, pengendara sepeda motor menghadapi risiko kecelakaan, termasuk anak-anak yang melintasi jalan ini untuk pergi ke sekolah.
Akses Vital bagi Desa Sekitar dan Petani
Jalan ini tidak hanya melayani Desa Koto Baru. Lebih dari itu, warga desa-desa sekitar seperti Sungai Tanduk, Mekar Sari, Pasar Sungai Tanduk, Koto Tuo, hingga Koto Panjang, mengandalkan jalur ini. Para petani juga menggunakan jalan ini untuk mengangkut kentang, bawang, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya. Wilayah ini bahkan menjadi salah satu lumbung padi terbesar di Kecamatan Kayu Aro.
Warga Mengeluh, Ancaman bagi Anak Sekolah dan Pengendara
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau hujan, jalan seperti kolam besar. Anak-anak sekolah pasti kotor. Pengendara motor juga rawan jatuh,” ujar Cecep, salah seorang warga setempat.
Proposal Perbaikan Sudah Diajukan, Tapi Belum Direalisasikan
Kepala Desa Koto Baru, Eri Mardison, mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan jalan ke pemerintah daerah berkali-kali. Bahkan, ia bekerja sama dengan kepala desa dari wilayah terdampak lainnya. Namun, hingga kini, pemerintah daerah belum memulai proyek pengaspalan.
“Proposal sudah kami ajukan berkali-kali, tetapi sampai hari ini belum ada realisasi,” kata Eri kepada awak media, Senin (15/12/2025).
Harapan dan Kekecewaan Warga pada Dukungan Politik
Ironisnya, wilayah Koto Baru dan sekitarnya menjadi basis suara signifikan pada Pilkada lalu. Dengan fakta ini, Bupati Kerinci, Monadi, dan sejumlah anggota DPRD Kerinci seperti Lis Nurbani, menerima dukungan besar dari masyarakat setempat. Warga merasa dukungan politik yang tinggi tidak sejalan dengan perhatian pembangunan.
“Yang kami minta sederhana, jalan yang layak. Dengan jalan bagus, hasil tani lancar dan ekonomi bergerak. Baru terasa visi-misi bupati dan wakil rakyat itu,” tegas warga lainnya.
Warga Menuntut Bukti Nyata, Bukan Janji
Saat ini, masyarakat Koto Baru menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji politik. Mereka menilai perbaikan jalan sangat penting tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga keselamatan, kelangsungan ekonomi pertanian, dan bukti komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kerinci.(AN)









