KESEHATAN,JS- Banyak orang berjuang keras menurunkan berat badan melalui diet ketat dan olahraga rutin. Namun di sisi lain, ada kelompok masyarakat yang menghadapi tantangan berbeda. Mereka justru kesulitan menaikkan berat badan meskipun sudah makan dalam jumlah besar setiap hari.
Fenomena ini sering menimbulkan pertanyaan. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengonsumsi makanan tinggi kalori tanpa mengalami kenaikan berat badan yang signifikan?
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi tersebut bukan sekadar soal pola makan.
Ketika Tubuh Terlalu Kurus Menjadi Masalah
Selama bertahun-tahun, perhatian dunia kesehatan lebih banyak tertuju pada obesitas. Akibatnya, masalah tubuh yang terlalu kurus sering kali luput dari perhatian.
Padahal, sebagian orang mengalami kesulitan serius untuk menambah berat badan. Mereka merasa kurang percaya diri karena bentuk tubuh yang sangat ramping dan sering mendapatkan komentar negatif dari lingkungan sekitar.
Pelatih kebugaran asal Inggris, Bella Barnes, mengaku sering menemui klien yang memiliki masalah tersebut. Banyak di antara mereka yang datang bukan untuk menurunkan berat badan, melainkan ingin terlihat lebih berisi.
Beberapa bahkan menggunakan pakaian khusus atau lapisan busana tambahan agar tubuh tampak lebih proporsional di depan umum.
Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan berat badan tidak selalu berkaitan dengan kelebihan lemak. Dalam sejumlah kasus, tubuh yang terlalu kurus juga dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental seseorang.
Apa Itu Constitutional Thinness?
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah constitutional thinness atau kekurusan konstitusional.
Orang yang mengalami kondisi ini biasanya memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) di bawah 18,5. Bahkan sebagian kasus menunjukkan BMI yang jauh lebih rendah tanpa adanya gangguan makan atau penyakit tertentu.
Yang membuat kondisi ini unik adalah kemampuan mereka mengonsumsi makanan dalam jumlah normal hingga besar tanpa mengalami kenaikan berat badan yang berarti.
Mereka tidak melakukan olahraga ekstrem, tidak menjalani diet ketat, dan tidak mengalami gangguan kesehatan serius. Meski demikian, tubuh mereka tetap sulit menyimpan lemak.
Mengapa Berat Badan Sulit Naik Meski Kalori Berlebih?
Secara teori, seseorang akan mengalami kenaikan berat badan ketika jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang dibakar.
Namun kenyataannya tidak selalu demikian.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki sistem biologis yang sangat kompleks dalam mengatur berat badan. Sistem ini melibatkan otak, hormon, jaringan lemak, hingga faktor genetik.
Ketika seseorang mengonsumsi makanan berlebih, tubuh tidak selalu menyimpan seluruh energi tersebut dalam bentuk lemak.
Inilah yang membuat beberapa orang tetap kurus meski pola makan mereka terlihat sangat tinggi kalori.
Faktor Genetik Memiliki Peran Besar
Penelitian sejak puluhan tahun lalu telah menunjukkan bahwa faktor genetik berpengaruh besar terhadap berat badan seseorang.
Salah satu studi terkenal melibatkan 12 pasang saudara kembar identik yang mendapatkan tambahan sekitar 1.000 kalori setiap hari selama tiga bulan.
Hasil penelitian tersebut sangat mengejutkan.
Sebagian peserta mengalami kenaikan berat badan hingga hampir 14 kilogram. Namun peserta lainnya hanya bertambah sekitar 4 hingga 5 kilogram meskipun mengonsumsi jumlah kalori yang sama.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa tubuh setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap kelebihan energi.
Dengan kata lain, gen yang diwariskan dari orang tua turut menentukan apakah seseorang mudah gemuk atau tetap kurus.
Tubuh Memiliki Set Point Berat Badan
Para ahli kesehatan juga memperkenalkan konsep yang dikenal sebagai body weight set point.
Teori ini menjelaskan bahwa tubuh memiliki rentang berat badan ideal yang secara alami akan dipertahankan.
Ketika berat badan turun terlalu jauh, tubuh akan memperlambat metabolisme dan meningkatkan rasa lapar untuk mengembalikan berat badan ke posisi semula.
Sebaliknya, pada orang yang sangat kurus secara konstitusional, tubuh justru cenderung mempertahankan berat badan rendah tersebut.
Akibatnya, setiap kenaikan berat badan yang terjadi sering kali bersifat sementara dan kembali turun setelah pola makan kembali normal.
Ke Mana Perginya Kalori yang Mereka Konsumsi?
Pertanyaan terbesar yang masih terus diteliti ilmuwan adalah ke mana sebenarnya kalori tersebut pergi.
Beberapa teori terbaru menyebutkan bahwa tubuh orang dengan kekurusan konstitusional membakar energi secara lebih efisien melalui berbagai mekanisme.
- Termogenesis Lebih Tinggi
Tubuh dapat mengubah sebagian energi menjadi panas melalui proses yang disebut termogenesis.
Semakin tinggi aktivitas termogenesis, semakin banyak kalori yang terbakar tanpa disadari.
- Aktivitas Kecil yang Lebih Sering
Sebagian orang secara alami lebih aktif dalam melakukan gerakan kecil seperti mengetukkan kaki, mengubah posisi duduk, atau berjalan mondar-mandir.
Aktivitas sederhana ini ternyata mampu membakar ratusan kalori tambahan setiap hari.
- Lemak Cokelat yang Lebih Aktif
Tubuh manusia memiliki jaringan yang disebut brown fat atau lemak cokelat.
Berbeda dengan lemak biasa, jaringan ini berfungsi membakar energi untuk menghasilkan panas.
Beberapa penelitian menduga orang yang sangat kurus memiliki aktivitas lemak cokelat yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata populasi.
- Penyerapan Energi yang Berbeda
Peneliti juga menemukan kemungkinan bahwa sebagian energi dari makanan tidak terserap secara maksimal dan keluar melalui sistem pencernaan maupun metabolisme tubuh lainnya.
Risiko Kesehatan yang Jarang Diketahui
Meskipun banyak orang menganggap tubuh kurus sebagai kondisi ideal, kenyataannya terdapat sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan constitutional thinness umumnya memiliki massa otot yang lebih rendah.
Ukuran serat otot mereka bahkan bisa sekitar 20 persen lebih kecil dibandingkan individu dengan berat badan normal.
Selain itu, massa tulang yang rendah juga meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang saat memasuki usia lanjut.
Karena itu, menjaga kesehatan tubuh tidak hanya berfokus pada angka timbangan, tetapi juga komposisi tubuh secara keseluruhan.
Gen ALK dan Rahasia Tubuh Anti Gemuk
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan menemukan gen yang sangat menarik bernama ALK atau Anaplastic Lymphoma Kinase.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa penghapusan gen tersebut membuat tikus tetap kurus meski mengonsumsi makanan tinggi lemak.
Gen ALK bekerja melalui sistem saraf pusat dan mengirim sinyal ke jaringan lemak untuk meningkatkan pembakaran energi.
Temuan ini membuka peluang besar bagi dunia medis untuk mengembangkan terapi baru terkait obesitas maupun kesulitan menaikkan berat badan.
Cara Menambah Berat Badan Secara Sehat
Bagi mereka yang kesulitan menaikkan berat badan, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih terstruktur.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menambah asupan kalori secara bertahap.
- Memperbanyak konsumsi protein berkualitas.
- Melakukan latihan kekuatan atau resistance training.
- Tidur cukup setiap malam.
- Mengonsumsi makanan utuh yang kaya nutrisi.
- Menghindari ketergantungan pada makanan ultra-proses.
Bella Barnes menjadi salah satu contoh keberhasilan pendekatan tersebut. Setelah bertahun-tahun berusaha, ia berhasil menambah sekitar 18 kilogram melalui kombinasi latihan beban dan pola makan tinggi kalori yang sehat.
Kini ia membantu banyak orang dengan kondisi serupa untuk mencapai berat badan yang lebih ideal tanpa mengorbankan kesehatan.
FAQ
Apakah orang kurus bisa makan banyak tanpa gemuk?
Ya. Sebagian orang memiliki faktor genetik dan metabolisme tertentu yang membuat tubuh mereka membakar energi lebih cepat sehingga berat badan sulit naik.
Apa itu constitutional thinness?
Constitutional thinness adalah kondisi alami ketika seseorang memiliki berat badan sangat rendah tanpa mengalami gangguan makan, penyakit serius, atau kekurangan nutrisi.
Apakah tubuh terlalu kurus berbahaya?
Tubuh yang terlalu kurus dapat meningkatkan risiko massa otot rendah, kepadatan tulang berkurang, dan osteoporosis pada usia lanjut.
Mengapa kalori tidak selalu membuat berat badan naik?
Tubuh dapat membakar kalori melalui termogenesis, aktivitas fisik spontan, metabolisme tinggi, serta aktivitas lemak cokelat yang lebih aktif.
Bagaimana cara menaikkan berat badan secara sehat?
Fokus pada peningkatan asupan kalori berkualitas, konsumsi protein tinggi, latihan kekuatan, istirahat cukup, dan pola makan seimbang.
Kesimpulan
Fenomena orang yang tetap kurus meski makan banyak bukan sekadar mitos. Ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa faktor genetik, metabolisme, aktivitas tubuh, hingga sistem pengaturan energi memainkan peran penting dalam menentukan berat badan seseorang.
Kondisi yang dikenal sebagai constitutional thinness ini masih menyimpan banyak misteri. Namun berbagai penelitian terbaru mulai mengungkap bagaimana tubuh mengatur pembakaran dan penyimpanan energi secara berbeda pada setiap individu.
Karena itu, baik tubuh yang terlalu gemuk maupun terlalu kurus sama-sama memerlukan perhatian. Fokus utama bukan hanya mengejar angka tertentu di timbangan, melainkan menjaga kesehatan, massa otot, dan kualitas hidup secara keseluruhan.(*)









