TEKNOLOGI,JS- Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pemanfaatan QRIS Tap berbasis near field communication (NFC) di perangkat iPhone belum dapat berjalan. Penyebabnya, pihak Apple hingga kini belum membuka akses NFC untuk layanan pembayaran di luar ekosistem Apple Pay.
Kondisi tersebut membuat implementasi QRIS Tap di iPhone masih bergantung pada kebijakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu.
Akses NFC Masih Terbatas
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa Apple saat ini membatasi penggunaan NFC hanya untuk layanan internal mereka. “Sampai sekarang, Apple belum membuka akses NFC. Fitur tersebut masih eksklusif untuk Apple Pay,” ujarnya dalam siaran pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI.
Namun demikian, BI terus menjalin komunikasi dengan Apple Indonesia maupun kantor pusat Apple. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas potensi pengembangan QRIS Tap di perangkat iPhone.
BI Dorong Pembukaan Akses Seperti di Uni Eropa
Lebih lanjut, Filianingsih menyebut Apple tengah mempelajari kemungkinan pembukaan akses NFC, sebagaimana yang telah mereka terapkan di kawasan Uni Eropa. Oleh karena itu, BI berharap Apple dapat mengambil langkah serupa di Indonesia.
Menurut BI, perluasan akses QRIS Tap di berbagai perangkat, termasuk iPhone, akan mempercepat adopsi pembayaran digital dan memperluas inklusi keuangan nasional.
Transaksi QRIS Tap Terus Tumbuh
Sementara menunggu kepastian dari Apple, kinerja QRIS Tap di Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, jumlah transaksi QRIS Tap telah melampaui 475 ribu transaksi dengan pertumbuhan sekitar 7,9% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Selain itu, nilai transaksi juga meningkat 6,4% mtm dan mencapai sekitar Rp4,6 miliar. Angka tersebut mencerminkan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap metode pembayaran nontunai berbasis NFC.
Transportasi Jadi Pengguna Terbesar
Dari sisi sektor, pengguna paling aktif QRIS Tap berasal dari layanan transportasi serta merchant hotel dan restoran. Di sektor transportasi, rata-rata nilai transaksi berada di kisaran Rp5.000 per transaksi.
Sebaliknya, sektor restoran dan ritel mencatat nilai transaksi yang lebih tinggi, dengan rata-rata sekitar Rp70.000 per transaksi. Perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas QRIS Tap untuk berbagai kebutuhan pembayaran harian.
QRIS Lintas Negara Siap Diperluas
Selain fokus pada pengembangan domestik, BI juga bersiap memperluas implementasi QRIS lintas negara. BI menargetkan kerja sama QRIS dengan China dan Korea Selatan mulai berjalan pada akhir Maret atau awal April 2026.
Filianingsih mengungkapkan bahwa BI telah menyelesaikan proses sandbox dan uji coba dengan China pada akhir Januari 2026. Sementara itu, proses serupa dengan Korea Selatan rampung pada akhir Februari 2026. “Sekarang tinggal menunggu waktu implementasinya,” ujarnya.
Kinerja QRIS Nasional Melonjak Tajam
Secara keseluruhan, transaksi QRIS nasional mencatat pertumbuhan signifikan. Pada Januari 2026, volume transaksi QRIS tumbuh hingga 131,47% secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah pengguna aktif serta bertambahnya merchant yang mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran utama.(*)









