Perceraian ASN Muaro Jambi Meledak, Ini Penyebab Utamanya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi angka perceraian ASN di Muaro Jambi meningkat.

Ilustrasi angka perceraian ASN di Muaro Jambi meningkat.

MUAROJAMBI,JS– Angka perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 15 ASN memperoleh rekomendasi resmi untuk bercerai dan melanjutkan proses hukum ke Pengadilan Agama.

Total 17 Permohonan Masuk Sepanjang 2025

Kepala Bidang Pengembangan ASN BKPSDM Muaro Jambi, Hendri Wijaya, menjelaskan bahwa pihaknya menerima 17 permohonan perceraian sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, BKPSDM menyetujui 15 permohonan karena telah memenuhi seluruh persyaratan.

Baca Juga :  Hasil Lab Keluar, Sumber Keracunan Massal Siswa SD Muaro Jambi Akhirnya Terbongkar

“Satu permohonan kami tolak karena tidak memenuhi ketentuan, sedangkan satu lainnya masih dalam proses,” kata Hendri saat dikonfirmasi di Sengeti.

Dengan demikian, sebagian besar pengajuan perceraian ASN berakhir dengan penerbitan rekomendasi resmi setelah melalui tahapan pemeriksaan dan evaluasi.

BKPSDM menilai pengajuan tersebut belum memenuhi aspek administratif maupun pertimbangan pembinaan rumah tangga.

“ASN memiliki aturan khusus. Kami tidak langsung mengeluarkan rekomendasi tanpa proses pembinaan dan penilaian yang matang,” tegasnya.

Guru dan Tenaga Kesehatan Dominasi Pengajuan

Berdasarkan rekapitulasi data, ASN yang mengajukan perceraian mayoritas berasal dari sektor pelayanan dasar. Guru di lingkungan Dinas Pendidikan serta tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan mendominasi daftar pemohon.

Meski demikian, BKPSDM juga mencatat adanya pengajuan perceraian dari ASN yang bertugas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Mayoritas Gugatan Diajukan oleh Istri

Dari sisi pemohon, sebagian besar gugatan perceraian diajukan oleh pihak istri. Namun, BKPSDM juga menerima satu kasus di mana suami mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya.

Pola ini menunjukkan bahwa tekanan dalam rumah tangga ASN tidak hanya bersifat satu arah, tetapi muncul dari berbagai latar belakang persoalan.

Baca Juga :  Perceraian PNS di Bungo Kini Diawasi Ketat Pemkab

Perselisihan Jadi Alasan Formal, Ekonomi Jadi Akar Masalah

Secara administratif, hampir seluruh berkas permohonan mencantumkan alasan perselisihan dan pertengkaran yang terus berulang. Namun, hasil pendalaman BKPSDM menunjukkan faktor ekonomi sebagai penyebab utama di balik konflik tersebut.

“Masalah ekonomi paling dominan. Ada juga kasus yang dipicu suami terjerat judi online, dan itu langsung berdampak pada keuangan keluarga,” jelas Hendri.

Selain tekanan ekonomi, BKPSDM juga menemukan kasus perceraian yang dipicu perselingkuhan. Hendri menyebut, pihak ketiga dalam kasus tersebut umumnya berasal dari luar kalangan ASN atau sektor swasta.

Faktor Pekerjaan hingga Hubungan Jarak Jauh

Di sisi lain, BKPSDM juga mencatat perceraian yang terjadi akibat pasangan bekerja di luar negeri dalam jangka waktu lama. Kondisi hubungan jarak jauh akhirnya mendorong pasangan memilih berpisah.

Memasuki awal 2026, BKPSDM kembali menerima satu laporan baru terkait permohonan perceraian ASN.

Baca Juga :  20 ASN Pemprov Jambi Kena Sanksi, Enam ASN Diberhentikan

Pemda Kedepankan Pembinaan dan Mediasi

Menghadapi tren ini, pemerintah daerah terus mengedepankan pembinaan dan mediasi sebelum menerbitkan rekomendasi perceraian. Langkah tersebut bertujuan menekan angka perceraian sekaligus menjaga stabilitas kinerja ASN.

Lonjakan kasus perceraian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Selain berdampak pada kehidupan pribadi, persoalan rumah tangga juga berpotensi memengaruhi profesionalitas dan pelayanan publik.(*)

Berita Terkait

Puluhan Hektare Lahan Tidur di Kerinci Terbengkalai, Warga Gunung Raya Harapkan Program Cetak Sawah Baru
Walikota Sungai Penuh Alfin Kumpulkan Seluruh OPD, Siapkan Langkah Besar Genjot Pendapatan Daerah 2026
Potensi Cuan Ekonomi Hijau! Tanjung Jabung Barat Kembangkan Bisnis Mangrove Responsif Gender
Viral Surat Desa Ujung Ladang Soal Harimau, Petani Kerinci Minta Evakuasi Segera
Mulai Diawasi! ASN Sungai Penuh yang Live TikTok Saat Jam Kerja Terancam Sanksi Disiplin
Wali Kota Alfin Bongkar Tantangan ASN di Era AI, CPNS Sungai Penuh Diminta Kuasai Teknologi Digital
Update Harga Pangan 3 Juni 2026 di Sungai Penuh
Antrean ATM Bank Jambi Mengular Sungai Penuh, Layanan Dinilai Makin Krisis
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:31 WIB

Walikota Sungai Penuh Alfin Kumpulkan Seluruh OPD, Siapkan Langkah Besar Genjot Pendapatan Daerah 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:01 WIB

Potensi Cuan Ekonomi Hijau! Tanjung Jabung Barat Kembangkan Bisnis Mangrove Responsif Gender

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:04 WIB

Viral Surat Desa Ujung Ladang Soal Harimau, Petani Kerinci Minta Evakuasi Segera

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:16 WIB

Mulai Diawasi! ASN Sungai Penuh yang Live TikTok Saat Jam Kerja Terancam Sanksi Disiplin

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wali Kota Alfin Bongkar Tantangan ASN di Era AI, CPNS Sungai Penuh Diminta Kuasai Teknologi Digital

Berita Terbaru