Peru Tetapkan Presiden Meksiko Persona Non Grata, Konflik Diplomatik Amerika Latin Memanas!

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kongres Peru secara resmi memutuskan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebagai persona non grata individu yang tidak diinginkan, karena dinilai telah mencampuri urusan dalam negeri peru.

Kongres Peru secara resmi memutuskan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebagai persona non grata individu yang tidak diinginkan, karena dinilai telah mencampuri urusan dalam negeri peru.

INTERNASIONAL,JS- Ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin kembali memanas. Pemerintah Peru secara resmi menetapkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, sebagai persona non grata atau individu yang tidak diinginkan. Keputusan ini menandai babak baru dalam konflik diplomatik antara Peru dan Meksiko yang semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Langkah tegas ini diambil setelah Peru menilai Meksiko telah mencampuri urusan dalam negeri mereka, terutama terkait pemberian suaka politik kepada tokoh politik kontroversial Peru.

Pemicu Konflik: Suaka Politik dan Tuduhan Campur Tangan

Ketegangan memuncak ketika pemerintah Meksiko memberikan suaka politik kepada mantan Perdana Menteri Peru, Betssy Chavez. Keputusan ini memicu reaksi keras dari pemerintah Peru yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara.

Tak hanya itu, sebelumnya Meksiko juga memberikan perlindungan kepada keluarga mantan Presiden Peru, Pedro Castillo, setelah ia ditangkap menyusul krisis politik besar pada 2022.

Akibatnya, hubungan bilateral kedua negara terus memburuk. Peru bahkan telah mengambil langkah drastis dengan memutuskan hubungan diplomatik sejak 3 November dan meminta Kuasa Usaha Meksiko, Karla Ornelas, untuk segera meninggalkan wilayahnya.

Kasus Hukum dan Ketegangan Politik

Kasus hukum yang menjerat Pedro Castillo menjadi salah satu faktor utama meningkatnya konflik. Ia dituduh melakukan upaya pembubaran Kongres Peru secara sepihak—tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran konstitusi.

Jaksa penuntut bahkan menuntut hukuman berat hingga 25 tahun penjara. Sementara itu, Betssy Chavez juga menghadapi tuduhan konspirasi karena diduga terlibat dalam upaya tersebut.

Pemerintah Peru menilai langkah Meksiko memberikan suaka kepada Chavez sebagai bentuk dukungan terhadap tindakan yang dianggap melanggar hukum dan demokrasi.

Pernyataan Resmi Peru: “Realitas Paralel”

Menteri Luar Negeri Peru, Hugo de Zela, menyampaikan kritik keras terhadap sikap Meksiko.

Menurutnya, pemerintah Meksiko telah menciptakan narasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di Peru.

“Meksiko telah membangun semacam realitas paralel yang menggambarkan adanya penindasan politik, padahal hal tersebut tidak terjadi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keputusan menjadikan Presiden Meksiko sebagai persona non grata telah melalui kajian cepat namun tetap berhati-hati.

Efek Domino: Konflik Regional Semakin Meluas

Konflik ini tidak hanya berdampak pada hubungan Peru dan Meksiko. Sebelumnya, Meksiko juga sempat terlibat ketegangan dengan Ekuador.

Dalam kasus terpisah, pasukan keamanan Ekuador bahkan menyerbu kedutaan Meksiko untuk menangkap seorang buronan yang mendapatkan suaka politik. Insiden ini memicu kecaman internasional dan memperkeruh hubungan antarnegara di kawasan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa isu suaka politik kini menjadi sumber konflik baru di Amerika Latin, terutama ketika menyangkut tokoh-tokoh politik yang terlibat kasus hukum serius.

Baca Juga :  Malaysia Bangun Pabrik Magnet Rp2,3 Triliun: Rebut Pasar Global Tanah Jarang dan Energi Bersih

Dampak Ekonomi: Masih Dijaga Stabil

Meski hubungan diplomatik memburuk, kedua negara berupaya menjaga stabilitas ekonomi. Peru dan Meksiko masih memiliki hubungan dagang yang cukup penting di kawasan.

Pemerintah Peru menegaskan bahwa pemutusan hubungan diplomatik tidak serta-merta menghentikan kerja sama ekonomi. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak terhadap sektor perdagangan dan investasi.

Namun demikian, para analis menilai ketegangan berkepanjangan tetap berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi regional jika tidak segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Analisis: Risiko Politik dan Dampak Global

Konflik Peru–Meksiko menjadi sorotan global karena mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di Amerika Latin. Selain itu, isu ini juga berkaitan erat dengan:

  • Stabilitas demokrasi di kawasan
  • Praktik suaka politik internasional
  • Hubungan bilateral dan multilateral
  • Risiko terhadap investasi asing

Dalam konteks global, konflik ini berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas politik di kawasan Amerika Latin.

Kesimpulan: Krisis Diplomatik yang Perlu Solusi Cepat

Penetapan Presiden Meksiko sebagai persona non grata oleh Peru merupakan langkah diplomatik ekstrem yang jarang terjadi. Situasi ini menunjukkan betapa seriusnya konflik antara kedua negara.

Jika tidak segera diselesaikan, ketegangan ini bisa berdampak lebih luas, tidak hanya secara politik tetapi juga ekonomi dan keamanan regional.

Diplomasi yang konstruktif dan dialog terbuka menjadi kunci utama untuk meredakan konflik dan mengembalikan stabilitas hubungan antarnegara.(*)

Berita Terkait

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 3 November 2026: 1 MYR Tembus Rp4.445, Cek Nilai 100 hingga 1.000 Ringgit
Bank of Singapore Acquires 10.51% Stake in CMNT: Cemindo Gemilang Shares Rise to Rp770
Online Personal Loans in Argentina: Best Fintech Apps, Interest Rates and Hidden Costs in 2026
Canada Mortgage Rates October 2026: Best Rates Start at 3.25%, Compare Fixed vs. Variable Before You Apply
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026: Tembus Rp115, Cek Nilai Tukar dan Dampaknya
How to Improve Your Credit Score in China: 7 Smart Steps to Rebuild Your Financial Reputation
Best Debt Consolidation Loans in the USA for October 2026: Compare Rates, Fees, and Lenders
Dolar Singapura Tembus Rp14.000! Cek Kurs SGD ke Rupiah Hari Ini, 21 Oktober 2026
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:01 WIB

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 3 November 2026: 1 MYR Tembus Rp4.445, Cek Nilai 100 hingga 1.000 Ringgit

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Bank of Singapore Acquires 10.51% Stake in CMNT: Cemindo Gemilang Shares Rise to Rp770

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Online Personal Loans in Argentina: Best Fintech Apps, Interest Rates and Hidden Costs in 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Canada Mortgage Rates October 2026: Best Rates Start at 3.25%, Compare Fixed vs. Variable Before You Apply

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026: Tembus Rp115, Cek Nilai Tukar dan Dampaknya

Berita Terbaru