JAKARTA,JS- Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah melakukan perombakan menyeluruh terhadap kebutuhan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Rapat Tiga Jam Bahas Strategi Nasional
Rapat terbatas digelar di Kantor Kementerian Pertahanan pada Selasa (17/3) dan berlangsung selama tiga jam. Hadir dalam rapat tersebut sejumlah menteri, termasuk:
- Rini Widyantini, Menteri PANRB
- Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
- Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
- Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan
- Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri
- Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan
Selain itu, rapat dihadiri Farida Farichah (Wakil Menteri Koperasi), Zudan Arif Fakrulloh (Kepala BKN), dan Amalia Adininggar Widyasanti (Kepala BPS). Mereka membahas strategi nasional untuk memperkuat kualitas tenaga pendidikan dan kesehatan.
Mendikdasmen dan Pertahanan Fokus Data Tenaga Pendidik
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Mendikdasmen bersama Kementerian Pertahanan bertanggung jawab mendata kebutuhan tenaga pendidik. Sementara itu, Mendiktisaintek bertugas mencari kandidat potensial untuk mengisi posisi tersebut.
Dengan koordinasi ini, pemerintah menargetkan distribusi tenaga pendidik menjadi lebih merata dan sesuai kebutuhan setiap daerah.
Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas di Wilayah 3T
Presiden Prabowo juga memerintahkan Menkes untuk mendata kebutuhan tenaga kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Data yang disampaikan Menkes menunjukkan dari 10.000 Puskesmas, sekitar 4.000 membutuhkan tenaga kesehatan tambahan, khususnya dokter gigi.
BKN Rumuskan Desain Kepegawaian Nasional
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa lembaganya selama setahun terakhir terus merumuskan desain kepegawaian nasional. Tujuannya untuk memastikan distribusi dan komposisi ASN lebih efektif, sehingga kebutuhan daerah terpenuhi dengan tepat.
Presiden menekankan pentingnya data akurat dari seluruh kementerian agar pengembangan tenaga pendidik dan kesehatan berjalan optimal, khususnya di wilayah yang masih kekurangan sumber daya manusia profesional.(*)









