SUNGAIPENUH,JS– Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, memanfaatkan Safari Ramadan di Masjid Nurul Falah, Desa Kumun Mudik, Kecamatan Kumun Debai, Rabu (4/3/2026), untuk menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah kota. Mulai dari penanganan sampah, pembenahan data penerima BPJS, hingga penyediaan seragam sekolah gratis, berbagai program tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Alfin hadir bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Sekretaris Daerah Alpian. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga mengikuti agenda tersebut.
Safari Ramadan kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Alfin juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan arah kebijakan daerah sekaligus mengajak warga ikut mendukung pelaksanaan program pembangunan.
Di hadapan masyarakat, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, perangkat desa, dan warga agar program pelayanan publik berjalan lebih efektif. Menurutnya, persoalan lingkungan, akses kesehatan, dan pendidikan membutuhkan perhatian berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Penanganan Sampah Jadi Perhatian Pemerintah
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian Alfin ialah pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh. Pemerintah kota terus mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah melalui penyediaan peralatan dan pembangunan fasilitas pengolahan.
Alfin menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup telah memberikan bantuan berupa satu unit ekskavator dan mesin pengolah plastik. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam menangani sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan di lapangan.
Selain dukungan peralatan, pemerintah kota juga membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Renah Kayu Embun. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki penanganan sampah secara lebih terarah.
Namun, pembangunan fasilitas pengolahan sampah juga membutuhkan pemahaman masyarakat mengenai tujuan dan prosedur pelaksanaannya. Karena itu, Alfin mengingatkan warga agar memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai isu yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menjalankan prosedur pembangunan TPST sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah tidak mungkin membangun TPST tanpa izin. Kami sudah menjalankan seluruh proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Alfin.
Warga Diminta Mulai Memilah Sampah dari Rumah
Selain menjelaskan langkah pemerintah, Alfin mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas dan fasilitas milik pemerintah.
Kebiasaan warga dalam mengelola sampah dari rumah juga memegang peranan penting. Karena itu, ia mendorong masyarakat mulai memisahkan sampah berdasarkan jenisnya agar proses pengumpulan dan pengolahan berjalan lebih mudah.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pencampuran sampah organik dan anorganik. Selain itu, pemilahan sejak awal membuka peluang pemanfaatan kembali bahan tertentu, termasuk plastik yang masih memiliki nilai guna.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah berharap fasilitas pengolahan sampah dapat berfungsi lebih optimal. Kesadaran menjaga kebersihan juga perlu tumbuh sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika pemerintah menggelar kegiatan kebersihan.
Data Penerima BPJS Perlu Lebih Akurat
Setelah membahas persoalan lingkungan, Alfin menyoroti pelayanan kesehatan, terutama ketepatan data penerima bantuan BPJS. Ia meminta Dinas Sosial segera memeriksa kembali data penerima agar program bantuan kesehatan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, ketepatan data menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan program perlindungan sosial. Data yang tidak sesuai dengan kondisi terbaru berpotensi menimbulkan persoalan dalam penyaluran bantuan.
Karena itu, Alfin juga meminta pemerintah desa berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah kota. Perangkat desa memiliki peran penting dalam membantu memperbarui informasi warga, terutama ketika terjadi perubahan kondisi ekonomi maupun status kependudukan.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah dapat mencocokkan data administrasi dengan kondisi masyarakat di lapangan. Pemeriksaan secara berkala juga dapat membantu mengurangi ketidaksesuaian data penerima.
Alfin berharap pembenahan ini membuat pelayanan kesehatan lebih tepat sasaran. Dengan demikian, warga yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses terhadap program bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Seragam Sekolah Gratis untuk Meringankan Beban Orang Tua
Di sektor pendidikan, Alfin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk membantu keluarga melalui program seragam sekolah gratis bagi siswa.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan. Sebab, kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah dapat menambah pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
Melalui program ini, pemerintah ingin meringankan beban orang tua sekaligus mendorong anak-anak agar tetap melanjutkan pendidikan. Alfin menilai keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menghalangi anak untuk memperoleh kesempatan belajar.
“Pemerintah kota berkomitmen memastikan tidak ada lagi anak di Kota Sungai Penuh yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Komitmen tersebut menempatkan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan mendasar yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain dukungan pemerintah, orang tua dan lingkungan sekitar juga memiliki peran dalam memastikan anak mengikuti pendidikan secara berkelanjutan.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah mengenai ketentuan penerima, mekanisme penyaluran, dan pelaksanaan program seragam gratis. Informasi tersebut penting agar orang tua memahami prosedur serta persyaratan yang berlaku.
Masjid Nurul Falah Terima Bantuan CSR Rp10 Juta
Pada akhir kegiatan, Alfin menyerahkan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp10 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Nurul Falah di Desa Kumun Mudik.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus upaya memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Keberadaan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan. Karena itu, dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah turut berperan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Setelah penyerahan bantuan, kegiatan Safari Ramadan berlanjut dengan tausiah agama yang disampaikan Buya Drs. H. Laidamuri. Tausiah tersebut menutup rangkaian kegiatan yang mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat setempat.
Safari Ramadan Jadi Ruang Komunikasi Pemerintah dan Warga
Melalui Safari Ramadan di Kumun Mudik, Pemerintah Kota Sungai Penuh menyampaikan perhatian terhadap tiga sektor utama, yakni lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Ketiganya berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
Penanganan sampah membutuhkan fasilitas memadai dan kebiasaan warga yang lebih tertib. Sementara itu, pembenahan data BPJS memerlukan koordinasi antarlembaga agar bantuan menjangkau penerima yang sesuai. Di bidang pendidikan, program seragam gratis diharapkan membantu keluarga memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Alfin juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah. Melalui komunikasi langsung seperti Safari Ramadan, pemerintah dapat menyampaikan program sekaligus mengajak warga berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada koordinasi perangkat daerah dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya.(AN)










