BISNIS,JS- Pergerakan saham PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) dan PT Bank Mega Tbk. (MEGA) mencuri perhatian pelaku pasar sepanjang perdagangan 23–27 Februari 2026. Kedua saham ini bergantian menduduki posisi teratas dalam daftar top gainers dan top leaders, seiring aksi korporasi yang memicu minat investor.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MEGA melesat 40,28% dalam sepekan dan ditutup di level Rp4.650 per saham. Kontribusi kenaikan tersebut mencapai 14,85 poin terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Namun demikian, penguatan saham MEGA belum mampu mengangkat kinerja indeks secara keseluruhan. Sepanjang sepekan, IHSG justru terkoreksi 0,44% atau turun 36,28 poin ke level 8.235,48.
MEGA Menahan Tekanan IHSG
Di tengah tekanan pasar, saham MEGA tampil sebagai penopang utama IHSG. Lonjakan harga saham bank milik kelompok CT Corp itu membantu menahan koreksi indeks agar tidak jatuh lebih dalam.
Meski begitu, pada perdagangan Jumat (27/2), investor mulai melakukan aksi ambil untung. Saham MEGA ditutup melemah 4,32% ke Rp4.650. Koreksi ini terjadi setelah saham tersebut mencatat kenaikan signifikan, baik secara mingguan maupun tahunan.
Secara year to date (YtD), saham MEGA telah menguat 41,77%. Dalam sepekan terakhir saja, investor menikmati kenaikan sebesar 16,83%.
BNBR Catat Lonjakan Tertinggi Sepekan
Sementara itu, saham BNBR justru mencatat lonjakan paling agresif di pasar. Dalam sepekan, harga saham BNBR melonjak 76,86% atau naik 93 poin ke Rp214 per saham.
Pada penutupan perdagangan Jumat (27/2), saham BNBR kembali menguat 32,92% dan bertahan di level Rp214. Sepanjang 2026, saham ini telah mencatat kenaikan 68,50% secara YtD, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah di Rp85.
Kinerja impresif tersebut menempatkan BNBR sebagai saham dengan kenaikan tertinggi selama periode 23–27 Februari 2026.
Rights Issue Jadi Sentimen Kuat BNBR
Lonjakan saham BNBR tidak lepas dari rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan hingga 90 miliar saham baru dengan target dana maksimal mencapai Rp6,5 triliun.
Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menegaskan bahwa pemegang saham telah menyetujui aksi korporasi tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (27/2/2026).
Menurut Anindya, perseroan belum menetapkan harga pelaksanaan rights issue. Manajemen baru akan mengumumkan kepastian harga dan nilai dana yang dihimpun pada 9 Maret 2026. Dalam prospektus, BNBR menggunakan asumsi harga Rp50 per saham, jauh di bawah harga pasar saat ini.
Akuisisi tersebut mendorong lonjakan liabilitas BNBR hingga 547,6% secara tahunan menjadi Rp18,89 triliun per akhir 2025.
Anindya menilai kondisi pasar saham saat ini cukup kondusif untuk aksi korporasi tersebut. Ia menekankan pentingnya momentum ini guna menjaga rasio keuangan dan memperkuat struktur permodalan perseroan, terutama bagi bisnis dengan arus kas stabil.
Bank Mega Gandakan Saham Lewat Bonus
Di sisi lain, sentimen positif saham MEGA bersumber dari rencana pembagian saham bonus dengan rasio 1:1. Melalui skema ini, Bank Mega akan menggandakan jumlah saham beredarnya dengan memanfaatkan tambahan modal disetor atau agio saham senilai Rp5,87 triliun.
Manajemen akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 31 Maret 2026. Bank Mega menyiapkan aksi ini untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27/POJK.04/2020 tentang Saham Bonus.
Saat ini, modal ditempatkan dan disetor penuh Bank Mega tercatat sebanyak 11.740.923.365 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Melalui pembagian saham bonus, perseroan akan menerbitkan jumlah saham baru yang sama, sehingga total saham beredar meningkat menjadi 23.481.846.730 saham dengan nilai nominal keseluruhan Rp11,74 triliun.
Perseroan mengambil saham bonus tersebut dari sebagian agio saham yang per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp6,34 triliun berdasarkan laporan keuangan audit.
Saham BNBR dan MEGA Masih Jadi Sorotan
Pasar kini menanti realisasi rights issue BNBR dan keputusan RUPS Bank Mega, yang akan menentukan arah pergerakan kedua saham ini ke depan.
Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)









