Situasi Genting! Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang

JAKARTA,JS – Kementerian Luar Negeri mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah. Imbauan ini menyusul situasi keamanan regional yang terus berkembang dan berpotensi mengganggu keselamatan warga.

Pemerintah menilai dinamika geopolitik di kawasan tersebut belum stabil. Karena itu, Kemlu meminta masyarakat Indonesia lebih cermat sebelum melakukan perjalanan, termasuk rencana transit di negara-negara terdampak.

Pemerintah Minta WNI Lebih Waspada

Selanjutnya, Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menegaskan pentingnya kewaspadaan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko perjalanan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

“Kami mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana bepergian atau transit di kawasan tersebut agar mempertimbangkan kembali dan menunda perjalanan,” ujar Yvonne, Ahad (1/3/2026).

Menurutnya, langkah ini bertujuan meminimalkan risiko keselamatan serta mengantisipasi gangguan transportasi lintas negara.

Ketegangan Regional Picu Imbauan Resmi

Sebagai latar belakang, situasi keamanan di Timur Tengah memburuk dalam beberapa hari terakhir. Ledakan mengguncang Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2/2026). Sejumlah laporan internasional menyebutkan insiden tersebut berkaitan dengan operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga :  Gaji PPPK Cair Besok, Sudah Naikkah?

Tak hanya itu, pada hari yang sama, suara ledakan juga terdengar di beberapa negara Teluk setelah Iran meluncurkan rudal ke arah Israel. Kondisi ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik dan dampaknya terhadap jalur penerbangan internasional.

Koordinasi Intensif dengan WNI di Lapangan

Di tengah situasi tersebut, Kemlu langsung mengaktifkan koordinasi intensif. Melalui Direktorat Pelindungan WNI dan seluruh Perwakilan RI di Timur Tengah, pemerintah berkomunikasi aktif dengan komunitas WNI di masing-masing negara.

Perwakilan RI diminta memastikan kondisi WNI, memantau perkembangan keamanan, serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Pemerintah juga meminta WNI tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Antisipasi Gangguan Perjalanan

Selain isu keamanan, Kemlu turut menyoroti potensi gangguan perjalanan. Perubahan jadwal penerbangan hingga penutupan akses transportasi bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, WNI yang mengalami kendala perjalanan diminta segera menghubungi Perwakilan RI terdekat.

Langkah cepat ini diharapkan dapat membantu WNI memperoleh informasi dan bantuan secara tepat waktu.

Baca Juga :  Gelombang Tinggi Mengancam, BMKG; Hindari Perairan Ini

Asesmen Keamanan Terus Berjalan

Sementara itu, Yvonne menegaskan Kemlu bersama seluruh Perwakilan RI terus melakukan asesmen kondisi di lapangan. Pemerintah siap menyesuaikan langkah penanganan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan perlindungan WNI di tiap negara.

“Kami terus memantau kondisi secara real time dan menyiapkan langkah antisipatif yang diperlukan,” katanya.

Daftar Hotline Darurat WNI di Timur Tengah

Untuk memastikan akses bantuan tetap terbuka, Kemlu menyediakan sejumlah hotline darurat yang dapat dihubungi WNI:

  • Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI: +62 812-9007-0027
  • KBRI Riyadh: +966 569173990
  • KJRI Jeddah: +966 503609667
  • KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
  • KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
  • KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875
  • KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
  • KBRI Manama: +973 38791650
  • KBRI Amman: +962 779150407
  • KBRI Baghdad: +964 7769842020
  • KBRI Teheran: +98 9914668845 / +98 9024668889
  • KBRI Beirut: +961 70817310
  • KBRI Damaskus: +963 954444810

Kemlu kembali menegaskan, keselamatan WNI menjadi prioritas utama, sehingga masyarakat diimbau menunda perjalanan ke wilayah berisiko tinggi hingga situasi benar-benar kondusif.(*)

Berita Terkait

Kasus Serius Pasar Modal Terkuak, OJK Sanksi IPPE–TDPM
Fenomena Baru Mudik Lebaran: Warga Pesan Tiket Lebih Awal
Sekolah Negeri Gratis, Mengapa Orangtua Justru Pilih Swasta?
DPR Buka Jalan PPPK Guru Madrasah Swasta, Ini Langkah Nyatanya
Mudik Gratis Peruri 2026 Resmi Dibuka, Simak Rute, Syarat, dan Cara Daftarnya
Pertamina Sesuaikan Harga BBM, Ini Daftar Terbarunya
PPPK Jadi PNS atau Kontrak Sampai Pensiun? Ini Dua Jalan yang Ditawarkan AMP
47 Dapur MBG Disetop Mendadak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 17:30 WIB

Situasi Genting! Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

Senin, 2 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kasus Serius Pasar Modal Terkuak, OJK Sanksi IPPE–TDPM

Senin, 2 Maret 2026 - 06:00 WIB

Fenomena Baru Mudik Lebaran: Warga Pesan Tiket Lebih Awal

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:00 WIB

Sekolah Negeri Gratis, Mengapa Orangtua Justru Pilih Swasta?

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:00 WIB

DPR Buka Jalan PPPK Guru Madrasah Swasta, Ini Langkah Nyatanya

Berita Terbaru

Smartphone Redmi A2 masih jadi incaran konsumen

Teknologi

Murah Tapi Tahan Banting, HP Ini Masih Dicari di 2026

Senin, 2 Mar 2026 - 18:00 WIB

Salah satu produk mobil listrik BYD

Otomotif

Era Baru Mobil Listrik? BYD Uji Flash Charging Super Ekstrem

Senin, 2 Mar 2026 - 17:00 WIB

ETF

Bisnis

ETF Naik Daun di Pasar Modal, Begini Cara Kerjanya

Senin, 2 Mar 2026 - 16:00 WIB