RIAU,JS– Belasan siswa Sekolah Dasar (SD) IT Baitul Ridho Lubuk Dalam mengalami luka-luka saat bangunan bersejarah Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, runtuh, Sabtu (31/1).
Runtuh Saat Study Tour
Kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, 55 siswa tengah mengikuti kegiatan study tour ke Tangsi Belanda. Saat berada di lantai dua, anak tangga dan lantai kayu mendadak ambruk. Akibatnya, peserta dan guru pendamping terjatuh dan tertimpa material bangunan.
Sebanyak 16 orang, terdiri dari 15 siswa dan satu guru, menderita luka-luka serius dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Dugaan Penyebab Keruntuhan
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menjelaskan bahwa keruntuhan kemungkinan terjadi karena kondisi kayu yang sudah lapuk. “Kami masih menelusuri penyebab pastinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Promosi Disbudparpora Kabupaten Siak, Paula Chandra, menambahkan bahwa yang runtuh adalah anak tangga menuju lantai dua, dengan tinggi sekitar tiga meter. “Strukturnya terbuat dari kayu dan kemungkinan sudah rapuh karena usia bangunan,” jelas Paula.
Sejarah dan Pemeliharaan Bangunan
Tangsi Belanda pernah direvitalisasi oleh Kementerian PUPR pada 2018 dengan anggaran Rp5,2 miliar. Setelah revitalisasi, Dinas Pariwisata Kabupaten Siak bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan bangunan.
Kepala Dinas PUPR Siak, Ardi Irvandi, menegaskan, “Tangsi Belanda sama seperti Istana Siak, perawatan dan pengawasan berada di Dinas Pariwisata. Kami di PUPR fokus pada gedung daerah dan jembatan kaca.”
Langkah Selanjutnya
Pihak berwenang kini fokus menelusuri penyebab keruntuhan dan memastikan keamanan pengunjung di bangunan bersejarah lainnya. Petugas juga meninjau kondisi material kayu dan struktur bangunan sebelum membukanya kembali untuk umum.(*)









