JAMBI,JS- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi titik penting bagi Pemerintah Kota Jambi dalam mempercepat reformasi sektor pendidikan. Wali Kota Jambi, Maulana, memanfaatkan momen strategis ini untuk menegaskan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, serta modernisasi sistem pembelajaran berbasis digital.
Setelah mengikuti upacara Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu, Maulana langsung memaparkan langkah konkret yang telah berjalan dan rencana besar yang akan segera direalisasikan.
Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada kurikulum, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan tenaga pendidik serta kualitas infrastruktur sekolah.
Langkah Nyata Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Salah satu kebijakan paling signifikan yang mendapat perhatian luas adalah keberhasilan Pemkot Jambi dalam mengangkat seluruh tenaga guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Maulana, kebijakan ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan guru.
“Peningkatan status guru menjadi PPPK memberikan kepastian penghasilan, jaminan kerja, serta motivasi yang lebih kuat dalam menjalankan tugas mendidik generasi bangsa,” tegasnya.
Langkah ini langsung berdampak pada meningkatnya stabilitas ekonomi tenaga pendidik. Selain itu, kebijakan tersebut juga mendorong profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Di tengah tantangan global dan era digital, peran guru semakin krusial. Oleh karena itu, Pemkot Jambi memastikan bahwa para pendidik mendapatkan dukungan maksimal baik secara finansial maupun pengembangan kompetensi.
Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas Utama
Selain fokus pada sumber daya manusia, Pemkot Jambi juga mempercepat program revitalisasi sekolah. Program ini mencakup perbaikan gedung, peningkatan fasilitas belajar, hingga penyediaan sarana teknologi modern.
Maulana menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan, khususnya Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sekolah di Kota Jambi memiliki standar fasilitas yang layak dan mendukung proses pembelajaran yang efektif.
Revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah yang mengalami kerusakan fisik, tetapi juga sekolah yang membutuhkan peningkatan kualitas lingkungan belajar.
Dengan adanya pembenahan ini, siswa diharapkan dapat belajar dalam suasana yang lebih nyaman, aman, dan kondusif.
Digitalisasi Pendidikan: Strategi Menuju Era Modern
Seiring perkembangan teknologi, Pemkot Jambi juga mempercepat transformasi digital dalam sistem pendidikan. Maulana menilai bahwa digitalisasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ia mendorong penggunaan platform pembelajaran digital, integrasi teknologi dalam kelas, serta peningkatan literasi digital bagi guru dan siswa.
Transformasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan abad 21 yang sangat dibutuhkan di dunia kerja global.
Namun demikian, Maulana mengingatkan bahwa digitalisasi harus berjalan seimbang dengan pembentukan karakter.
Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Dalam pernyataannya, Maulana juga menyoroti pentingnya menjaga karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia secara tegas mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Menurutnya, penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan mental dan karakter anak.
“Kita harus menjaga generasi muda dari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai. Pendidikan karakter harus tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai budaya bangsa.
Sinergi Pemerintah Jadi Kunci Keberhasilan
Upacara Hardiknas yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah.
Dalam amanatnya, Al Haris menegaskan bahwa masa depan pembangunan sangat bergantung pada kualitas pendidikan saat ini.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Jambi.
Sinergi ini mencakup perencanaan program, penganggaran, hingga implementasi kebijakan di lapangan.
Prestasi Pelajar Jadi Bukti Keberhasilan
Momentum Hardiknas juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi. Salah satunya adalah Bilqis Sakinah, siswi SMKN 4 Kota Jambi yang berhasil meraih prestasi nasional di bidang tata kecantikan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Jambi mulai menunjukkan hasil nyata.
Keberhasilan siswa di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi Jambi sebagai daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Komitmen Berkelanjutan untuk Masa Depan Pendidikan
Maulana menegaskan bahwa seluruh program yang telah berjalan tidak akan berhenti pada tahun ini saja. Ia memastikan bahwa Pemkot Jambi akan terus melanjutkan transformasi pendidikan secara berkelanjutan.
Fokus utama ke depan meliputi:
- Peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan
- Penguatan kurikulum berbasis teknologi
- Perluasan akses pendidikan berkualitas
- Optimalisasi fasilitas sekolah modern
Dengan strategi yang terarah, Pemkot Jambi optimistis mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Pendidikan Jadi Fondasi Kemajuan Daerah
Momentum Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama pembangunan daerah.
Langkah-langkah yang diambil oleh Wali Kota Jambi menunjukkan arah yang jelas dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.
Dengan fokus pada kesejahteraan guru, revitalisasi sekolah, serta digitalisasi pembelajaran, Kota Jambi berpotensi menjadi salah satu daerah dengan sistem pendidikan terbaik di Indonesia.(TIM)









