Ramadan Datang, Bank Syariah Pasang Target Agresif

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Bank Syariah Indonesia. (Sumber/Google)

Foto ; Bank Syariah Indonesia. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Industri perbankan syariah bersiap memaksimalkan momentum Ramadan. Kenaikan konsumsi, intensitas transaksi digital, serta meningkatnya pembayaran zakat dan donasi mendorong bank syariah mempercepat ekspansi pembiayaan, menghimpun dana pihak ketiga (DPK), dan mengerek pendapatan berbasis komisi.

Seiring itu, para pelaku industri melihat Ramadan bukan sekadar musim puncak transaksi, melainkan titik penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Pasca Jadi BUMN, BSI Berambisi Naik Kelas Jadi Bank KBMI 4

Kinerja Perbankan Syariah Menguat Jelang Ramadan

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kinerja perseroan sepanjang 2025 tumbuh solid. Menurutnya, hampir seluruh indikator utama mencatat pertumbuhan dua digit dan melampaui rata-rata industri.

“Kami menjaga pertumbuhan tetap sehat sepanjang 2025. Konsistensi mendukung program Asta Cita pemerintah ikut memperkuat fundamental bisnis,” ujarnya.

Hingga Desember 2025, BSI menyalurkan pembiayaan Rp318,84 triliun atau tumbuh 14,49% secara tahunan. Sekitar 90% pembiayaan mengalir ke segmen pro-rakyat, mulai dari UMKM, institusi pendidikan, rumah sakit, hingga ASN, BUMN, serta TNI dan Polri.

Kualitas Aset Terjaga, Likuiditas Masih Longgar

Selain mencatat pertumbuhan, BSI juga menjaga kualitas aset. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross berada di level 1,81%, sedangkan NPF nett tercatat 0,47%. Angka ini menunjukkan manajemen risiko tetap disiplin di tengah ekspansi.

Memasuki Ramadan dan Idulfitri, Anggoro menilai posisi keuangan perseroan cukup kuat. DPK berada pada level yang memadai, sementara pembiayaan terus bergerak naik.

“Ramadan membuka peluang besar bagi BSI untuk memperluas peran dalam pertumbuhan Islamic ecosystem,” katanya.

Baca Juga :  Dana Triliunan Mengendap, Ada Apa dengan Kredit Perbankan?

UMKM, ZISWAF, dan Emas Jadi Motor Utama

Selanjutnya, BSI memusatkan perhatian pada penguatan UMKM, optimalisasi layanan ZISWAF melalui superapps BYOND, serta pembiayaan konsumer berbasis emas. Permintaan terhadap produk BSI Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas diperkirakan meningkat selama Ramadan.

Untuk mendukung transaksi nasabah, BSI mengandalkan jaringan layanan yang luas. Perseroan mengoperasikan kantor cabang, superapps BYOND, serta berbagai e-channel. Saat ini, BSI didukung lebih dari 127.000 BSI Agen, 20.000 mesin EDC, 563.000 QRIS, 6.000 ATM, dan layanan cash management BEWIZE dengan sekitar 43.000 pengguna.

“Inovasi layanan digital tersebut mendorong pendapatan berbasis komisi BSI tumbuh sekitar 25% sepanjang 2025,” jelas Anggoro.

BCA Syariah Ikut Genjot Dana dan Literasi

Di sisi lain, PT Bank BCA Syariah juga memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pertumbuhan. Direktur BCA Syariah Pranata menyebut perseroan fokus meningkatkan DPK, pembiayaan konsumer, sekaligus literasi produk.

“Kami memaksimalkan Ramadan untuk mendorong pertumbuhan dana, pembiayaan konsumer, dan pemahaman masyarakat terhadap layanan syariah,” ujarnya.

BCA Syariah mendorong dana tabungan melalui optimalisasi mobile banking BSya. Perseroan menghadirkan promo belanja Ramadan dan fitur donasi zakat, infak, serta sedekah. Selain itu, bank ini memperluas literasi melalui kolaborasi dengan berbagai brand dan penyelenggaraan expo di sejumlah kota.

Pembiayaan Emas Melonjak, Modal Tetap Kuat

Dari sisi pembiayaan, BCA Syariah mengikuti tren pasar dengan memperkuat produk murabahah emas (Emas iB). Pada Januari 2026, pembiayaan Emas iB melonjak 365% secara tahunan dengan nilai mencapai Rp721 miliar.

Baca Juga :  BSI Resmi Jadi BUMN, Targetkan Masuk Top 5 Global Islamic Bank

Sementara itu, perseroan menjaga likuiditas dan permodalan tetap solid. Capital Adequacy Ratio (CAR) per Januari 2026 tercatat 27,4%, sehingga ruang ekspansi bisnis masih terbuka lebar.

“Likuiditas kami tetap terjaga. Kondisi ini memungkinkan ekspansi yang sehat sekaligus menjaga kualitas pembiayaan tetap prudent,” pungkas Pranata.

Dengan dukungan digitalisasi, inovasi produk, serta momentum Ramadan, perbankan syariah optimistis mampu mempertahankan kinerja positif dan memperluas kontribusi terhadap perekonomian nasional.(*)

Berita Terkait

Koperasi Ambil Alih Desa, Ekspansi Alfamart dan Indomaret Terancam
Tekanan IHSG Meningkat, Investor Beralih ke Saham Dividen Tinggi
Kenapa QRIS Tap Belum Muncul di iPhone? Ini Penjelasan BI
Dana Triliunan Mengendap, Ada Apa dengan Kredit Perbankan?
Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya
55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional
OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah
Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 11:00 WIB

Ramadan Datang, Bank Syariah Pasang Target Agresif

Senin, 23 Februari 2026 - 07:30 WIB

Koperasi Ambil Alih Desa, Ekspansi Alfamart dan Indomaret Terancam

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:00 WIB

Tekanan IHSG Meningkat, Investor Beralih ke Saham Dividen Tinggi

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:00 WIB

Kenapa QRIS Tap Belum Muncul di iPhone? Ini Penjelasan BI

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:00 WIB

Dana Triliunan Mengendap, Ada Apa dengan Kredit Perbankan?

Berita Terbaru

Tol Palembang–Betung Seksi I dan II, salah satu tol yang difungsionalkan secara gratis pada periode mudik dan libur Lebaran 2026.

Nasional

Gratis Saat Mudik! Ini 6 Ruas Tol yang Dibuka Lebaran 2026

Senin, 23 Feb 2026 - 14:30 WIB

Ide startup namun terkendala modal

Teknologi

Startup Sejak Kuliah Bukan Mimpi, Ini Rahasia Dapat Pendanaan

Senin, 23 Feb 2026 - 12:00 WIB

Foto ; Bank Syariah Indonesia. (Sumber/Google)

Bisnis

Ramadan Datang, Bank Syariah Pasang Target Agresif

Senin, 23 Feb 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi nasib guru honorer yang belum diangkat jadi PPPK. (Sumber/Google)

Nasional

Tersisa 237 Ribu Guru Honorer, Ini Rencana Pemerintah

Senin, 23 Feb 2026 - 10:00 WIB