Terbaru! Banjir Rendam Belasan Desa di Jambi, Ini Daftar Wilayah Terdampak

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir disejumlah daerah di jambi

Kondisi banjir disejumlah daerah di jambi

JAMBI,JS- Banjir besar kembali melanda wilayah hulu DAS Batanghari di Provinsi Jambi. Hujan deras yang terus mengguyur selama tiga hari terakhir memicu luapan sejumlah anak sungai dan merendam permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.

Peristiwa ini langsung memicu kepanikan warga. Air yang terus naik sejak malam hari memaksa ratusan kepala keluarga segera meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Aparat gabungan bergerak cepat dan membantu proses evakuasi agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko banjir di wilayah hulu Batanghari masih sangat tinggi, terutama saat intensitas hujan meningkat drastis.

Puluhan Desa Terendam

Banjir yang terjadi kali ini tidak berskala kecil. Air merendam belasan desa di dua kecamatan di Kabupaten Sarolangun dengan dampak yang cukup luas.

Di Kecamatan Batang Asai, banjir melanda 11 desa sekaligus, sementara di Kecamatan Bathin VIII, genangan air merendam lima desa lainnya. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

Beberapa desa yang mengalami dampak paling parah antara lain:

  • Desa Batu Empang
  • Desa Simpang Narso
  • Desa Tambak Ratu
  • Desa Bathin Pengambang
  • Desa Sungai Keradak
  • Desa Muara Air Dua
  • Desa Rantau Panjang
  • Desa Pulau Salak Baru
  • Desa Pekan Gedang
  • Desa Raden Anom

Sementara di Kecamatan Bathin VIII, banjir merendam:

  • Desa Tanjung Gagak
  • Desa Muara Lati
  • Desa Rantau Gedang (Dusun Seberang)
  • Desa Pulau Buayo
  • Desa Teluk Kecimbung

Air tidak hanya masuk ke rumah warga, tetapi juga menutup akses jalan utama serta merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Baca Juga :  Transformasi Digital Bank Jambi Dimulai, Sudirman Ambil Alih Kepemimpinan

Evakuasi Cepat

Aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintah desa langsung turun ke lokasi sejak dini hari. Tim siaga bergerak cepat menembus genangan banjir untuk mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, memimpin langsung operasi tanggap darurat. Ia mengerahkan Tim Siaga Bhayangkara untuk memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan bantuan.

Petugas fokus pada:

  • Evakuasi warga ke tempat aman
  • Distribusi makanan siap saji
  • Penyediaan air bersih
  • Pengamanan wilayah terdampak

Langkah cepat ini berhasil mengurangi risiko korban jiwa sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Dampak Ekonomi

Banjir tidak hanya menimbulkan dampak sosial, tetapi juga kerugian ekonomi yang besar. Banyak lahan pertanian warga terendam air, sehingga tanaman gagal panen.

Selain itu, akses jalan yang terputus menghambat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi ini berpotensi meningkatkan harga kebutuhan pokok jika tidak segera ditangani.

Beberapa dampak utama yang mulai dirasakan warga:

  • Kerusakan tanaman padi dan kebun
  • Gangguan distribusi barang
  • Penurunan pendapatan petani
  • Risiko penyakit akibat air kotor

Jika banjir berlangsung lebih lama, dampaknya akan semakin meluas dan mempengaruhi stabilitas ekonomi daerah.

Merangin Juga Terdampak

Banjir akibat luapan anak sungai di hulu DAS Batanghari juga menjalar ke Kabupaten Merangin. Meski intensitasnya lebih rendah, genangan air tetap mengganggu aktivitas warga.

Wilayah yang terdampak meliputi:

  • Kecamatan Lembah Masurai
  • Kecamatan Taing Pumpung

Warga di daerah ini tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi banjir susulan masih cukup tinggi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga :  CPNS 2026 Jambi Masih Menggantung, Ini Penyebab Utama yang Bikin Pelamar Waswas

Penyebab Banjir

Banjir kali ini terjadi akibat kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan. Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama, tetapi kondisi lingkungan juga memperparah situasi.

Faktor penyebab utama:

  1. Hujan deras selama tiga hari berturut-turut
  2. Kapasitas sungai yang tidak mampu menampung debit air
  3. Pendangkalan sungai akibat sedimentasi
  4. Berkurangnya area resapan air
  5. Aktivitas pembukaan lahan di hulu

Tanpa perbaikan sistem pengelolaan lingkungan, risiko banjir akan terus meningkat setiap tahun.

Solusi untuk Mengatasi Banjir

Menghadapi kondisi ini, pemerintah dan masyarakat perlu mengambil langkah strategis agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Solusi Jangka Pendek:

  • Evakuasi cepat dan terkoordinasi
  • Penyediaan logistik darurat
  • Pembuatan posko kesehatan
  • Distribusi air bersih

Solusi Jangka Panjang:

  • Normalisasi dan pengerukan sungai
  • Reboisasi kawasan hulu
  • Pembangunan sistem drainase modern
  • Edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana
  • Pengawasan ketat terhadap alih fungsi lahan

Langkah-langkah ini tidak hanya mengurangi dampak banjir, tetapi juga meningkatkan ketahanan lingkungan.

Waspada dan Siaga Banjir Susulan

Pemerintah daerah mengimbau seluruh warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap waspada. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga diminta untuk:

  • Memantau informasi cuaca terbaru
  • Menyiapkan tas darurat
  • Menjaga dokumen penting di tempat aman
  • Segera mengungsi jika air kembali naik

Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana.

Kesimpulan

Banjir yang melanda Sarolangun dan Merangin menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan memperbesar risiko bencana setiap tahun.

Respons cepat dari aparat memang membantu mengurangi dampak, tetapi solusi jangka panjang tetap menjadi kebutuhan utama.

Jika pemerintah dan masyarakat tidak bertindak sekarang, banjir serupa akan terus terjadi dengan skala yang lebih besar.(*)

Berita Terkait

Pilgub Jambi 2029 Mulai Memanas, Syarif Fasha Nyatakan Siap Maju
Kebakaran Lahan Gambut Muaro Jambi Makin Meluas, 15 Hektare Terbakar: 3 Pesawat Water Bombing Dikerahkan
Ranperda Sungai Penuh Masuk Tahap Penting, Sekda Alpian Minta Regulasi Segera Disempurnakan
Harga BBM Pertamina 8 Agustus 2026 di Jambi: Pertamax Rp16.300, Ini Daftar Lengkap Terbaru
Bungo Pintar Resmi Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Integrasi Teknologi Pendidikan dengan Rumah Pendidikan
ASN Sungai Penuh Wajib Tahu! Ini 7 Tahapan Hukuman Disiplin PNS, dari Teguran hingga Pemberhentian
Karhutla Mulai Jadi Ancaman, BPBD Kerinci Minta Warga Hentikan Kebiasaan Bakar Lahan
Kabar Gembira PNS! Pengusulan Satyalancana Karya Satya Kota Sungai Penuh Resmi Dibuka, Ini Syarat, Link Daftar dan Cara Pengajuannya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Pilgub Jambi 2029 Mulai Memanas, Syarif Fasha Nyatakan Siap Maju

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Kebakaran Lahan Gambut Muaro Jambi Makin Meluas, 15 Hektare Terbakar: 3 Pesawat Water Bombing Dikerahkan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Ranperda Sungai Penuh Masuk Tahap Penting, Sekda Alpian Minta Regulasi Segera Disempurnakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Harga BBM Pertamina 8 Agustus 2026 di Jambi: Pertamax Rp16.300, Ini Daftar Lengkap Terbaru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Bungo Pintar Resmi Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Integrasi Teknologi Pendidikan dengan Rumah Pendidikan

Berita Terbaru