Krisis BBM di Bungo Makin Parah, Sopir Lintas Menjerit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

BUNGO,JS- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bungo, Jambi, kini menjadi sorotan serius. Para sopir lintas Sumatera menghadapi tekanan besar akibat sulitnya mendapatkan BBM di SPBU setempat. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi para pengemudi.

Salah satu sopir lintas Sumatera, Rozali, mengungkapkan langsung keluhannya. Ia menilai kondisi ini sudah melewati batas wajar dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Kami sangat kesulitan mendapatkan BBM di SPBU. Kalau beli eceran di kaki lima, harganya sangat mahal, bisa sampai Rp420 ribu per jerigen,” ujar Rozali.

Harga BBM Eceran Melonjak Tajam, Beban Sopir Kian Berat

Lonjakan harga BBM eceran menjadi pukulan telak bagi para sopir. Dalam kondisi normal, harga BBM relatif stabil dan masih bisa dijangkau. Namun kini, harga yang mencapai Rp420 ribu per jerigen jelas tidak masuk akal.

Situasi ini memaksa sopir mengambil keputusan sulit. Mereka harus tetap membeli BBM dengan harga tinggi agar perjalanan tidak terhenti. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan penghasilan.

Selain itu, biaya operasional kendaraan ikut melonjak drastis. Sopir tidak hanya mengeluarkan uang lebih untuk BBM, tetapi juga harus menanggung biaya lain seperti makan, perawatan kendaraan, dan logistik perjalanan.

Baca Juga :  Gas LPG 3 Kg Langka di Bungo! DPRD Desak Perbaikan Distribusi, Harga Melonjak dan Warga Menjerit

Distribusi BBM Diduga Tidak Merata

Masalah ini tidak muncul tanpa sebab. Banyak pihak menduga distribusi BBM di wilayah Bungo tidak berjalan optimal. Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan memicu kelangkaan di lapangan.

Di sisi lain, antrean panjang di SPBU semakin memperburuk situasi. Tidak semua sopir berhasil mendapatkan BBM meskipun sudah mengantre berjam-jam.

Beberapa sopir bahkan memilih menghindari SPBU karena peluang mendapatkan BBM sangat kecil. Mereka akhirnya beralih ke penjual eceran meski harus membayar harga yang jauh lebih tinggi.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa

Krisis BBM ini tidak hanya berdampak pada sopir, tetapi juga merambat ke sektor lain. Distribusi barang menjadi terganggu karena kendaraan angkutan tidak bisa beroperasi maksimal.

Akibatnya, harga kebutuhan pokok berpotensi naik. Jika kondisi ini terus berlanjut, masyarakat luas akan ikut merasakan dampaknya.

Selain itu, pelaku usaha yang bergantung pada distribusi logistik juga mulai mengeluhkan kondisi ini. Mereka menghadapi risiko keterlambatan pengiriman hingga kerugian finansial.

Baca Juga :  Pertalite vs Pertamax: Mana BBM Terbaik yang Bikin Tarikan Lebih Enteng dan Mesin Lebih Awet?

Sopir Minta Pemerintah Segera Bertindak

Para sopir lintas Sumatera kini berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta Bupati dan anggota DPRD Kabupaten Bungo turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya.

Rozali menegaskan bahwa solusi harus segera hadir agar aktivitas transportasi tidak lumpuh total.

“Kami berharap pemerintah bisa mengantisipasi masalah ini. Jangan sampai kami terus kesulitan seperti sekarang,” tegasnya.

Solusi yang Diharapkan

Untuk mengatasi krisis ini, beberapa langkah strategis perlu dilakukan, antara lain:

1. Penambahan Pasokan BBM

Pemerintah perlu memastikan pasokan BBM mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama bagi kendaraan angkutan.

2. Pengawasan Distribusi

Pengawasan ketat harus dilakukan agar distribusi BBM tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

3. Penertiban Penjualan Eceran

Harga BBM eceran yang tidak wajar harus segera ditindak. Praktik ini sangat merugikan masyarakat.

4. Prioritas untuk Kendaraan Operasional

Sopir lintas dan kendaraan logistik sebaiknya mendapat prioritas agar distribusi barang tetap berjalan lancar.

Ancaman Jika Tidak Segera Ditangani

Jika pemerintah tidak segera bertindak, dampaknya akan semakin luas. Aktivitas ekonomi bisa melambat, harga barang meningkat, dan kesejahteraan masyarakat menurun.

Selain itu, kepercayaan publik terhadap pemerintah juga bisa menurun. Masyarakat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji.

Kesimpulan

Kelangkaan BBM di Kabupaten Bungo telah menciptakan tekanan besar bagi sopir lintas Sumatera. Harga eceran yang melambung hingga Rp420 ribu per jerigen menunjukkan kondisi yang tidak normal.

Pemerintah harus segera turun tangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali. Tanpa langkah cepat, dampak krisis ini akan semakin meluas dan merugikan banyak pihak.(*)

Berita Terkait

Wali Kota Alfin dan TP PKK Kompak Dorong Gerakan Jambi Bersholawat, Soroti Pengaruh Gadget pada Anak
Harga Cabai Naik Lagi, Berikut Update Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh
Gaji ke-13 ASN Kota Jambi Cair, Maulana Ajak Pegawai Dorong Perputaran Ekonomi Lokal
Resmi Ditetapkan ESDM, 4 Situs Geologi Sungai Penuh Jadi Kawasan Cagar Alam Geologi
Wali Kota Sungai Penuh Dukung Program Bangga Kencana, Fokus Tekan Pernikahan Dini
Pemkot Sungai Penuh Dukung Program IJD 2025, Alfin : Jalan sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Harga Pertamax Naik Lagi! Berikut Daftar Harga BBM Pertamina di Jambi Hari Ini 23 Juni 2026
Kepala BPKP Jambi Berganti, Al Haris Soroti Transparansi APBD dan Program Pusat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:03 WIB

Wali Kota Alfin dan TP PKK Kompak Dorong Gerakan Jambi Bersholawat, Soroti Pengaruh Gadget pada Anak

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:02 WIB

Harga Cabai Naik Lagi, Berikut Update Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Kota Jambi Cair, Maulana Ajak Pegawai Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:01 WIB

Resmi Ditetapkan ESDM, 4 Situs Geologi Sungai Penuh Jadi Kawasan Cagar Alam Geologi

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:01 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Dukung Program Bangga Kencana, Fokus Tekan Pernikahan Dini

Berita Terbaru