Wako Alfin Gandeng Yayasan Regen, Sungai Penuh Siapkan Revolusi Pengelolaan Sampah

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah perkotaan, Wali Kota Sungai Penuh Alfin memilih memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif dan berdampak jangka panjang.

Komitmen tersebut kembali terlihat saat Wali Kota Alfin menerima kunjungan tim Yayasan Regeneratif Alam Nusantara (Regen) di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026). Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, melainkan menjadi momentum penting untuk menyusun langkah konkret dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Selain membahas berbagai program lingkungan, kedua pihak juga menyusun strategi kolaboratif yang mampu menjawab persoalan sampah dari hulu hingga hilir. Karena itu, kerja sama ini mendapat perhatian besar sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Sampah Perkotaan Masih Menjadi Tantangan Besar

Seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat, volume sampah di berbagai daerah terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi baru agar pengelolaan sampah berjalan lebih efektif.

Pemerintah Kota Sungai Penuh menyadari bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengangkutan dan pembuangan akhir. Sebaliknya, pemerintah harus membangun sistem yang mampu mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Oleh sebab itu, kolaborasi dengan Yayasan Regen hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat pendekatan berbasis edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, pendekatan tersebut sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang saat ini menjadi perhatian dunia. Melalui konsep itu, masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga :  Prabowo Serukan Revolusi Kebersihan Nasional, Sungai Penuh Siap Dukung Gerakan Indonesia ASRI

Fokus pada Edukasi Lingkungan dan Perubahan Perilaku Masyarakat

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Yayasan Regen membahas sejumlah program prioritas yang akan dijalankan dalam beberapa tahap.

Program tersebut mencakup edukasi lingkungan, pengurangan sampah rumah tangga, penguatan budaya memilah sampah, hingga peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut berbagai kajian lingkungan, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor paling menentukan dalam keberhasilan pengelolaan sampah. Karena itu, pemerintah memilih menempatkan edukasi sebagai fondasi utama dalam program yang akan dijalankan.

Tidak hanya menyasar orang dewasa, program edukasi tersebut juga akan menjangkau kalangan pelajar. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, program tersebut juga akan mengajarkan praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, melakukan daur ulang, dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos.

Kawasan Bantaran Sungai dan Permukiman Jadi Prioritas

Selanjutnya, pemerintah bersama Yayasan Regen akan memfokuskan kegiatan pada sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

Kawasan permukiman padat penduduk menjadi salah satu sasaran utama karena menghasilkan volume sampah rumah tangga yang cukup besar setiap hari. Selain itu, program juga akan menyasar kawasan bantaran sungai yang selama ini rentan terhadap pencemaran akibat pembuangan sampah sembarangan.

Langkah tersebut dinilai sangat penting karena kebersihan sungai berpengaruh langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga akan memperluas edukasi ke lingkungan sekolah. Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa budaya hidup bersih ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan melibatkan sekolah, pemerintah berharap gerakan peduli lingkungan dapat tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.

Wako Alfin Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Bersih

Wali Kota Alfin menyambut positif inisiatif Yayasan Regen yang ingin berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan di Kota Sungai Penuh.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat.

Ia menegaskan bahwa kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat harus ikut berpartisipasi agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan hasil maksimal.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap kolaborasi dapat terus berjalan dengan baik untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah. Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen memperkuat kebersihan lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang benar,” ujar Alfin.

Lebih lanjut, Alfin menilai bahwa kesadaran masyarakat merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan lingkungan.

Karena itu, pemerintah akan terus memperluas program edukasi agar semakin banyak warga yang memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Pimpin Pemusnahan KTP Rusak, Walikota Sungai Penuh juga Serahkan KTP Elektronik ke Pelajar dan Korban Kebakaran

Kolaborasi Lingkungan Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Saat ini, banyak daerah mulai mengintegrasikan program lingkungan ke dalam agenda pembangunan daerah. Langkah tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menempatkan isu lingkungan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Regen, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, program tersebut berpotensi menciptakan dampak ekonomi melalui pengembangan kegiatan daur ulang dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Jika berjalan optimal, program tersebut dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

Dukungan Lintas Instansi Perkuat Program Lingkungan

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui dukungan lintas sektor, pemerintah optimistis dapat mempercepat implementasi program sekaligus memperluas dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Selain itu, sinergi antarinstansi juga akan mempermudah koordinasi dalam menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan pengelolaan sampah di lapangan.

Sungai Penuh Optimistis Menjadi Kota yang Lebih Bersih dan Hijau

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Yayasan Regen menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan lingkungan yang lebih baik.

Dengan dukungan masyarakat, dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi lingkungan, Sungai Penuh memiliki peluang besar untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, program tersebut juga bertujuan membangun budaya hidup bersih yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh optimistis dapat meningkatkan kualitas lingkungan, menjaga kelestarian sumber daya alam, sekaligus menciptakan kota yang nyaman bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.(*)

Berita Terkait

Jelang MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Kerinci Matangkan Persiapan 38 Peserta
28 Pemuda Daki Gunung Kerinci, Bawa Semangat Sumpah Pemuda 2026
BPK Periksa Dana BOSP Merangin 2025–2026, Pemkab Diminta Buka Data Pengelolaan Anggaran
Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas
Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Pakai Baju Melayu Jambi 2–6 November 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Cek Layanan Puskesmas dan Jam Operasionalnya
Alfin dan Azhar Pimpin Goro Akbar, Ini Pesan Penting untuk Warga Sungai Penuh
Gaji 3.426 PPPK Kota Jambi Tembus Rp250 Miliar, Pemkot Berharap Pusat Ambil Alih
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Jelang MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Kerinci Matangkan Persiapan 38 Peserta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:31 WIB

28 Pemuda Daki Gunung Kerinci, Bawa Semangat Sumpah Pemuda 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:01 WIB

BPK Periksa Dana BOSP Merangin 2025–2026, Pemkab Diminta Buka Data Pengelolaan Anggaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai Hari Ini, Polresta Jambi Bidik 7 Pelanggaran Lalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Pakai Baju Melayu Jambi 2–6 November 2026, Ini Aturan Lengkapnya

Berita Terbaru